pekanbaruexpress.com

Jumat, 24 Oktober 2014

Sabtu, 25 September 2010 14:35 WIB

Kasus Korupsi, Foto Ketua dan Wakil Ketua DPRD Rohul Diungkap

Share

PASIR PENGARAIAN, PEKANBARUEXPRESS  - Foto Ketua DPRD Rokan Hulu, H. Hasanuddin Nst SH dan rekan sejawabnya di DPRD Rokan Hulu, Syarifuddin Pot yang engah menghitung tumpukan diungkap dalam persidang kasus pengadaan dan pembangunan pembangkit PLTD Sei Kuning 2X2,5 MVA di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian.


Foto yang diungkap di persidangan dugaan kasus korupsi genset yang menyeret tiga orang tersebut. Dua terdakwa diantaranya PNS dan satu orang mantan Direktur Perusahaan Daerah (Prusda) Rohul Jaya. Awalnya, saat kuasa hukum terdakwa menunjukkan dan mempertanyakan kepada saksi yang merupakan direktur PT Tiga Bintang Mas Abadi, David Antoni Grill, sebuah foto, yang diduga menggunakan kamera ponsel bersolusi rendah yang di ambil disebuah kamar yang diduga kamar hotel.

Foto tersebut sempat membuat pengunjung di persidangan bingung, serta jadi pertanyaan. Sebab mereka adalah adalah Ketua DPRD Rohul, H. Hasanuddin Nst SH serta Syarifuddin Poti.Dimaa. Keduanya terlihat tengah menghitung tumpukan uang.

Kuasa hukum mantan Direktur Perusda Rohul Jaya, Hamdan Kasim sempat mempertanyakan kepada saksi, Direktur PT Tiga Bintang Mas Abadi, David Antoni Grill, kontraktor yang memenangkan lelang proyek genset Sei Kuning soal foto tersebut. 

David yang mendapat pertanyaan itu mengakui dirinya mengenal keduanya sebagai anggota DPRD Rohul, di Hotel Ibis Pekanbaru. David mengaku saat itu  baru pertama kalinya menerima pembayaran kontrak genset, yang sudah disepakati. Hanya saja, dia tidak tahu siapa dan dari mana uang yang dihitung  kedua wakil rakyat tersebut.

"Saya mengenal keduanya sebagai anggota DPRD, saat itu  di hotel Ibis Pekanbaru, saat saya baru menerima pembayaran kontrak. Tapi saya tidak ada memberi mereka uang," jelas David, menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa.

Setelah diperiksa selama 5 jam, kepada wartawan, David mengakui tidak pernah memberikan uang kepada kedua anggota dewan tersebut. "Memang saya kenal keduanya, karena kita satu hotel saat itu. Tidak ada transaksi apapun saat itu. Juga mengenai asal foto itu, saya juga tidak tahu sama sekali," ungkap David.

Dipersidangan David sendiri sempat ditegur majelis hakim karena semua jawabannya yang disampaikannya tidak sesuai dengan apa yang dipertanyakan kuasa hukum ketiga terdakwa. 

"Sejak tadi jawaban Anda lari kesana kemari, simak dahulu apa yang ditanya, jangan langsung dijawab. Karena ini bukan main-main," tegas ketua majelis hakim, Maman Ambari SH.

Saksi lain yakni Antoni , juga memberikan jawaban yang membuat pengunjung sidang tersenyum. Ketika ditunjukkan semua foto tentang dirinya, saat proses pelelangan. Dimana foto-foto Antoni pada hari itu wajahnya sama, dan diakuinya di hari itu dirinya hanya berganti baju sebanyak tiga kali.

"Semua foto diambil dalam sehari saat itu. Saya hanya ganti baju tiga kali, itu atas suruhan seseorang. Tapi saya tidak mengenal orang tersebut," terang David.

Kuasa Hukum terdakwa, M Yanuar, dan Nofriadi, Muhammad Nefos SH, menilai, jawaban David hanya alasan yang dibuat-buat. "Direktur PT TBMA kan dia, jadi mana mungkin dia tidak tahu semuanya. Apalagi soal tanda tangan dirinya. Jawaban ganti baju tiga kali, karena terus kita konfrontir," ucap  Nefos.

Bahkan majelis hakim gerah dengan jawaban David. Sehingga direncanakan, David, dan Direktur PT Palu Gada Perkasa, Niko, akan jadi saksi, Selasa depan. (Diah)

 

comments

Tambah komentar

 Kode keamanan
Segarkan