JAKARTA - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi belum akan mengalami kenaikan meski harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah sedang mengalami tekanan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan keputusan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar stabilitas subsidi energi tetap dijaga.
Menurut Bahlil, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) hingga saat ini masih berada pada level yang dinilai aman, yakni sekitar 80 hingga 81 dolar AS per barel.
Harga TBS Sawit Mitra Swadaya di Riau Naik Tipis, Dipicu Kenaikan Harga Kernel
Ribuan Peserta Ikuti Jalan Santai May Day 2026 di Kampar, Bupati Tekankan Sinergi Pekerja dan Dunia Usaha
“Rata-rata ICP kita sekarang masih sekitar 80 sampai 81 dolar AS per barel. Jadi belum menyentuh 100 dolar AS. Karena itu subsidi BBM belum akan dinaikkan,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (19/5/2026), seperti dikutip republika.co.id.
Ia menilai fluktuasi harga minyak global saat ini masih memungkinkan pemerintah mempertahankan kebijakan subsidi energi. Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan pasar minyak dunia yang bergerak cukup dinamis dalam beberapa waktu terakhir.