6 Safar 1442 H / Kamis, 24 September 2020
Kasus Dugaan Korupsi PMBRW
Jaksa Geledah Kantor Camat Tenayan Raya, Satu Box Kontainer Berisi Dokumen Disita
hukum | Kamis, 3 September 2020
Editor : Putra | Penulis : Lda
Tim Kejaksaan Negeri Pekanbaru membawa sejumlah barang bukti yang disita dari kantor Camat Tenayan Raya. [int]

PEKANBARU - Kantor Camat Tenayan Raya digeledah tim Jaksa dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Kamis (3/9). Penggeledahan ini untuk mencari  dokumen-dokumen terkait dugaan korupsi kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Warga (PMBRW) dan Dana Kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya.

Selama tiga jam, mulai pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB penggeledahan itu dilakukan. Hasilnya, satu box kontainer berisi dokumen-dokumen yang dibutuhkan terkait kegiatan yang bersumber dari APBD Pekanbaru tahun 2019 disita.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Yunius Zega, menjelaskan, penggeledahan dilakukan untuk memastikan dokumen-dokumen terkait kegiatan PMBRW dan Dana Kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya yang didapat dari sejumlah saksi.

"Untuk memastikan dokumen itu benar dan tidak ada penambahan lagi di luar dokumen yang telah ada itu, makanya pada hari ini kami melakukan penggeledahan," ujar Zega.

Zega menambahkan, penggeledahan dilakukan sesuai aturan dan perundang-undangan berlaku, salah satunya adanya surat penetapan dari pengadilan. "Kami tindak lanjuti dengan surat perintah penggeledahan," ucap Zega.

Selama penggeledahan, tim didampingi oleh  Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti. "Kami didampingi Buk Camat," tambah dia.

Zega menambahkan, penanganan perkara telah masuk dalam tahap penyidikan dengan diterbitkannya Surat perintah penyidikan (sprindik) yang ditandatangani oleh Kepala Kejari Pekanbaru, Andi Suharlis, pada medio Juli 2020 lalu. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangannya.

Terkait dokumen yang disita, Zega menyatakan akan memilahnya kembali. "Akan kami sortir, apabila nanti ada yang double terhadap dokumen yang kami punya akan kami kembalikan yang double," tutur dia.

"Apabila tidak, maka akan dijadikan alat bukti dalam perkara ini. Itu akan menjadi bahan kita di persidangan nanti," sambung Zega.

Disinggun terkait nilai kegiatan PMBRW dan Dana Kelurahan di Kecamatan Tenayan Raya, Zega mengaku belulm mengetahui secara pasti. Dia menegaskan, dari penggeledahan itu akan diketahui dana pasti kegiatan.

Dalam kesempatan itu Zega mengatakan, penanganan perkara masih dalam tahap penyidikan umum. Penyidik belum menetapkan tersangka yang dinilai bertanggung jawab dalam perkara ini. (Lnd/Metro)



Artikel Terbaru
pekanbaru, Kamis, 24 September 2020

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru saat ini tengah memburu penyelesaian.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Dengan mengenakan baju tahanan dan tangan diborgol, Wakil Bupati (Wabup)  Bengkalis nonaktif,.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Barang bukti narkotika senilai miliaran rupiah dimusnah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau..


politik, Kamis, 24 September 2020

Pemerintah, KPU dan sejumlah anggota DPR sepakat melanjutkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah bulan.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali.


nusantara, Kamis, 24 September 2020

Pemerintah daerah diminta mewaspadai munculnya klaster penularan selama musim.


kuansing, Kamis, 24 September 2020

Ketua DPRD Kuansing Andi Putra SH MH telah menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai anggota.


pekanbaru, Kamis, 24 September 2020

Penambahan kasus positif baru di Riau, Kamis (24/9/2020) hari ini cukup mengkuatirkan yaitu.


pasar, Kamis, 24 September 2020

Bukalapak terus mendorong dan optimalisasikan peran pajak dalam pembangunan melalui.


pelalawan, Kamis, 24 September 2020

Guna menjaga netralitas, Bupati Pelalawan MH Harris memilih mundur sebagai ketua pemenangan Adi.