|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : okezone.com
JAKARTA - Uniknya, masjid ini tidak seperti bangunan masjid pada umumnya yang memiliki kubah ataupun tiang menara. Ya, Masjid Lautze justru bentuknya seperti Klenteng di tengah jajaran rumah kantor alias ruko.
Dari depan, tampilan masjid ini tampak seperti bangunan ruko pada umumnya. Hanya saja warnanya mencolok. Kemudian, pada sisi ujungnya dan bagian kusen pintu tampak seperti Klenteng dengan langgam gaya Tionghoa.
Masjid Lautze terdiri dari empat lantai. Lantai pertama dan dua diperuntukkan sebagai tempat salat. Lantai tiga untuk kantor sekretariat, dan lantai empat digunakan sebagai aula untuk menggelar pertemuan. Ornamen mandarin bersanding berhimpitan dengan kaligrafi Ilahiah. Semua tertata rapi sehingga nampak indah di kawasan masjid ini.
Tabligh Akbar UAS di Siak Dipadati'Lautan'Manusia
Buya H Ristawardi Dt Marajo Peringati Tahun Baru Islam 1447 H di Masjid Al Ikhsan MIC Bangkinang
Masjid Lautze dikelola oleh Yayasan Haji Karim Oei dan berdiri sejak tahun 1991. Pendirian masjid ini diawali dengan usaha dakwah di kalangan Suku Tionghoa di Jakarta. Pada 1994, masjid ini diperluas menjadi dua ruko yang dijadikan satu dan kemudian diresmikan oleh Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) kala itu, BJ Habibie.
Humas Masjid Lautze, Yusman Iriansyah, mengisahkan sejarah singkat pendirian masjid ini. Kata dia, Masjid Lautze berdiri diawali dengan pendirian yayasan Haji Karim Oei yang digawangi tokoh ormas Islam dari Muhammadiyah, NU, ICMI, KAHMI, hingga tokoh Muslim Tionghoa. Mereka bersepakat menamai yayasan ini dengan nama Haji Karim Oei untuk mengenang kiprah tokoh nasional tersebut dalam bidang keagamaan.