10 Rabiul Awwal 1442 H / Selasa, 27 Oktober 2020
Pengusaha Rental Mobil Tewas di Siak
Tim Forensik Temukan Luka Bekas Tusukan
hukum | Kamis, 24 September 2020
Editor : Putrajaya | Penulis : Lda
Petugas saat berada di lokasi penemuan mayat korban.

PEKANBARU -  Pemilik mobil rental, M Alhadar (28) yang ditemukan tewas di wilayah Siak, dipastikan meninggal akibat tindak pidana atau pembunuhan. Dugaan ini diperkuat dari hasil otopsi tim Forensik dan DVI Polda RIau.
 
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Pekanbaru, AKBP drg Agung Hadi Wijanarko, melalui Kasubbid Dokpol, Kompol Supriyanto, menegaskan, korban memang benar adalah M Alhadar.

"Jenazah yang kami autopsi sudah dalam keadaan mengalami proses pembusukan ini  teridentifikasi atas nama  M Alhadar, 28 tahun. Berdasarkan data propertis dan data medis," jelas Supriyanto, di Pekanbaru, Rabu (23/9).

Menurut Supriyanto, dari hasil pemeriksaan ditemukan ketidakwajaran dalam kematian korban. Ada sejumlah luka di tubuh korban. "Dari fakta pemeriksaan, jenazah tersebut terindikasi tidak wajar atau korban  tindak pidana," kata Supriyanto.

Supriyanto belum bisa menjelaskan secara rinci di mana lokasi luka, dan jenis kekerasan yang menyebabkan meninggalnya korban. Alasannya, kasus masih dalam proses penyelidikan.

"Secara spesifik belum dapat kami jelaskan  mulai lokasi luka, jenis kekerasan dan sebab matinya karena menunggu proses penyelidikan penyidik.  Takut mengganggu proses penyelidikan tersebut," jelas Supriyanto.

Mayat Alhadar ditemukan pertama kali oleh warga bernama Hari Surasman di dalam sumur di Jalan Perawang-Siak, Dusun Sekar Mayang, Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (21/9/2020) pukul 16.00 WIB.

Ketika ditemukan, mayat korban dalam posisi tertelungkup di  sumur dan ditutupi semak-semak.
Sesosok mayat tersebut menggunakan celana pendek di bawah lutut dan baju koko warna coklat tua.

Mirisnya, tangan korban diarahkan ke depan dan diikat dengan tali tambang warna hijau tua. Mulut korban disumpal dengan handuk dan kepala korban ditutup kain celana jenis jeans.

Sebelum dikabarkan hilang, korban mendapat orderan dari seseorang untuk merental mobil korban selama tiga hari ke Koto Gasib pada 14 September 2020.  Namun hingga beberapa hari, korban tak kunjung pulang ke rumahnya.

Terakhir, kendaraan korban terlacak GPS pada 15 September 2020. Setelah itu korban tak bisa dihubungi dan telepon selularnya tidak aktif.

Istri korban, Tutut Winarti,  mengunggah kabar Kehilangan suaminya di media sosial. Ia pun melapor ke Polsek Tenayan Raya pada Minggu (20/9) agar dilakukan penyelidikan hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menegaskan, kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Polres Siak. Polda Riau membackup agar kasus cepat terungkap.

"Polsek Siak dan Jatanras Polda Riau sedang melakukan penyelidikan. Kita berharap, kasus cepat terungkap," tegas Sunarto. (*/Ap)



Artikel Terbaru
pekanbaru, Senin, 26 Oktober 2020

Penggunaan masker saat ini masih dianggap sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian yang dapat.


pelalawan, Senin, 26 Oktober 2020

Lobi-lobi yang dilakukan HM Harris sebagai Bupati Pelalawan ke Pemerintah Pusat, telah membuahkan.


hukum, Senin, 26 Oktober 2020
.

nusantara, Senin, 26 Oktober 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah ingin bergerak cepat dalam proses pengadaan vaksin dan.


pekanbaru, Minggu, 25 Oktober 2020

Riau kehilangan wartawan senior, Mohammad Moralis (46). Pemimpin redaksi Riaumandiri.co dan.


pelalawan, Minggu, 25 Oktober 2020

Tak ada hari libur bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan mengesa.


politik, Jumat, 23 Oktober 2020

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta para calon.


nusantara, Jumat, 23 Oktober 2020

Gubernur Riau menyerahkan sebanyak 100 ribu masker ke seluruh Pondok pesantren yang tersebar di kabupaten.


politik, Jumat, 23 Oktober 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar memimpin rapat sosialisasi Undang Undang (UU) Cipta kerja, Kamis.


pekanbaru, Jumat, 23 Oktober 2020

Sebanyak 12 orang anggota Komisi I, DPRD Kabupaten Solok,  Sumatera Barat dan 3 pendamping.