15 Rabiul Akhir 1442 H / Selasa, 1 Desember 2020
Bantu Negara-negara Miskin, Bank Dunia Ajukan 12 Miliar Dolar Untuk Pembiayaan Vaksin Covid-19
pasar | Rabu, 30 September 2020
Editor : Apitra Jaya | Penulis : PE/*

Bank Dunia (int)

Artikel Popular

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

PEKANBARUEXPRESS-Bank Dunia berencana menyiapkan pembiayaan vaksin virus corona yang besarnya mencapai 12 miliar dolar AS. Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan pada hari Selasa bahwa rencana tersebut sedang dalam pembahasan dewan.

Pembiayaan itu ditujukan untuk membantu negara-negara miskin dan berkembang dalam mengamankan dosis vaksin yang dibutuhkan, ketika vaksin itu datang dalam beberapa bulan mendatang.

Malpass mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa bagian dari 160 miliar dolar AS dalam pembiayaan bantuan virus corona yang dijanjikan oleh pemberi pinjaman multilateral, ditujukan untuk membantu negara-negara mendapatkan dan mendistribusikan vaksin lebih awal ke perawatan kesehatan dan pekerja penting lainnya serta memperluas produksi global.

Dia berharap dewan bisa segera mempertimbangkan rencana tersebut pada awal Oktober. Persaingan untuk mendapatkan vaksin virus corona cukup sengit, bahkan sejak beberapa bulan sebelum persetujuan. Negara-negara kaya telah bergerak cepat untuk mengamankan pasokan. Pemerintah AS telah berjanji lebih dari 3 miliar dolar AS untuk mengamankan ratusan juta dosis vaksin yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc AZN.L dari Inggris dan oleh raksasa obat AS Pfizer Inc PFE.N dan BioNTech SE 22UAy.F Jerman, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/9). Malpass mengatakan rencana Bank Dunia bertujuan untuk menempatkan negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah, agar bisa sejajar dengan negara-negara kaya dalam mendapatkan vaksin. Juga menjamin negara-negara tersebut memiliki pembiayaan untuk mengamankan pasokan dan sistem distribusinya, yang akan mendorong pembuat obat untuk memenuhi permintaan mereka. Tanpa persediaan vaksin, banyak dari negara-negara ini berisiko mengalami keruntuhan ekonomi yang akan mendorong ratusan juta orang kembali ke dalam kemiskinan.

“Tujuan kami adalah mengubah jalannya pandemi di negara-negara berkembang berpenghasilan rendah dan menengah,” kata Malpass. “Ini adalah sinyal pasar bagi pabrikan bahwa akan ada pembiayaan yang tersedia untuk negara berkembang dan akan ada permintaan. Kami akan mulai meminta produsen untuk mulai membuat alokasi untuk negara-negara ini.”

Bank Dunia telah meminta kesadaran dari negara-negara kaya yang memiliki persediaan dosis yang berlebihan agar bisa melepaskan persediaan itu dan mendistribusikannya kepada negara-negara miskin. Ini demi tercapainya keadilan bagi semua masyarakat yang membutuhkan. Bank Dunia juga memiliki program menyalurkan dana hibah atau pinjaman ke negara-negara miskin.

sumber: rmol.id



Artikel Terbaru
hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur | LAM Riau Apresiasi dan Dukung Kinerja KPU |

Bank Dunia (int)

Bantu Negara-negara Miskin, Bank Dunia Ajukan 12 Miliar Dolar Untuk Pembiayaan Vaksin Covid-19

pasar | Rabu, 30 September 2020
Editor : Apitra Jaya | Penulis : PE/*

PEKANBARUEXPRESS-Bank Dunia berencana menyiapkan pembiayaan vaksin virus corona yang besarnya mencapai 12 miliar dolar AS. Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan pada hari Selasa bahwa rencana tersebut sedang dalam pembahasan dewan.

Pembiayaan itu ditujukan untuk membantu negara-negara miskin dan berkembang dalam mengamankan dosis vaksin yang dibutuhkan, ketika vaksin itu datang dalam beberapa bulan mendatang.

Malpass mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara eksklusif bahwa bagian dari 160 miliar dolar AS dalam pembiayaan bantuan virus corona yang dijanjikan oleh pemberi pinjaman multilateral, ditujukan untuk membantu negara-negara mendapatkan dan mendistribusikan vaksin lebih awal ke perawatan kesehatan dan pekerja penting lainnya serta memperluas produksi global.

Dia berharap dewan bisa segera mempertimbangkan rencana tersebut pada awal Oktober. Persaingan untuk mendapatkan vaksin virus corona cukup sengit, bahkan sejak beberapa bulan sebelum persetujuan. Negara-negara kaya telah bergerak cepat untuk mengamankan pasokan. Pemerintah AS telah berjanji lebih dari 3 miliar dolar AS untuk mengamankan ratusan juta dosis vaksin yang sedang dikembangkan oleh AstraZeneca Plc AZN.L dari Inggris dan oleh raksasa obat AS Pfizer Inc PFE.N dan BioNTech SE 22UAy.F Jerman, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/9). Malpass mengatakan rencana Bank Dunia bertujuan untuk menempatkan negara-negara miskin dan berpenghasilan menengah, agar bisa sejajar dengan negara-negara kaya dalam mendapatkan vaksin. Juga menjamin negara-negara tersebut memiliki pembiayaan untuk mengamankan pasokan dan sistem distribusinya, yang akan mendorong pembuat obat untuk memenuhi permintaan mereka. Tanpa persediaan vaksin, banyak dari negara-negara ini berisiko mengalami keruntuhan ekonomi yang akan mendorong ratusan juta orang kembali ke dalam kemiskinan.

“Tujuan kami adalah mengubah jalannya pandemi di negara-negara berkembang berpenghasilan rendah dan menengah,” kata Malpass. “Ini adalah sinyal pasar bagi pabrikan bahwa akan ada pembiayaan yang tersedia untuk negara berkembang dan akan ada permintaan. Kami akan mulai meminta produsen untuk mulai membuat alokasi untuk negara-negara ini.”

Bank Dunia telah meminta kesadaran dari negara-negara kaya yang memiliki persediaan dosis yang berlebihan agar bisa melepaskan persediaan itu dan mendistribusikannya kepada negara-negara miskin. Ini demi tercapainya keadilan bagi semua masyarakat yang membutuhkan. Bank Dunia juga memiliki program menyalurkan dana hibah atau pinjaman ke negara-negara miskin.

sumber: rmol.id


Artikel Terbaru

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.