8 Jumadil Akhir 1442 H / Jumat, 22 Januari 2021
Penyebab Baru Virus Corona
Cina Baikot Ikan Salmon, Pukulan bagi Eksportir
pasar | Selasa, 16 Juni 2020
Editor : Pitra Jaya | Penulis : Reni Erina

Pasar buah dan sayuran utama bernama Xinfadi/dtc

PEKANBARUEXPRESS, PEKANBARU- Salmon telah diambil dari rak-rak di supermarket dan platform pengiriman grosir di kota-kota besar China, sementara para ahli  memperingatkan orang-orang untuk tidak mengkonsumsi makanan laut yang kaya omega-3 itu.

Boikot terjadi setelah ketua pasar buah dan sayuran utama bernama Xinfadi, tempat hampir 100 infeksi yang baru terdeteksi, mengatakan bahwa virus itu ditelusuri ke papan pemotong yang digunakan oleh penjual salmon impor seperti dikutip Detik.com.

Zeng Guang, seorang ahli senior di Komisi Kesehatan Nasional, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah pada hari Minggu (14/6), “kami belum mengetahui apakah manusia menularkan virus ke salmon, atau salmon yang tertular virus terlebih dahulu.”Dia memperingatkan warga Beijing untuk tidak makan salmon mentah atau membeli makanan laut impor untuk saat ini.

Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China mengatakan pada hari Minggu (14/6) bahwa virus dapat bertahan hidup di permukaan makanan beku hingga tiga bulan dan bahwa badan tersebut sangat mencurigai barang-barang yang terkontaminasi sebagai sumber wabah terbaru.

Meskipun tidak jelas apakah virus tersebut benar-benar dapat ditularkan melalui makanan beku yang kemudian dicairkan, pengucilan salmon dengan cepat mencerminkan kekhawatiran China yang meningkat atas kebangkitan mendadak kasus di ibukota Beijing, tempat sekitar 20 juta orang penduduk tinggal.

Sekitar 20 kompleks perumahan telah ditutup dan beberapa sekolah ditutup sementara pejabat setempat bekerja cepat untuk melacak orang-orang yang telah mengunjungi atau melakukan kontak dengan pasar Xinfadi.

Boikot salmon menjadi pukulan lain bagi eksportir makanan laut ke China, setelah pandemik virus corona menyebabkan penjualan dalam empat bulan pertama tahun ini turun lebih dari 30 persen. Menurut data bea cukai China, jauh sebelum krisis, empat eksportir terbesar yakni Chili, Norwegia, Australia, dan Kepulauan Faroe Denmark telah melihat permintaan terus tumbuh menjadi 686 juta dollar AS pada tahun lalu karena meningkatnya pendapatan kelas menengah dan peralihan ke diet yang lebih sehat.

Situasi sebaliknya justru terjadi pada saham produsen daging babi, pada hari Senin (15/6), Jiangxi Zhengbang Technology Co melonjak 6,9 persen pada istirahat tengah hari di Shenzhen dan Wens Foodstuffs Group Co naik 3,8 persen. Keduanya mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak April.

Kenaikan itu kemungkinan didorong oleh ekspektasi bahwa permintaan daging akan naik karena konsumen menghindari makanan laut, kata Ken Chen, seorang analis KGI Securities Co di Shanghai. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan April, para peneliti dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan bahwa virus corona tidak diketahui menginfeksi hewan makanan air atau mencemari produk mereka.

“Risiko harus diabaikan dengan penanganan makanan dan sanitasi yang tepat, meskipun permukaannya berpotensi terkontaminasi ketika ditangani oleh orang yang membawa virus”, tulis para ilmuwan termasuk Melba G. Bondad-Reantaso, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (15/6).

 



Artikel Terbaru
kampar | Jumat, 22 Januari 2021

Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. H. Yusri, M. Si membuka rapat teknis pembentukan panitia.


kampar | Jumat, 22 Januari 2021

Bupati Kampar H.Catur Sugeng Susanto SH, didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kampar Drs..


pasar | Jumat, 22 Januari 2021

Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi digital banking melejit 41,53 persen menjadi 513,7.


hukum | Jumat, 22 Januari 2021

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan pihaknya sudah meregistrasi 132 permohonan.


mancanegara | Jumat, 22 Januari 2021

Berbagai peristiwa menarik terjadi di berbagai belahan dunia pada Kamis (21/1-2021) kemarin..


kampar | Jumat, 22 Januari 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH menerima kunjungan pengurus Yayasan Bhakti Tanoto.


riau | Kamis, 21 Januari 2021

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat daerah Riau, Sudarman, Kamis (21/1/2021).


riau | Kamis, 21 Januari 2021

Kasus positif baru Covid-19 di Riau, Kamis (21/1/2021) bertambah sebanyak 137 orang.


nusantara | Kamis, 21 Januari 2021

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.


nusantara | Kamis, 21 Januari 2021

Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan bakal tetap melanjutkan proses.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Pasar buah dan sayuran utama bernama Xinfadi/dtc

Penyebab Baru Virus Corona

Cina Baikot Ikan Salmon, Pukulan bagi Eksportir

pasar | Selasa, 16 Juni 2020
Editor : Pitra Jaya | Penulis : Reni Erina

PEKANBARUEXPRESS, PEKANBARU- Salmon telah diambil dari rak-rak di supermarket dan platform pengiriman grosir di kota-kota besar China, sementara para ahli  memperingatkan orang-orang untuk tidak mengkonsumsi makanan laut yang kaya omega-3 itu.

Boikot terjadi setelah ketua pasar buah dan sayuran utama bernama Xinfadi, tempat hampir 100 infeksi yang baru terdeteksi, mengatakan bahwa virus itu ditelusuri ke papan pemotong yang digunakan oleh penjual salmon impor seperti dikutip Detik.com.

Zeng Guang, seorang ahli senior di Komisi Kesehatan Nasional, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah pada hari Minggu (14/6), “kami belum mengetahui apakah manusia menularkan virus ke salmon, atau salmon yang tertular virus terlebih dahulu.”Dia memperingatkan warga Beijing untuk tidak makan salmon mentah atau membeli makanan laut impor untuk saat ini.

Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China mengatakan pada hari Minggu (14/6) bahwa virus dapat bertahan hidup di permukaan makanan beku hingga tiga bulan dan bahwa badan tersebut sangat mencurigai barang-barang yang terkontaminasi sebagai sumber wabah terbaru.

Meskipun tidak jelas apakah virus tersebut benar-benar dapat ditularkan melalui makanan beku yang kemudian dicairkan, pengucilan salmon dengan cepat mencerminkan kekhawatiran China yang meningkat atas kebangkitan mendadak kasus di ibukota Beijing, tempat sekitar 20 juta orang penduduk tinggal.

Sekitar 20 kompleks perumahan telah ditutup dan beberapa sekolah ditutup sementara pejabat setempat bekerja cepat untuk melacak orang-orang yang telah mengunjungi atau melakukan kontak dengan pasar Xinfadi.

Boikot salmon menjadi pukulan lain bagi eksportir makanan laut ke China, setelah pandemik virus corona menyebabkan penjualan dalam empat bulan pertama tahun ini turun lebih dari 30 persen. Menurut data bea cukai China, jauh sebelum krisis, empat eksportir terbesar yakni Chili, Norwegia, Australia, dan Kepulauan Faroe Denmark telah melihat permintaan terus tumbuh menjadi 686 juta dollar AS pada tahun lalu karena meningkatnya pendapatan kelas menengah dan peralihan ke diet yang lebih sehat.

Situasi sebaliknya justru terjadi pada saham produsen daging babi, pada hari Senin (15/6), Jiangxi Zhengbang Technology Co melonjak 6,9 persen pada istirahat tengah hari di Shenzhen dan Wens Foodstuffs Group Co naik 3,8 persen. Keduanya mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak April.

Kenaikan itu kemungkinan didorong oleh ekspektasi bahwa permintaan daging akan naik karena konsumen menghindari makanan laut, kata Ken Chen, seorang analis KGI Securities Co di Shanghai. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan April, para peneliti dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa menyimpulkan bahwa virus corona tidak diketahui menginfeksi hewan makanan air atau mencemari produk mereka.

“Risiko harus diabaikan dengan penanganan makanan dan sanitasi yang tepat, meskipun permukaannya berpotensi terkontaminasi ketika ditangani oleh orang yang membawa virus”, tulis para ilmuwan termasuk Melba G. Bondad-Reantaso, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (15/6).

 


Artikel Terbaru

kampar | Jumat, 22 Januari 2021

Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. H. Yusri, M. Si membuka rapat teknis pembentukan panitia.


kampar | Jumat, 22 Januari 2021

Bupati Kampar H.Catur Sugeng Susanto SH, didampingi Asisten Administrasi Umum Setda Kampar Drs..


pasar | Jumat, 22 Januari 2021

Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi digital banking melejit 41,53 persen menjadi 513,7.


hukum | Jumat, 22 Januari 2021

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan pihaknya sudah meregistrasi 132 permohonan.


mancanegara | Jumat, 22 Januari 2021

Berbagai peristiwa menarik terjadi di berbagai belahan dunia pada Kamis (21/1-2021) kemarin..


kampar | Jumat, 22 Januari 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH menerima kunjungan pengurus Yayasan Bhakti Tanoto.


riau | Kamis, 21 Januari 2021

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat daerah Riau, Sudarman, Kamis (21/1/2021).


riau | Kamis, 21 Januari 2021

Kasus positif baru Covid-19 di Riau, Kamis (21/1/2021) bertambah sebanyak 137 orang.


nusantara | Kamis, 21 Januari 2021

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.


nusantara | Kamis, 21 Januari 2021

Disaster Victim Identification (DVI) Polri memastikan bakal tetap melanjutkan proses.