|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Dian Erika Nugraheny
JAKARTA - Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun depan, pemerintah akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memanfaatkan jumlah penduduk usia muda yang besar di Indonesia. Hal itu dilakukan lewat pendidikan vokasi, pelatihan, sistem magang, serta perbaikan sstem pendidikan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pemerintah akan bekerjasama dengan dunia usaha untuk memperbaiki kualitas dan produktivitas tenaga kerja Indonesia. Kerjasama itu dilakukan dengan memanfaatkan teknologi dan kegiatan penanaman modal, baik domestik maupun asing.
Meski bekerjasama dengan pihak asing, dia menekankan pemerintah bakal membatasi masuknya tenaga kerja asing (TKA) masuk ke Indonesia. Di mana hanya tenaga kerja asing untuk profesi yang membutuhkan keahlian (skilled jobs) saja.
Mesin Sablon Bantuan PT BSP di Mengkapan Serap Tenaga Kerja Tempatan
KPK Tetapkan Gubri Wahid, Kadis PUPR Riau dan Tenaga Ahli Jadi Tersangka
"Penyerapan teknologi melalui proses produksi dan pengetahuan yang dibawa oleh penanaman modal asing (PMA), sejalan dengan pandangan Fraksi Gerindra untuk membatasi tenaga kerja asing hanya untuk profesi yang membutuhkan keahlian," kata dia dalam Rapat Paripurna di DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019) seperti dilansir economy.okezone.com.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi memang harus bersifat inklusif dan berkualitas sehingga dapat berdampak pada pengurangan pengangguran, penurunan tingkat kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Selain melalui peningkatan SDM, mendorong pertumbuhan ekonomi juga dilakukan dengan pembangunan infrastruktur. Meski telah dilakukan secara masif pada tahun-tahun sebelumnya, ke depan pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan, khususnya pada daerah yang masih tertinggal dalam ketersediaan dan efisiensi infrastruktur dan logistik.