15 Rabiul Akhir 1442 H / Selasa, 1 Desember 2020
Kreativitas Dimasa Pandemi, Budidaya Anggur Jadi Pilihan
pasar | Rabu, 21 Oktober 2020
Editor : Putrajaya | Penulis : Putrajaya

Sarmizon bersama sejumlah bibit anggur. [Ist]

Artikel Popular

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

KETERBATASAN melakukan kegiatan menjadi salah satu masalah yang timbul sejak mewabahnya virus covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah telah menyebabkan jutaan orang di seluruh dunia, harus kehilangan mata pencarian.

Kondisi inilah yang dirasakan Sarmizon sejak beberapa bulan belakangan, terutama sejak wabah covid-19 merebak, pria ini terpaksa harus meninggalkan profesinya sebagai driver ojek online. Padahal pekerjaan ini sudah dijalani selama beberapa tahun.

“Semuanya harus tetap disyukuri,” ucap Mizon.

Sejak berhenti mengaspal di jalan, otomatis pemasukan juga terhenti. Dan berbekal ilmu dari rekan-rekan sesama driver, pria 47 tahun ini, mulai alih profesi menjadi pembudidaya tanaman anggur.

Sebagai tahap awal, pria yang akrab disapa Ajo ini, mulai mengembangkan bibit dalam jumlah kecil. Dengan memanfaatkan tanah kosong di depan rumahnya di Jalan Purwodadi, Panam, Pekanbaru, bibit yang sebagian diperoleh dari rekan-rekannya itu, mulai dikembangkan.

Agar proses tumbuh kembangnya cepat, tidak jarang dia harus mencari batang anggur yang dibuang pemiliknya. Menurut dia, batang-batang ini bisa dimanfaatkan sebagai batang induk saat proses okulasi bibit.

“Ini tujuan agar bibit mendapat pasokan makanan yang cukup,” kata Ajo.
 
Hasil dari usahanya itu, kini dia telah memiliki ratusan bibit anggur hasil okulasi. Jenisnya pun beragam. Diantaranya Akademik, Dixon, Brazil, Banana, Oscar, Carnival, Ninel, Jupiter dan beberapa jenis lainnya.  Sebagian besar, bibit-bibit ini diperolehnya dengan cara dibarter. Sebagian lagi dibeli, bahkan ada juga yang di import dari Ukraina.

“Kadang  kita dibarter sama kawan-kawan. Tapi ada juga yang dibeli,” ucap Ajo.

Sebagai petani anggur yang belajar secara otodidak, dan dengan lahan yang juga minimalias, pendapatannya memang tidak bisa disandingkan dengan petani-petani lain yang sudah lebih dulu menekuni kegiatan ini.

Meski baru beberapa bulan, penghasilan sebagai pembudidaya bibit anggur rumahan, terbilang lumayan. Tak hanya itu, resiko terpapar covid-19 juga sangat kecil, karena lebih banyak bekerja di rumah dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain seperti saat dirinya menjadi driver ojek online. Anda tertarik membudidayakan anggur ?  Silahkan menghubungi Sarmizon di nomor 0813657554392. (*)



Artikel Terbaru
hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur | LAM Riau Apresiasi dan Dukung Kinerja KPU |

Sarmizon bersama sejumlah bibit anggur. [Ist]

Kreativitas Dimasa Pandemi, Budidaya Anggur Jadi Pilihan

pasar | Rabu, 21 Oktober 2020
Editor : Putrajaya | Penulis : Putrajaya

KETERBATASAN melakukan kegiatan menjadi salah satu masalah yang timbul sejak mewabahnya virus covid-19. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah telah menyebabkan jutaan orang di seluruh dunia, harus kehilangan mata pencarian.

Kondisi inilah yang dirasakan Sarmizon sejak beberapa bulan belakangan, terutama sejak wabah covid-19 merebak, pria ini terpaksa harus meninggalkan profesinya sebagai driver ojek online. Padahal pekerjaan ini sudah dijalani selama beberapa tahun.

“Semuanya harus tetap disyukuri,” ucap Mizon.

Sejak berhenti mengaspal di jalan, otomatis pemasukan juga terhenti. Dan berbekal ilmu dari rekan-rekan sesama driver, pria 47 tahun ini, mulai alih profesi menjadi pembudidaya tanaman anggur.

Sebagai tahap awal, pria yang akrab disapa Ajo ini, mulai mengembangkan bibit dalam jumlah kecil. Dengan memanfaatkan tanah kosong di depan rumahnya di Jalan Purwodadi, Panam, Pekanbaru, bibit yang sebagian diperoleh dari rekan-rekannya itu, mulai dikembangkan.

Agar proses tumbuh kembangnya cepat, tidak jarang dia harus mencari batang anggur yang dibuang pemiliknya. Menurut dia, batang-batang ini bisa dimanfaatkan sebagai batang induk saat proses okulasi bibit.

“Ini tujuan agar bibit mendapat pasokan makanan yang cukup,” kata Ajo.
 
Hasil dari usahanya itu, kini dia telah memiliki ratusan bibit anggur hasil okulasi. Jenisnya pun beragam. Diantaranya Akademik, Dixon, Brazil, Banana, Oscar, Carnival, Ninel, Jupiter dan beberapa jenis lainnya.  Sebagian besar, bibit-bibit ini diperolehnya dengan cara dibarter. Sebagian lagi dibeli, bahkan ada juga yang di import dari Ukraina.

“Kadang  kita dibarter sama kawan-kawan. Tapi ada juga yang dibeli,” ucap Ajo.

Sebagai petani anggur yang belajar secara otodidak, dan dengan lahan yang juga minimalias, pendapatannya memang tidak bisa disandingkan dengan petani-petani lain yang sudah lebih dulu menekuni kegiatan ini.

Meski baru beberapa bulan, penghasilan sebagai pembudidaya bibit anggur rumahan, terbilang lumayan. Tak hanya itu, resiko terpapar covid-19 juga sangat kecil, karena lebih banyak bekerja di rumah dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain seperti saat dirinya menjadi driver ojek online. Anda tertarik membudidayakan anggur ?  Silahkan menghubungi Sarmizon di nomor 0813657554392. (*)


Artikel Terbaru

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.