pekanbaruexpress.com

Kamis, 24 April 2014

Rabu, 15 Mei 2013 13:12 WIB

Akibat Dikemudikan Sopir 'Palsu', Keselamatan Penumpang Trans Metro Terancam

Share

PEKANBARU- Harus diakui, pengoperasian 8 unit bus way trans metro pekanbaru pada hari ini, Rabu (15/5), memang terlalu dipaksakan. Pasalnya baru kurang dari 30 menit, dikemudikan oleh sopir (pramudi-red) hasil rekrutan Walikota Pekanbaru, Firdaus Mt. Telah terjadi 2 kali insiden kecelakaan, hal itu diduga terjadi karena para pengemudi bus way trans metro itu tidak mengantongi sertifikasi pengemudi bus way dari Dinas Perhubungan.

 

"Memang dipaksakan, karena mengemudikan bus way itu tidak sama dengan mengemudikan bus umumnya. Harus ada pelatihan khusus, oleh karena itu dahulunya seluruh pramudi terlebih dahulu menjalani pelatihan khusus lalu diberikan sertifikat tanda lulus. Barulah dierbolehkan mengemudikan bus way," ungkap perwakilan awak trans metro pekanbaru yang juga merupakan pengurus komisariat (PK) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Trans Metro Pekanbaru, Nassarudin.

 

Insiden kecelakaan pertama terjadi di gerbang utama terminal antar kota antar provinsi (akap) Payung Sekaki, Pekanbaru. Saat kedelapan bus way dikeluarkan untuk kembali beroperasi di 2 lean prioritas yakni Pandau Permai, Siak Hulu dan Kulim Kecamatan Tenayan Raya.

 

Ketika itu 8 unit bus yang dikemudikan oleh 'orang luar' (bukan awak trans metro pekanbaru), keluar secara bersamaan menuju lean masing-masing, sesuai arahan dari Kepala Bidang Angkutan Dinas perhubungan Pekanbaru, Sunarko.

 

Setelah 8 mobil tersebut bergerak meninggalkan parkiran, tiba-tiba sesampainya di gapuran bus way dengan nomor urut 10 rute Pandau Permai-Pasar Pusat. Dengan nomor polisi BM 7677 PU, terlihat langsung menghantam tiang gapura. Hingga kaca sepion sebelah kiri serta kaca bagian depan mobil pecah, diduga insiden itu terjadi aibat kurangnya pemahaman sang sopir dalam membelokan mobilnya.

 

Tidak sampai disitu insiden kedua kembali terjadi kepada bus way nomor urut 4 dengan nomor polisi BM 7680 TU, bus way tersebut menyerempet satu unit mobil truk tangki pengangkut Bahan Baar Minyak (BBM) saat akan menurunkan penumpang di halte yang berada dekat gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru.

 

Hingga semua penungpang yang berada di dalam bus way histeris dan berlarian meninggalkan bus way, akibat semua kaca bagian samping kanan mobil pecah oleh gesekan keras pada body truk pengangkut BBM.

 

Dengan 2 rangkaian kejadian itu, diduga keaman dan jaminan keselamatan penumpang bus way saat ini tengah terancam. Akibat pemaksaan pengoperasian dengan menggunakan orang-orang yang berkompeten pada pengoperasionalan bus way, sebagai dampak mogok kerja yang dilakukan 88 orang awak bus way trans metro pekanbaru. Dalam memperjuangkan haknya yang masih tak kunjung digubris oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.

 

Pengelolah Trans Metro Buang Badan

Sementara Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru yang membidangi pengelolahan Trans Metro Pekanbaru, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya. Mengakui terjadinya 2 insiden tersebut, diakibatkan oleh belum adanya pelatihan dan pengarahan yang dilakukan kepada para awak tersebut dalam mengemudikan bus way.

 

Namun keputusan itu diambil atas perintah yang dilakukan oleh Walikota Pekanbaru, Firdaus Mt. Dengan dalih demi pelayanan masyarakat yang mengeluh-eluhkan pengoperasian kembali bus way trans metro.

 

"Memang mereka belum punya sertifikat belajar mengemudi bus way, tetapi ini perintah demi pelayanan masyarakat yang merasa kehilangan bus way,"tukasnya.(eed)

comments

Tambah komentar