15 Rabiul Akhir 1442 H / Selasa, 1 Desember 2020
Gubri Bagikan 100 Ribu Masker ke Pondok Pesantren
nusantara | Jumat, 23 Oktober 2020
Editor : Red | Penulis : Putrajaya

Gubernur menyerahkan masker kepada pengurus Pondok Pesantren. (*/Pemprov)

Artikel Popular

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

PEKANBARU – Gubernur Riau menyerahkan sebanyak 100 ribu masker ke seluruh Pondok pesantren yang tersebar di kabupaten dan kota di Riau. Langkah ini dilakukan gubernur sebagai upaya pencegahaan penyebaran virus Covid-19 yang melanda Indonesia.
 
"Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami, yang mana kami ketahui jumlah pondok pesantren di Provinsi Riau sebanyak 308 pondok pesantren, bahkan saat ini masih ada penambahan lagi sebanyak 50 lebih," ungkap Syamsuar, di Kediaman Gubri, Kamis (22/10/2020).

Gubernur mengakui,  wabah Covid-19 sangat mempengaruhi ekonomi-sosial masyarakat. Diantaranya yakni sektor pendidikan, kesehatan dan berhubungan dengan jalin silaturahmi serta ibadah yang terganggu oleh Covid-19.

"Kita tahu bahwa ekonomi kita sekarang tidak seperti biasanya," ungkapnya saat memberikan sambutan sebelum pelaksanaan Zikir Akbar dan Berdoa Bersama.

Karena itu, kata gubernur, saat ini pemerintah terus berupaya menekan penularan Covid-19, serta menekan angka pasein terkonfirmasi Covid-19. "Pemerintah berupaya untuk meningkatkan angka kesembuhan terhadap warga kita di Riau yang terkonfrimasi Covid-19.," katanya.

Syamsuar mengakui, upaya menekan penyebaran covid-19 tidak cukup hanya dengan ajakan dan imbauan saja. Akan tetapi, harus juga dibarengi dengan tindakan.

"Karena itu saat ini pemerintah sudah mulai menertibkan terhadap masyarakat-masyarakat kita yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini memang cara kita untuk membatasi dan memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara melakukan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," pungkasnya.  


7 Standar Ideal Pesantren
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan perlu standarisasi untuk mencapai Ponpes yang ideal. Menurutnya, ada 7standar yang harus dimiliki pondok pesantren guna terwujudnya fungsi pesantren yang baik.

"Serta, sebagai bagian yang terlibat dalam proses perubahan sosial ditengah perubahan yang terjadi," ungkap gubernur.
 
Tujuh standar ideal pesantren tersebut menurut Gubernur yakni, pertama; memiliki penataan lingkungan pondok pesantren yang asri. Kedua, standarisasi kualitas ustad atau kiyai pondok pesantren.

Ketiga, adanya pembentukan halaqah ilmu santri pondok pesantren. Keempat, praktek ibadah di lingkungan pondok pesantren. Kelima, pengabdian masyarakat sekitar pondok pesantren. Keenam, mengoptimalisasi fungsi perpustakaan. Ketujuh, melakukan kerja sama dengan lembaga eksternal seperti Dinas Kesehatan, Polisi Resor, Dinas Sosial dan lain-lain.

"Pendidikan Islam di pesantren mengajarkan Islam yang moderat, tidak ekstrim-radikal dan tidak ekstrim-liberal. Serta menghargai keragaman agama, budaya, dan etnis yang diarahkan dalam rangka saling mengenal, bukan saling membenci atau memusuhi," pungkasnya. (*/Ap)



Artikel Terbaru
hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur | LAM Riau Apresiasi dan Dukung Kinerja KPU |

Gubernur menyerahkan masker kepada pengurus Pondok Pesantren. (*/Pemprov)

Gubri Bagikan 100 Ribu Masker ke Pondok Pesantren

nusantara | Jumat, 23 Oktober 2020
Editor : Red | Penulis : Putrajaya

PEKANBARU – Gubernur Riau menyerahkan sebanyak 100 ribu masker ke seluruh Pondok pesantren yang tersebar di kabupaten dan kota di Riau. Langkah ini dilakukan gubernur sebagai upaya pencegahaan penyebaran virus Covid-19 yang melanda Indonesia.
 
"Merupakan suatu kebahagiaan bagi kami, yang mana kami ketahui jumlah pondok pesantren di Provinsi Riau sebanyak 308 pondok pesantren, bahkan saat ini masih ada penambahan lagi sebanyak 50 lebih," ungkap Syamsuar, di Kediaman Gubri, Kamis (22/10/2020).

Gubernur mengakui,  wabah Covid-19 sangat mempengaruhi ekonomi-sosial masyarakat. Diantaranya yakni sektor pendidikan, kesehatan dan berhubungan dengan jalin silaturahmi serta ibadah yang terganggu oleh Covid-19.

"Kita tahu bahwa ekonomi kita sekarang tidak seperti biasanya," ungkapnya saat memberikan sambutan sebelum pelaksanaan Zikir Akbar dan Berdoa Bersama.

Karena itu, kata gubernur, saat ini pemerintah terus berupaya menekan penularan Covid-19, serta menekan angka pasein terkonfirmasi Covid-19. "Pemerintah berupaya untuk meningkatkan angka kesembuhan terhadap warga kita di Riau yang terkonfrimasi Covid-19.," katanya.

Syamsuar mengakui, upaya menekan penyebaran covid-19 tidak cukup hanya dengan ajakan dan imbauan saja. Akan tetapi, harus juga dibarengi dengan tindakan.

"Karena itu saat ini pemerintah sudah mulai menertibkan terhadap masyarakat-masyarakat kita yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini memang cara kita untuk membatasi dan memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan cara melakukan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," pungkasnya.  


7 Standar Ideal Pesantren
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan perlu standarisasi untuk mencapai Ponpes yang ideal. Menurutnya, ada 7standar yang harus dimiliki pondok pesantren guna terwujudnya fungsi pesantren yang baik.

"Serta, sebagai bagian yang terlibat dalam proses perubahan sosial ditengah perubahan yang terjadi," ungkap gubernur.
 
Tujuh standar ideal pesantren tersebut menurut Gubernur yakni, pertama; memiliki penataan lingkungan pondok pesantren yang asri. Kedua, standarisasi kualitas ustad atau kiyai pondok pesantren.

Ketiga, adanya pembentukan halaqah ilmu santri pondok pesantren. Keempat, praktek ibadah di lingkungan pondok pesantren. Kelima, pengabdian masyarakat sekitar pondok pesantren. Keenam, mengoptimalisasi fungsi perpustakaan. Ketujuh, melakukan kerja sama dengan lembaga eksternal seperti Dinas Kesehatan, Polisi Resor, Dinas Sosial dan lain-lain.

"Pendidikan Islam di pesantren mengajarkan Islam yang moderat, tidak ekstrim-radikal dan tidak ekstrim-liberal. Serta menghargai keragaman agama, budaya, dan etnis yang diarahkan dalam rangka saling mengenal, bukan saling membenci atau memusuhi," pungkasnya. (*/Ap)


Artikel Terbaru

hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar dan istrinya (Misnarni) dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Gubri.


pekanbaru | Selasa, 1 Desember 2020

Kasus penularan COVID-19 di Riau terus terjadi, namun angka pasien sembuhpun terus juga.


nusantara | Selasa, 1 Desember 2020

Pandemi COVID-19 membawa dampak multi dimensi bagi masyarakat, tidak hanya bagi kesehatan namun.


hukum | Selasa, 1 Desember 2020

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berencana memanggil sejumlah perusahaan eksportir.


pasar | Selasa, 1 Desember 2020

Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terpaksa menghentikan kegiatannya akibat.


pekanbaru | Senin, 30 November 2020

Pemerintah Pusat memberikan kuota 4 juta vaksin Covid-19 kepada Provinsi Riau untuk kekebalan.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Masyarakat perlu untuk mengetahui, bahwa vaksin merupakan produk biologis yang memiliki.


nusantara | Senin, 30 November 2020

Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/11) meminta agar.


wanita | Senin, 30 November 2020

MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan.