24 Zulhijjah 1441 H / Jumat, 14 Agustus 2020
Dampak Virus Corona
Ramayana Catatkan Kinerja Negatif
pasar | Kamis, 28 Mei 2020
Editor : Des Jamran | Penulis : Ahmad Nabhani
Ramayana Panam, Pekanbaru imbas Covid-19 yang akhirnya ditutup/net

PEKANBARUEXPRESS, JAKARTA – Imbas ditutupnya beberapa gerai akibat pandemi Covid-19, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) catatkan kinerja negatif. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, emiten ritel ini memprediksi pendapatan di kuartal pertama 2020 bisa turun 25% hingga 50% ketimbang periode yang sama tahun 2019 dengan potensi kemerosotan laba bersih lebih dari 75%.

 Meski demikian, pandemi Covid-19 ini tidak berdampak dalam pemenuhan kewajiban keuangan jangka pendek perusahaan tersebut. Upaya perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usaha di tengah kondisi Pandemi Covid-19 adalah dengan mendorong penjualan secara online melalui website, WA, dan partner e-commerce serta fokus pada penjualan supermarket. Ramayana melaporkan telah memutuskan hubungan kerja dengan 421 karyawan. Sedangkan karyawan yang terdampak dengan status lain seperti pemotongan gaji mencapai 2.700 orang sejak Januari hingga saat ini.

 Hingga saat ini, jumlah karyawan tetap dan tidak tetap RALS mencapai 5.475 orang. Kendati kinerja keuangan Ramayana diperkirakan melambat pada kuartal I/2020, analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya meningkatkan rekomendasi saham untuk RALS dari trading buy atau trading beli menjadi hold atau tahan.

”Kami memperkirakan pelambatan kinerja pada kuartal I/2020 telah membuat harga sahamnya bergerak sesuai dengan valuasinya, meskipun ada risiko pandemi Covid-19 yang mungkin akan berlanjut di masa depan,” tulisnya dalam riset, Senin (13/4).

Terlepas dari perlambatan ekonomi pada kuartal IV/2019, sekuritas memperkirakan kinerja keuangan Ramayana juga akan memburuk pada tahun 2020 mengingat adanya penutupan beberapa pusat perbelanjaan yang sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek.

Meskipun Ramayana juga memiliki toko sendiri, perseroan sendiri dilaporkan menutup sementara 15 gerainya pada bulan Maret dan bahkan menutup satu tokonya di Depok dengan mayoritas karyawan diberhentikan.

“Kami percaya dampak dari penutupan toko akan semakin mempengaruhi laba bersih perusahaan karena masih ada beban yang harus dikeluarkan. Saat ini RALS juga sedang berdiskusi dengan beberapa pemilik bangunan, termasuk Jakarta Intiland sebagai perusahan terafiliasi untuk bernegosiasi tentang biaya sewa,” ungkapnya.

 Pendapatan perseroan juga diprediksi bertumbuh tipis pada momentum Idul Fitri tahun ini sejalan dengan perpanjangan status darurat virus corona. Di sisi lain, pemerintah juga mengeluarkan stimulus sosial sebesar Rp110 triliun untuk kebutuhan pokok.

Hal ini akan membuat daya beli konsumen untuk pembelian pakaian melemah namun meningkat untuk pembelian bahan pokok dari lini supermarketnya. Terlebih karena orang yang berbelanja di ritel Ramayana adalah masyarakat menengah ke bawah yang kemungkinan masih akan berbelanja. (Neraca) 



Artikel Terbaru
inhil, Rabu, 12 Agustus 2020

Bupati Indragiri Hilir HM Wardan, Rabu( 12-8/2020)malam kembali terpilih secara aklamasi  menjadi.


pelalawan, Rabu, 12 Agustus 2020
.

bengkalis, Rabu, 12 Agustus 2020
.

pekanbaru, Senin, 10 Agustus 2020

Kasus positif baru di Riau hari ini, Senin (10/8/2020)  terus bertambah sebanyak 41 kasus. Total.


pelalawan, Senin, 10 Agustus 2020

Berdasarkan laporan BMKG Riau stasiun Pekanbaru, Senin (10/8-2020)  Terpantau melalui Satelit .


pelalawan, Senin, 10 Agustus 2020

Personil Polsek Pangkalan Kerinci bersama dengan Satpol PP Kabupaten Pelalawan, turun ke lapangan untuk.


nusantara, Sabtu, 8 Agustus 2020

Pemerintah memutuskan pencairan gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN)/Pegawai Sipil Negara (PNS).


politik, Sabtu, 8 Agustus 2020

Pimpinan sidang pleno Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengetuk.


hukum, Sabtu, 8 Agustus 2020

Penyidik Bareskrim Mabes Polri memutuskan melakukan penahanan terhadap pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi.


pekanbaru, Sabtu, 8 Agustus 2020

PEKANBARUEXPRESS(JAKARTA )--Provinsi Riau, Sabtu (8/8/2020) hari ini ditemukan 50 kasus.