facebook.comtwitter.comgoogleplus.cominstagram.com
Kasubdit Kedudukan Hukum BKD Provinsi Riau, Trismo Setiono. [Foto:halloriau]

Rubrik: Hukum : 12 September 2017
Diduga Terlibat Penipuan
Oknum Pemprov Riau Terancam Pemberhentian Sementara

PEKANBARU - Polresta Pekanbaru kini masih mendalami kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di BKD Riau, inisial AL (48). Oknum ini dalam aksinya mengimingi korbannya bisa masuk bekerja honor di BKD Kota Pekanbaru, dengan sejumlah imbalan sebagai uang pelicin.

Sejumlah uang pun dikirimkan para korbannya yang saat ini diketahui sudah cukup lumayan banyak.

Menanggapi laporan tersebut, Kasubdit Kedudukan Hukum BKD Provinsi Riau, Trismo Setiono saat ditemui halloriau.com, Selasa (12/9/2017) siang dikantornya, mengatakan masih menunggu lanjutan laporan pihak kepolisian Polresta Pekanbaru.

"Memang benar beliau (AL) berdinas di BKD Provinsi Riau. Namun terhadap kedisiplinannya sudah kurang memuaskan (Tidak masuk kerja)," ungkap Trismo.

Kedisiplinan Trismo mengatakan, AL sejak awal Januari 2017 tidak lagi masuk kerja di Dinas BKD Riau hingga saat ini. Berbagai upaya yang dilakukan pihak Dinas untuk melakukan tindakan tegas terhadap dirinya sudah dilakukan.

"Kita sudah memberikan upaya tindakan tegas. Diantaranya dengan memberikan surat peringatan sebanyak 2 kali terhadap AL. Namun tidak diindahkannya," sebut Trismo.

Saat ditanya mengenai informasi penipuan yang dilakukan AL terhadap warga yang ingin masuk bekerja dengan meminta uang pelicin. Trismo tidak mengetahui pasti informasi tersebut.

"Saya tidak tau pasti itu, tapi isu-isu yang beredar saat ini ada didengar. Cuma warga yang melapor ke sini tidak ada sama sekali. Barapa korbannya yang menjadi targetnya penipuannya juga tidak tahu," bantah Trismo.

Lebih lanjut, dijelaskan Trismo, AL sebelumnya pegawai pindahan dari Kabupaten Kampar yang selanjutnya ditempatkan tugaskan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kota Pekanbaru yang kemudian dipindahkan ke BKD Riau.

"Dulunya dia (AL) pindahan dari Kampar terus ditempatkan ke Pekanbaru dan terakhir di BKD Riau. Sejak perpindahan itu lah saya belum ketemu dengannya dari Januari 2017 hingga sakarang ini. Tiba-tiba ada laporan dia ditangkap oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan penipuan," terang Trismo.

Mengenai keterlibatan orang dalam (Pimpinan) terhadap kasus dugaan penipuan yang dilakukan AL ini. Trismo menyebutkan murni hanya tersangka yang terlibat. Tidak ada yang terlibat ataupun menjual nama pimpinan dalam aksinya.

"Tidak ada keterlibatan orang dalam (Pimpinan) terhadap kasus yang menjerat dia (AL)," tegas Trismo.

"Itu murni dia lakukan sendiri. Sejauh ini masalah menerima uang, melobi dan sebagainya terhadap korbannya tidak di dalam kantor, melainkan di luar sana," sambung Trismo.

Terhadap penyelidikan kasus dugaan penipuan ini yang dilakukan pihak polisi, pihak Dinas BKD Provinsi Riau masih menunggu hasilnya, apakah memang terlibat atau tidak. Untuk itu pihaknya akan menjerat AL dengan pemberhentian sementara.

"Jika AL ditahan oleh pihak Polresta Pekanbaru dan terbukti bersalah. Kita tidak segan-segan akan melakukan hukum internal pemberhentian sementara sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 11 tahun 2017 tentang Managemen Aparatur Sistem Negaran. Dia pun jarang masuk kena kedisiplinan," ulas Trismo.

Di tempat terpisah, Kanit Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto terkait proses penyelidikan AL dugaan kasus penipuan ini, mengatakan masih berstatus saksi.

"Benar, tapi dia (AL) masih diperiksa saat ini yang berstatus sebagai saksi," singkat Bimo.

Berita sebelumnya, AL ditangkap Polresta Pekanbaru terkait laporan korban dugaan kasus penipuan sejumlah warga yang diiming-imingkan sebagai honorer di BKD Kota dengan meminta uang pelicin sebesar Rp 1,5 juta. Namun tak kunjung selesai prosesnya.

Atas laporan para korban yang telah menyerahkan uang untuk meloloskan bekerja, polisi pun bergerak cepat dan mengamankan AL, Senin (11/9/2017) yang masih berpakaian dinas. [*]

Editor: Yusni : Penulis: Helmi