8 Safar 1442 H / Sabtu, 26 September 2020
Satu Suspek Covid-19 Inhu Diisolasi di Rumah Sakit
inhu | Kamis, 6 Agustus 2020
Editor : AS | Penulis : AS
Jawalter Situmorang

PEKANBARUEXPRESS (RENGAT)  - Satu orang yang masuk kategori suspek covid-19 di Indragiri Hulu menjalani isolasi mandiri di rumah sakit. Sedangkan 37 orang menjalani isolasi mandiri. Berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Indragiri Hulu Rabu (5/8/2020) terdapat total suspek sebanyak 38 orang. 

Sementara itu, total kasus konfirmasi hingga saat ini berjumlah empat orang dengan rincian yaitu isolasi mandiri nihil, rawat di rumah sakit nihil, sembuh 4 orang, dan meninggal nihil. 

Jawalter selaku Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Inhu, menyebutkan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian corona Virus Disease 2019 (covid-19), saat ini telah digunakan istilah baru dalam kasus covid-19 yakni kasus suspek dan kasus konfirmasi, yang mana istilah yang digunakan pada pedoman sebelumnya adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG).

''Pertama, yang dimaksud dengan kasus suspek adalah seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal," katanya.

ISPA yaitu demam (lebih besar atau sama dengan 38°C) atau riwayat demam; dan disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti batuk/sesak nafas / sakit tenggorokan / pilek / pneumonia ringan hingga berat.  Negara / wilayah transmisi lokal adalah negara/wilayah yang melaporkan adanya kasus konfirmasi yang sumber penularannya berasal dari wilayah yang melaporkan kasus tersebut.

''Kedua, orang  dengan  salah  satu  gejala/tanda  ISPA dan pada  14  hari  terakhir sebelum  timbul  gejala  memiliki  riwayat  kontak  dengan  kasus konfirmasi/probable COVID-19. Ketiga orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang  membutuhkan   perawatan di rumah sakit dan tidak   ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan,'' katanya.

Kasus konfirmasi adalah seseorang yang  dinyatakan  positif  terinfeksi  virus covid-19  yang  dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2 kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)dan kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).***



Artikel Terbaru
pekanbaru, Kamis, 24 September 2020

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru saat ini tengah memburu penyelesaian.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Dengan mengenakan baju tahanan dan tangan diborgol, Wakil Bupati (Wabup)  Bengkalis nonaktif,.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Barang bukti narkotika senilai miliaran rupiah dimusnah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau..


politik, Kamis, 24 September 2020

Pemerintah, KPU dan sejumlah anggota DPR sepakat melanjutkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah bulan.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali.


nusantara, Kamis, 24 September 2020

Pemerintah daerah diminta mewaspadai munculnya klaster penularan selama musim.


kuansing, Kamis, 24 September 2020

Ketua DPRD Kuansing Andi Putra SH MH telah menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai anggota.


pekanbaru, Kamis, 24 September 2020

Penambahan kasus positif baru di Riau, Kamis (24/9/2020) hari ini cukup mengkuatirkan yaitu.


pasar, Kamis, 24 September 2020

Bukalapak terus mendorong dan optimalisasikan peran pajak dalam pembangunan melalui.


pelalawan, Kamis, 24 September 2020

Guna menjaga netralitas, Bupati Pelalawan MH Harris memilih mundur sebagai ketua pemenangan Adi.