15 Rabiul Akhir 1442 H / Selasa, 1 Desember 2020
KESEHATAN
Stress, Bisa Pemicu Vagina Gatal, Ini Cara Mengatasinya
wanita | Minggu, 18 Oktober 2020
Editor : Moli Wahyuni | Penulis : PE*

ilustasi ;Vagina Gatal/ int

Artikel Popular

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Vagina gatal dapat menjadi gejala iritasi, infeksi jamur atau bakteri, bahkan gejala penyakit berbahaya. Penggunaan bahan kimia, infeksi, penyakit menular seksual, hingga stres bisa menjadi penyebabnya. Simak beberapa langkah untuk mengatasi dan cara pencegahannya.

Vagina gatal adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak hingga dewasa dan cenderung tidak berbahaya. Namun jika situasi ini berlanjut hingga lebih dari beberapa hari atau disertai gejala lain, maka dianjurkan segera diperiksakan ke dokter.

Penyebab Vagina Gatal yang Perlu Anda Ketahui

Gatal pada vagina dapat terjadi karena satu atau kombinasi beberapa penyebab. Oleh karena itu, maka dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi apa penyebab pastinya. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum yang dapat terjadi, di antaranya:

1. Penggunaan bahan kimia
Gatal dapat disebabkan iritasi vagina akibat bahan-bahan kimia yang terdapat dalam kondom, krim, sabun, tisu, atau pembalut yang digunakan.

2. Infeksi jamur
Disebut juga kandidiasis vagina. Yaitu infeksi jamur yang tumbuh berlebihan pada vagina dan vulva. Infeksi ini lebih berisiko terjadi saat wanita sedang hamil, menggunakan antibiotik, aktif berhubungan seksual, dan ketika sistem kekebalan tubuhnya sedang melemah. Selain gatal, jamur akan menyebabkan vagina mengeluarkan cairan putih dan kental.

3. Vaginosis bakteri
Keberadaan bakteri-bakteri sehat pada vagina adalah hal yang normal. Namun bakteri jahat dapat menyebabkan infeksi dan rasa gatal. Selain gatal, umumnya vaginosis bakteri diiringi gejala seperti rasa perih, serta keluarnya cairan dan bau tidak sedap dari vagina.

4. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Herpes, klamidia, trikomoniasis, dan gonore adalah beberapa jenis PMS yang dapat menyebabkan vagina gatal.

5. Menopause
Turunnya produksi estrogen di akhir masa reproduksi wanita dapat menyebabkan dinding vagina menipis dan mengering, sehingga menyebabkan terjadinya iritasi dan vagina gatal. Selain pada menopause, kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita yang sedang menyusui.

6. Lichen sklerosis
Bercak putih pada kulit sekitar kemaluan. Kondisi yang jarang terjadi ini umumnya dialami wanita pascamenopause. Penyakit kulit lain seperti eksim dan psoriasis juga dapat menyebabkan gatal.

7. Kanker vulva
Gatal juga dapat menjadi gejala kanker pada organ intim wanita, tepatnya kanker vulva. Bila vagina gatal yang Anda alami disebabkan oleh kanker vulva, maka Anda harus melalui serangkaian perawatan dan pengobatan. Pada kondisi ini, mungkin dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi pengangkatan kanker, tergantung stadium yang Anda alami.

Biaya pengangkatan kanker memang relatif mahal dan mungkin prosedur ini belum tentu ditanggung oleh asuransi kesehatan. Sebelum mengambil langkah tersebut, sebaiknya Anda tanyakan terlebih dahulu dengan dokter apa kelebihan dan kekurangan dari pengangkatan kanker. Saat ini, terdapat asuransi kesehatan yang menyediakan layanan chat gratis bersama dengan dokter spesialis, yang bisa Anda gunakan kapan saja.

8. Stres
Meski jarang terjadi, namun kondisi emosional yang tidak stabil dapat menyebabkan sistem kekebalan menurun sehingga membuat tubuh lebih berisiko mengalami gatal dan iritasi.

Gatal di area kewanitaan tidak bisa dianggap sepele. Bila vagina Anda terasa sangat gatal tidak tertahankan, dan Anda belum memiliki waktu luang untuk berobat ke dokter, Anda bisa, lho, berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis melalui aplikasi Alodokter.

Aplikasi ini bisa dengan mudah Anda unduh melalui App Store dan Google Play. Jangan sembarang garuk atau minum obat-obatan yang belum bisa dipercaya keampuhannya guna mengatasi gatal di area vagina.

Waspadai Gejala Ini
Iritasi pada vagina umumnya dapat membaik dengan sendirinya. Jika tidak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Segera ke dokter terutama jika gatal pada vagina disertai gejala-gejala berikut:

-Keluarnya cairan tidak normal dari vagina.
-Bisul atau luka seperti sariawan pada vulva.
-Sulit atau terasa perih saat buang air kecil.
-Gejala-gejala tidak normal lain yang tetap ada hingga lebih dari satu minggu.
-Gatal disertai pendarahan dan pembengkakan.

Mengatasi dan Mencegah Vagina Gatal
Dokter akan melakukan penelusuran riwayat keluhan, pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan dalam, dan menganjurkan pemeriksaan tambahan, seperti  tes darah, urine, pemeriksaan cairan vagina, dan pap smear untuk menentukan diagnosis penyakit. Vagina gatal akan ditangani secara berbeda, tergantung dari jenis penyebabnya. Antara lain:

Infeksi menular seksual ditangani dengan antibiotik.

Jamur pada vagina ditangani dengan obat-obatan antijamur yang dikonsumsi dengan diminum atau krim yang dioleskan pada vagina. Obat antijamur dalam sediaan tertentu juga dapat diberikan melalui vagina.
Gatal yang disebabkan menopause ditangani dengan krim atau tablet estrogen. Krim atau losion estrogen kadang digunakan untuk mengatasi gatal dan inflamasi. Obat-obatan antihistamin digunakan untuk menangani gatal akibat alergi.

Ada cara untuk mencegah datangnya gatal-gatal di vagina atau menangani jika gejala ini muncul. Selain untuk wanita dewasa, cara ini juga bisa diajarkan pada anak-anak dan remaja putri.

-Hindari penggunaan tisu, pembalut, pantyliner, juga pembersih organ kewanitaan yang mengandung pewangi.

-Untuk membersihkan area kewanitaan, cukup gunakan air bersih dan sabun biasa tanpa pewangi. Hal ini cukup dilakukan sekali dalam sehari. Membersihkannya lebih dari sekali akan membuat vagina kering.

-Setelah buang air besar, bersihkan anus dari depan ke belakang, dan bukan sebaliknya.  

-Penggunaan tisu toilet setelah buang air kecil juga sebaiknya diusapkan dari arah vagina ke anus.

-Remaja dan wanita dewasa disarankan untuk mengganti pembalut sesering mungkin sesuai kebutuhan.
-Ganti celana dalam tiap hari. Celana dari bahan katun lebih sehat daripada bahan sintetis seperti nilon.
-Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah penyakit menular seksual.
-Hindari berhubungan seksual ketika vagina masih terasa gatal.
-Meski vagina terasa gatal, hindari untuk menggaruknya.
Segera ganti pakaian olahraga, terutama baju renang, segera setelah selesai berolahraga.
Sebisa mungkin minimalisasi penggunaan celana atau rok ketat.
Secara keseluruhan, vagina gatal umumnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan organ intim. Jika merasakan gatal yang berkelanjutan, sering kambuh, atau terdapat gejala-gejala yang perlu diwaspadai, segera periksakan ke dokter.

Sumber: Alodokter



Artikel Terbaru
hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur | LAM Riau Apresiasi dan Dukung Kinerja KPU |

ilustasi ;Vagina Gatal/ int

KESEHATAN

Stress, Bisa Pemicu Vagina Gatal, Ini Cara Mengatasinya

wanita | Minggu, 18 Oktober 2020
Editor : Moli Wahyuni | Penulis : PE*

Vagina gatal dapat menjadi gejala iritasi, infeksi jamur atau bakteri, bahkan gejala penyakit berbahaya. Penggunaan bahan kimia, infeksi, penyakit menular seksual, hingga stres bisa menjadi penyebabnya. Simak beberapa langkah untuk mengatasi dan cara pencegahannya.

Vagina gatal adalah kondisi yang umum terjadi pada anak-anak hingga dewasa dan cenderung tidak berbahaya. Namun jika situasi ini berlanjut hingga lebih dari beberapa hari atau disertai gejala lain, maka dianjurkan segera diperiksakan ke dokter.

Penyebab Vagina Gatal yang Perlu Anda Ketahui

Gatal pada vagina dapat terjadi karena satu atau kombinasi beberapa penyebab. Oleh karena itu, maka dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi apa penyebab pastinya. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum yang dapat terjadi, di antaranya:

1. Penggunaan bahan kimia
Gatal dapat disebabkan iritasi vagina akibat bahan-bahan kimia yang terdapat dalam kondom, krim, sabun, tisu, atau pembalut yang digunakan.

2. Infeksi jamur
Disebut juga kandidiasis vagina. Yaitu infeksi jamur yang tumbuh berlebihan pada vagina dan vulva. Infeksi ini lebih berisiko terjadi saat wanita sedang hamil, menggunakan antibiotik, aktif berhubungan seksual, dan ketika sistem kekebalan tubuhnya sedang melemah. Selain gatal, jamur akan menyebabkan vagina mengeluarkan cairan putih dan kental.

3. Vaginosis bakteri
Keberadaan bakteri-bakteri sehat pada vagina adalah hal yang normal. Namun bakteri jahat dapat menyebabkan infeksi dan rasa gatal. Selain gatal, umumnya vaginosis bakteri diiringi gejala seperti rasa perih, serta keluarnya cairan dan bau tidak sedap dari vagina.

4. Penyakit Menular Seksual (PMS)
Herpes, klamidia, trikomoniasis, dan gonore adalah beberapa jenis PMS yang dapat menyebabkan vagina gatal.

5. Menopause
Turunnya produksi estrogen di akhir masa reproduksi wanita dapat menyebabkan dinding vagina menipis dan mengering, sehingga menyebabkan terjadinya iritasi dan vagina gatal. Selain pada menopause, kondisi ini juga dapat terjadi pada wanita yang sedang menyusui.

6. Lichen sklerosis
Bercak putih pada kulit sekitar kemaluan. Kondisi yang jarang terjadi ini umumnya dialami wanita pascamenopause. Penyakit kulit lain seperti eksim dan psoriasis juga dapat menyebabkan gatal.

7. Kanker vulva
Gatal juga dapat menjadi gejala kanker pada organ intim wanita, tepatnya kanker vulva. Bila vagina gatal yang Anda alami disebabkan oleh kanker vulva, maka Anda harus melalui serangkaian perawatan dan pengobatan. Pada kondisi ini, mungkin dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan operasi pengangkatan kanker, tergantung stadium yang Anda alami.

Biaya pengangkatan kanker memang relatif mahal dan mungkin prosedur ini belum tentu ditanggung oleh asuransi kesehatan. Sebelum mengambil langkah tersebut, sebaiknya Anda tanyakan terlebih dahulu dengan dokter apa kelebihan dan kekurangan dari pengangkatan kanker. Saat ini, terdapat asuransi kesehatan yang menyediakan layanan chat gratis bersama dengan dokter spesialis, yang bisa Anda gunakan kapan saja.

8. Stres
Meski jarang terjadi, namun kondisi emosional yang tidak stabil dapat menyebabkan sistem kekebalan menurun sehingga membuat tubuh lebih berisiko mengalami gatal dan iritasi.

Gatal di area kewanitaan tidak bisa dianggap sepele. Bila vagina Anda terasa sangat gatal tidak tertahankan, dan Anda belum memiliki waktu luang untuk berobat ke dokter, Anda bisa, lho, berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis melalui aplikasi Alodokter.

Aplikasi ini bisa dengan mudah Anda unduh melalui App Store dan Google Play. Jangan sembarang garuk atau minum obat-obatan yang belum bisa dipercaya keampuhannya guna mengatasi gatal di area vagina.

Waspadai Gejala Ini
Iritasi pada vagina umumnya dapat membaik dengan sendirinya. Jika tidak, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Segera ke dokter terutama jika gatal pada vagina disertai gejala-gejala berikut:

-Keluarnya cairan tidak normal dari vagina.
-Bisul atau luka seperti sariawan pada vulva.
-Sulit atau terasa perih saat buang air kecil.
-Gejala-gejala tidak normal lain yang tetap ada hingga lebih dari satu minggu.
-Gatal disertai pendarahan dan pembengkakan.

Mengatasi dan Mencegah Vagina Gatal
Dokter akan melakukan penelusuran riwayat keluhan, pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan dalam, dan menganjurkan pemeriksaan tambahan, seperti  tes darah, urine, pemeriksaan cairan vagina, dan pap smear untuk menentukan diagnosis penyakit. Vagina gatal akan ditangani secara berbeda, tergantung dari jenis penyebabnya. Antara lain:

Infeksi menular seksual ditangani dengan antibiotik.

Jamur pada vagina ditangani dengan obat-obatan antijamur yang dikonsumsi dengan diminum atau krim yang dioleskan pada vagina. Obat antijamur dalam sediaan tertentu juga dapat diberikan melalui vagina.
Gatal yang disebabkan menopause ditangani dengan krim atau tablet estrogen. Krim atau losion estrogen kadang digunakan untuk mengatasi gatal dan inflamasi. Obat-obatan antihistamin digunakan untuk menangani gatal akibat alergi.

Ada cara untuk mencegah datangnya gatal-gatal di vagina atau menangani jika gejala ini muncul. Selain untuk wanita dewasa, cara ini juga bisa diajarkan pada anak-anak dan remaja putri.

-Hindari penggunaan tisu, pembalut, pantyliner, juga pembersih organ kewanitaan yang mengandung pewangi.

-Untuk membersihkan area kewanitaan, cukup gunakan air bersih dan sabun biasa tanpa pewangi. Hal ini cukup dilakukan sekali dalam sehari. Membersihkannya lebih dari sekali akan membuat vagina kering.

-Setelah buang air besar, bersihkan anus dari depan ke belakang, dan bukan sebaliknya.  

-Penggunaan tisu toilet setelah buang air kecil juga sebaiknya diusapkan dari arah vagina ke anus.

-Remaja dan wanita dewasa disarankan untuk mengganti pembalut sesering mungkin sesuai kebutuhan.
-Ganti celana dalam tiap hari. Celana dari bahan katun lebih sehat daripada bahan sintetis seperti nilon.
-Gunakan kondom saat berhubungan seksual untuk mencegah penyakit menular seksual.
-Hindari berhubungan seksual ketika vagina masih terasa gatal.
-Meski vagina terasa gatal, hindari untuk menggaruknya.
Segera ganti pakaian olahraga, terutama baju renang, segera setelah selesai berolahraga.
Sebisa mungkin minimalisasi penggunaan celana atau rok ketat.
Secara keseluruhan, vagina gatal umumnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan organ intim. Jika merasakan gatal yang berkelanjutan, sering kambuh, atau terdapat gejala-gejala yang perlu diwaspadai, segera periksakan ke dokter.

Sumber: Alodokter


Artikel Terbaru

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.