facebook.comtwitter.comgoogleplus.cominstagram.com

Rubrik: pilkada : Kamis, 08 Desember 2016
Kemendagri Bantu Rapikan Daftar Pemilih Pilkada

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, dan Menteri PAN dan RB, Asman Abnur, hadir pada rapat kerja dengan Komisi II DPR di Jakarta, Selasa (6/12). Raker itu membahas persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2017.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mendagri Tjahjo Kumolo mengungkapkan, berdasarkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4), baik yang sudah melakukan perekaman KTP-el maupun yang belum, jumlahnya sebesar 41.802.537 jiwa. Dari jumlah itu, sebesar 1.139.928 jiwa di antaranya merupakan pemilih pemula (berusia 17 tahun pada tanggal 15 Februari 2017).

Mendagri melanjutkan, berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih oleh KPUD, KPU secara bertahap pada 24 November sampai 2 Desember 2016 mendata data pemilih berstatus tidak jelas dan non KTP-el (A.C-KWK). Jumlahnya mencapai 1.553.504 jiwa. Data ini akan dicocokkan kembali dengan database Ditjen Dukcapil.

Hasil pencocokan data A.C-KWK dengan database nasional oleh Ditjen Dukcapil menunjukkan bahwa dari 1.553.504 jiwa ditemukan data sejumlah 1.482.149 jiwa yang cocok. Sisanya 71.355 jiwa merupakan data anomali dan data ganda. "Hasil pencocokan data A.C-KWK telah 100 persen selesai dan sudah diserahkan ke KPU pusat," kata Mendagri.

Sementara itu, Zudan Arif Fakrulloh, menjelaskan data anomali dan data ganda terjadi karena beberapa sebab. Bisa karena satu orang punya NIK lebih dari satu, satu NIK dipakai oleh dua orang, satu orang didata oleh KPU lebih dari satu kali, atau adanya orang-orang  yang di data oleh KPU dengan nama panggilan tanpa NIK dan nomor KK.

Dengan sistem database kependudukan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri yang semakin rapi, maka data ganda dan data anomali akan mudah dibersihkan. “Saya optimis bahwa dengan bantuan Ditjen Dukcapil Iinsya Allah DPT akan semakin tertata rapi”, imbuh Zudan.

Sementara dari data 1.482.149 jiwa di atas, yang sudah melakukan perekaman KTP-el sejumlah 743.242 jiwa. Sisanya untuk 738.907 penduduk yang belum merekam KTP-el, Ditjen Dukcapil telah mendistribusikan ke masing-masing Dinas Dukcapil kabupaten/kota agar segera dilakukan perekaman dan menerbitkan Surat Keterangan. [*]

Editor: Putrajaya : Penulis: Reds