8 Safar 1442 H / Sabtu, 26 September 2020
Supriati Maju Tanpa Restu Ketua DPD I Golkar Riau
politikus | Rabu, 9 September 2020
Editor : Putraja | Penulis : Putra
Ins: Supriati.

Pekanbaru - Supriati, kader senior Partai Golkar yang maju Pilkada Indragiri Hulu mengakui maju di Pilkada Indragiri Hulu tanpa surat rekomendasi dari Partai Golkar. Dia menilai, tidak ada persoalan asalkan tidak menggunakan atribut partai.

"Saya kader Golkar, malah dua periode di DPRD Riau. Rasa saya, kader Golkar yang maju (di luar rekomendasi partai) sudah banyak. Asal kita jangan memakai lambang partai. Saya tak usah banyak komentarlah soal itu," kata Supriati yang maju sebagai calon wakil bupati Inhu bersama Irjen Wahyu Adi, Senin (9/9/2020).

Soal izin dari Ketua DPD I Golkar Riau Syamsuar, Supriati mengakui dirinya hanya menyampaikan secara lisan. "Saya sudah menyampaikan melalui Ikhsan (Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Riau). Saya sudah minta izin. Dialah yang akan menyampaikannya.Karena waktu itu pak Syamsuar tak bisa dijumpai, karena beliau sedang tak bisa diganggu atau dijumpai karena sedang persiapan pelantikan Eselon II Pemprov Riau," ucap Supriati seperti dikutip cakaplah.

Supriati menambahkan, jikapun nanti ada sanksi dari Partai Golkar, Supriati mengaku siap menerima konsekuensi tersebut. "Kita siap," tegas Supriati.

Untuk diketahui pasangan Wahyu Adi-Supriati maju Pilkada Inhu dengan didukung empat partai politik yaitu PDI Perjuangan dengan 4 kursi di DPRD, Demokrat 3, PAN 3 dan Perindo 2. Sementara itu Partai Golkar memilih mengusung istri bupati Yopi Arianto, Rezyta Meylani.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau Bidang Pemenangan Pemilu, Ikhsan mengatakan kader Golkar yang maju tanpa menggunakan perahu parpol lain di luar rekomendasi Golkar sudah mengundurkan diri dari kepengururan.

Dua orang kader tersebut adalah Nasarudin yang menjabat Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD I Golkar Riau, dan Supriati yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Tani dan Nelayan DPD I Golkar Riau.

"Nasarudin dan Supriati sudah mengundurkan diri sebagai pengurus. Kalau sebagai kader itu nanti keputusan DPP. Perintah ketum kan jelas, kalau ada kader yang maju di luar garis partai, masuk dulu dalam parkir lah istilahnya. Nanti setelah Pilkada akan dievaluasi," kata Ikhsan, Senin (7/9/2020) lalu.

Untuk diketahui, Nasarudin maju pada Pilkada Pelalawan mendampingi Zukri dengan diusung oleh PDIP, PPP dan PKB. Sementara Golkar mengusung pasangan Adi Sukemi - M Rais di Pilkada Pelalawan.

Supriati maju Pilkada Inhu mendampingi Wahyu Adi dan diusung oleh PDIP, PAN, Demokrat dan Perindo. Sementara itu Golkar mendukung pasangan Rezita Meylani - Djunaidi Rachmat. (*)

 



Artikel Terbaru
pekanbaru, Kamis, 24 September 2020

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru saat ini tengah memburu penyelesaian.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Dengan mengenakan baju tahanan dan tangan diborgol, Wakil Bupati (Wabup)  Bengkalis nonaktif,.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Barang bukti narkotika senilai miliaran rupiah dimusnah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau..


politik, Kamis, 24 September 2020

Pemerintah, KPU dan sejumlah anggota DPR sepakat melanjutkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah bulan.


hukum, Kamis, 24 September 2020

Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali.


nusantara, Kamis, 24 September 2020

Pemerintah daerah diminta mewaspadai munculnya klaster penularan selama musim.


kuansing, Kamis, 24 September 2020

Ketua DPRD Kuansing Andi Putra SH MH telah menyampaikan surat pengunduran dirinya sebagai anggota.


pekanbaru, Kamis, 24 September 2020

Penambahan kasus positif baru di Riau, Kamis (24/9/2020) hari ini cukup mengkuatirkan yaitu.


pasar, Kamis, 24 September 2020

Bukalapak terus mendorong dan optimalisasikan peran pajak dalam pembangunan melalui.


pelalawan, Kamis, 24 September 2020

Guna menjaga netralitas, Bupati Pelalawan MH Harris memilih mundur sebagai ketua pemenangan Adi.