10 Rabiul Awwal 1442 H / Selasa, 27 Oktober 2020
Menggunakan Masker Scuba dan Buff Seperti tak Pakai Masker
nusantara | Minggu, 20 September 2020
Editor : Putrajaya | Penulis : Sulistyawati
Masker Scuba dan Masker Buff

JAKARTA - Penggunaan masker scuba yang saat ini menjadi trend di masyarakat, ternyata justru tidak mampu melindungi pernafasan dari  droplet dan mikrodroplet. Sebab, jenis bahan yang berpori besar membuat pemakaiannya tidak efektif melindungi diri dari penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19).

Menurut anggota Bidang Protokol Tim Mitigasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Eka Ginanjar, mengenakan masker scuba dan buff sama seperti tidak mengenakan masker yang seharusnya berfungsi melindungi pernapasan dari

"Perlindungan buff dan scuba hanya 5 persen, jadi kasarnya ya sama seperti tidak memakai masker," kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (20/9).

Dia mengatakan, masker kain harus memenuhi dua unsur, yakni jenis pori-porinya dan bisa menempel di kulit. Scuba dan buff tidak memenuhi unsur-unsur tersebut sehingga perlindungannya sangat tidak diefektif ketika dikenakan.

Sebab, bahan scuba fleksibel dan elastis sehingga rongga kainnya membesar ketika ditarik. Sementara Buff, dia melanjutkan, memiliki pori-pori besar, dan terbuat dari jenis kain yang tidak bisa menempel di muka sehingga udara masih memungkinkan keluar masuk lewat celah itu.

Menurut dia, memakai masker kain yang baik adalah yang terdiri dari tiga lapisan dan bahan utamanya adalah katun. "Kalau pakai masker kain yang ideal tiga lapis saja perlindungannya bisa 70 sampai 80 persen," katanya.

Lapisan pertama atau terluar adalah katun anti air yang tidak menyerap air untuk menahan cipratan droplet dari luar. Kemudian, lapisan kedua atau bagian tengah adalah katun yang bisa menapis.

Terakhir adalah lapisan ketiga yang terdiri dari katun yang menyerap air karena bisa menyerap cipratan droplet pemakainya. Ia menambahkan, sebenarnya masyarakat bisa membuat sendiri masker ini atau meski hanya dua lapis kemudian dimodifikasi dengan tisu.

"Ini masker ideal ya. Tetapi masyarakat memodifikasinya dengan macam-macam, misalnya memakai kain katun motif batik tetapi hanya satu lapis atau scuba atau buff. Padahal itu tidak efektif," katanya

Sebab, ia menambahkan, ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu pertama jenis kain dan kedua bisa menempel di wajah. Tetapi faktanya, dia melanjutkan, seringkali masker kain ini terlihat tembus pandang karena pori-porinya terlalu besar.

Selain memakai masker dengan benar, ia meminta masyarakat juga menerapkan protokol kesehatan lainnya yaitu menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. "Semua harus dijalankan seiring sejalan karena masker hanya salah satu dari protokol kesehatan 3M," katanya. [ap/]

Sumber: republika.

 



Artikel Terbaru
pekanbaru, Senin, 26 Oktober 2020

Penggunaan masker saat ini masih dianggap sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian yang dapat.


pelalawan, Senin, 26 Oktober 2020

Lobi-lobi yang dilakukan HM Harris sebagai Bupati Pelalawan ke Pemerintah Pusat, telah membuahkan.


hukum, Senin, 26 Oktober 2020
.

nusantara, Senin, 26 Oktober 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah ingin bergerak cepat dalam proses pengadaan vaksin dan.


pekanbaru, Minggu, 25 Oktober 2020

Riau kehilangan wartawan senior, Mohammad Moralis (46). Pemimpin redaksi Riaumandiri.co dan.


pelalawan, Minggu, 25 Oktober 2020

Tak ada hari libur bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan mengesa.


politik, Jumat, 23 Oktober 2020

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta para calon.


nusantara, Jumat, 23 Oktober 2020

Gubernur Riau menyerahkan sebanyak 100 ribu masker ke seluruh Pondok pesantren yang tersebar di kabupaten.


politik, Jumat, 23 Oktober 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar memimpin rapat sosialisasi Undang Undang (UU) Cipta kerja, Kamis.


pekanbaru, Jumat, 23 Oktober 2020

Sebanyak 12 orang anggota Komisi I, DPRD Kabupaten Solok,  Sumatera Barat dan 3 pendamping.