10 Rabiul Awwal 1442 H / Selasa, 27 Oktober 2020
Barang Bukti Narkotika Senilai Miliaran Dimusnahkan
hukum | Kamis, 24 September 2020
Editor : Putrajaya | Penulis : Lda
Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Kenedy dan sejumlah pejabat saat pemusnahan barang bukti.

Pekanbaru - Barang bukti narkotika senilai miliaran rupiah dimusnah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau. Sebelum dimusnahkan, narkotika terlebih dahulu diuji oleh petugas dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru untuk memastikan barang bukti itu mengandung zat adiktif.

Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Kenedy menjelaskan, jumlah barang bukti yang dimusnah yakni 11.862 gram sabu dan 500 butir pil ekstasi. "Barang bukti sabu dan ekstasi yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan empat kasus. Ada empat tersangka diamankan," ujar Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Kenedy, Kamis (24/9).  

Jenderal bintang satu ini menjelaskan, barang bukti 1 Kg sabu dan 500 butir pil ekstasi disita dari tersangka Af (38), warga Jalan Pemuda, Kelurahan Tirta Siak, Kecamatan Payung Sekaki. Tersangka merupakan mantan narapidana yang baru keluar dari lembaga pemasyarakatan.

Narkotika ini rencananya akan diantarkan tersangka Af ke Minas, Kabupaten Siak. Namun tim BNNP Riau berhasil mencegat tersangka saat melintas dengan sepeda motor di Jalan Laos Arengka II, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru.

Pengungkapan kedua dilakukan di Hotel Novotel, Jalan Riau, Kota Pekanbaru, pada 13 September 2020. Kasus ini terungkap setelah ada laporan dari manejer hotel yang menyebutkan ada benda mencurigakan yang ditinggal pengunjung.

Tim Pemberantasan BNNP Riau langsung menuju TKP dan menemukan 162 gram sabu di salah satu kamar hotel. Namun tamu yang menyewa kamar hotel sudah pergi ke Yogyakarta hingga BNNP Riau berkoordinasi dengan BNNP Yogyakarta. "Dua orang diamankan oleh BNNP Yogyakarta," kata Kenedy.

Dan di hari yang sama, BNNP Riau juga berhasil menggagalkan pengiriman paket berisi narkotika melalui kargo Bandara Sultan Syarif Kasim II. Barang terdeteksi oleh petugas Aviation Security dan ditemukan paket berisi 147 gram sabu. "Satu orang tersangka berinisial RH diamankan di Jalan Arifin Achmad,"  ucap Kennedy.

Kasus ini keempat diungkap personel TNI Angkatan Laut 18 September 2020. Ketika itu berhasil diamankan 1 unit Kapal Pompong Nelayan tanpa nama beserta 2 orang Anak Buah Kapal berinisial SN (31) dan ZN (38) di Perairan Titi Akar, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

"Diamankan 10 bungkus besar dan 2 bungkus kecil berisi sabu dengan berat 10.751 gram. Sabu dibungkus dalam kemasan teh China bertuliskan Guanyinwang dan Chinese Pin,"  jelas Kenedy.

Bandar sabu itu berada di Malaysia. Barang dibawa ke Indonesia melalui riau dengan menggnakan speedboat. BNNP Riau masih melakukan pengembangan terhadap jaringan internasional itu.

Dari empat kasus itu, Kenedy menyebutkan salah satunya diduga dikendalikan oleh seseorang di lembaga pemasyarakat. "Pengendali ada di sana," ungkap Kenedy. [*/lda]



Artikel Terbaru
pekanbaru, Senin, 26 Oktober 2020

Penggunaan masker saat ini masih dianggap sebagai salah satu upaya pencegahan dan pengendalian yang dapat.


pelalawan, Senin, 26 Oktober 2020

Lobi-lobi yang dilakukan HM Harris sebagai Bupati Pelalawan ke Pemerintah Pusat, telah membuahkan.


hukum, Senin, 26 Oktober 2020
.

nusantara, Senin, 26 Oktober 2020

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah ingin bergerak cepat dalam proses pengadaan vaksin dan.


pekanbaru, Minggu, 25 Oktober 2020

Riau kehilangan wartawan senior, Mohammad Moralis (46). Pemimpin redaksi Riaumandiri.co dan.


pelalawan, Minggu, 25 Oktober 2020

Tak ada hari libur bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan mengesa.


politik, Jumat, 23 Oktober 2020

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta para calon.


nusantara, Jumat, 23 Oktober 2020

Gubernur Riau menyerahkan sebanyak 100 ribu masker ke seluruh Pondok pesantren yang tersebar di kabupaten.


politik, Jumat, 23 Oktober 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar memimpin rapat sosialisasi Undang Undang (UU) Cipta kerja, Kamis.


pekanbaru, Jumat, 23 Oktober 2020

Sebanyak 12 orang anggota Komisi I, DPRD Kabupaten Solok,  Sumatera Barat dan 3 pendamping.