facebook.comtwitter.comgoogleplus.cominstagram.com
Ketua DPRD Riau, Septina Primawati menandatangani APBD 2017 disaksikan Wakil Ketua DPRD dan Gubernur Riau. [Foto: Ist][Foto: Int]

Rubrik: Advertorial : Selasa, 13 Desember 2016
Dihadiri Gubernur Riau
APBD Provinsi Riau Sebesar Rp10,459 T Disahkan

Pekanbaru - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 2017 sebesar Rp10,459 Triliun akhirnya disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau. Ketok palu APBD Provinsi Riau dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Riau yang digelar Senin malam (5/12/2016).

Pada APBD Provinsi Riau 2017 ini, pemerintah menargetkan pendapatan daerah sebesar Rp.8,3 Triliun atau naik sebesar 1,07 Triliun dibanding dengan tahun anggaran 2016 lalu.

Sementara untuk belanja daerah ditetapkan sebesar Rp10,45 triliun, terdiri dari belanja tak langsung dan belanja langsung. Untuk belanja tidak langsung direncanakan Rp.5,34 triliun dan belanja langsung Rp.5,11 triliun. Dalam belanja langsung jumlah belanja pegawai direncanakan sebesar Rp.436,83 miliar. Belanja barang dan jasa sebesar Rp.2,28 triliun dan belanja modal sebesar Rp.2,40 triliun.

Dalam hal pembiayaan daerah, tercatat selisih kurang antara rencana pendapatan dengan rencana belanja daerah sebesar Rp.2,1 triliun. Ditutup dari penerimaan pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2016.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Provinsi Riau, Dra Hj Septina Primawati ini, dihadiri unsur pimpinan DPRD Provinsi Riau dan anggota DPRD Provinsi Riau lainnya. Selain itu juga terlihat Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, unsur Forkompinda Provinsi Riau, kepala badan dan dinas di lingkungan Pemprov Riau serta undangan lainnya.

Usai meminta persetujuan seluruh anggota DPRD Provinsi Riau, Ketua DPRD Provinsi Riau, Septina Primawati mengetukan palu sebagai tanda disahkannya RAPBD Provinsi Riau menjadi APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2017.

Sebelumnya, Syamsurizal, anggota Banggar DPRD Riau membacakan hasil laporan Banggar. Syamsurizal mengatakan, Pendapatan daerah dalam KUA PPAS sebelum dibahas Banggar dengan TAPD sebesar Rp8,190 Triiliun. Angka ini naik 13.23 persen, bila dibandingkan dengan jumlah APBD Riau 2016 sebesar Rp7,232 Triliun.

Setelah pembahasan Banggar dengan TAPD, terdapat kenaikan pendapatan daerah.   pada rancangan PPAS Riau 2017 dari Rp.8,190 triliun menjadi Rp8,310 triliun atau naik sebesar 1.46 persen disbanding dengan anggaran pendapatan daerah provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp.7,233 Triliun. Dengan anggaran pendapatan daerah setelah PPAS Riau sebesar Rp.8,310 triliun, maka terdapat kenaikan sebesar 14,88 persen.

Jumlah anggaran belanja dalam PPAS  provinsi Riau tahun 2017 sama dengan jumlah anggaran yang ditetapkan dalam nota keuangan dan rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran 2017. Yaitu sebesar Rp.10,459 Triliun. Namun terdapat rasionalisasi pada beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).


Dalam pembahasan bersama banggar DPRD provinsi Riau dengan TAPD, terdapat perubahan plafon anggarah pada beberapa urusan sebagai berikut. Yaitu pertama, urusan kesehatan dalam nota keuangan sebesar Rp.1,023 triliun naik menjadi Rp.1,080 triliun. Atau naik sebesar Rp.57,229 miliar. Kedua, urusan ketentraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat dalam nota keuangan sebesar Rp.50,093 miliar turun menjadi Rp.47.493 miliar atau turun sebesarRp.2,600 miliar.  

Ketiga, urusan sosial dalam nota keuangan sebesar Rp.55,214 miliar naik menjadi Rp.60,214 miliar, naik sebesar Rp.5 miliar. Empat, urusan informatika dan komunikasi sebesar Rp.50,103  Miliar turun menjadi Rp.47,103 miliar. Yaitu turun sebesar Rp. 3 miliar. Urusan penanaman modal dalam, nota keuangan sebesar Rp.30,686 miliar naik menjadi Rp.30,887 miliar naik sebesar Rp.200,67 juta.

Urusan keuangan dalam nota sebesar Rp.3,552 triliun menjadi Rp.3.491 triliun. Yaitu turun sekitar 60.737 miliar. Urusan fungsi lainnya, dalam nota keuangan sebesar Rp.77,645 miliar naik Rp.79.360 atau naik sebesar Rp.1.715 miliar. Terakhir, aturan Kepala Daerah dalam nota keuangan sebesar Rp.251,162 Miliar naik Rp.253,353 miliar. Yaitu dengan kenaikan sebesar Rp.2,192 miliar.

Gubernur Riau menandatangani APBD 2017 disaksikan Ketua dan Wakil DPRD Riau. [*]DPRD Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan terima kasih kepada anggota dewan yang telah bekerja semaksimal mungkin dalam penyelesain APBD Riau 2017 ini."Alhamdulillah puji syukur senantiasa dipersembahkan kehadirat Allah SWT. Yang telah banyak melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua. Sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri rapat paripurna APBD 2017," katanya.

Menurutnya, Rancangan APBD Riau tahun anggaran 2017 yang telah dikaji secara mendalam oleh anggota dewan yang terhormat. Itu merupakan siklus akhir dalam proses penyusunan APBD.

Gubri mengungkapkan Pemprov Riau akan segera menyampaikan dokumen APBD Riau Tahun 2017 kepada kementerian dalam negeri (Kemendagri) untuk dievaluasi. "Kita berharap dalam proses evaluasi Kemendagri dapat berjalan dengan cepat dan lancar. Sehingga pelaksanaan apbd tahun 2017 bisa dimulai lebih awal," katanya. (Adv/humas)

Editor: Putra : Penulis: Bil