22 Rajab 1442 H / Sabtu, 6 Maret 2021
Ketua Yayasan Witama, Erna Wilianti
Siapkan Generasi Global
wanita | Senin, 30 November 2020
Editor : apitrajaya | Penulis : Rinalti Oesman

Ketua Yayasan Witama, Erna Wilianti ( FOTO/ISTIMEWA)

Tidak terasa telah 23 tahun Erna Wilianti menggeluti dunia pendidikan, sudah tidak terhitung juga generasi muda yang telah dipersiapkannya untuk menyongsong dunia global. Dimulai dengan mengelola Playgorup sekitar 1997 lalu, sekarang sekolah miliknya telah berkembang hingga tingkat SMA.

Laporan Rinalti Oesman, Pekanbaru


MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan visi dari Sekolah Witama, yang dirintisnya sejak 2008 lalu. Karenanya dia mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak didik di sekolahnya. Semua anak mendapat porsi pembelajaran sesuai jenjang pendidikan, mulai dari playgroup hingga SMA.

"Bahkan anak playgroup mendapat perhatian lebih karena usia dini merupakan masa keemasan (golden age) untuk menyerap semua ilmu pengetahuan. Khususnya penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris, sebagai bahasa pengantar di Sekolah Witama" tuturnya.

Kendati sibuk di dunia pendidikan, ibu dari satu putri dan dua putra ini tetap tertantang untuk mengembangkan diri dengan terjun ke dunia politik. Dimulai dengan menjadi Caleg dari Partai Persatuan Daerah (PPD) yang telah almarhum, Erna sekarang aktif di Partai Golkar. Di bawah naungan partai berlambang beringin itu, Erna sempat bertarung untuk menjadi calon anggota legislaif. Namun sekarang, Erna mengaku lebih nyaman salah satu anggota Dewan Pengurus di partai tersebut. Sebelumnya, Erna juga sempat menempati posisi sebagai bendahara di salah satu partai terbesar di tanah air tersebut.

Disinggung tentang keinginan untuk kembali menjadi Caleg, Erna mengaku sudah merasa tidak berminat. Bukannya, karena tidak memiliki waktu, tapi Erna mengaku kesal karena niat baiknya untuk terjun ke politik sering disalahartikan. Apalagi dengan kondisinya sebagai warga Tionghoa, dia merasa sering dianggap memiliki agenda tersendiri dengan terjun ke dunia politik.

"Bukan oleh  kawan-kawan di partai ataupun masyarakat luas, tapi justru datang dari kalangan sendiri. Mereka seakan merasa saya hanya memanfatkan dunia politik untuk keuntungan pribadi. Padahal dengan terjun ke dunia politik saya berharap dapat berbuat lebih pada masyarakat, karena saya bisa menjadi bagian dari sistem," tuturnya.

Kendati tidak lagi aktif di partai, Erna mengaku siap menberikan peran sertanya demi kemajuan partai dan masyarakat. Menurutnya, bekerja tidak harus dengan selalu tampil di tengah masyarakat tapi juga bisa dilakukan di belakang layar, dengan memberikan manfaat yang sama besarnya.

Sekarang Erna memang tidak seaktif dulu lagi, karena untuk dia telah menyiapkan kader untuk melanjutkan kiprahnya di dunia pendidikan. Putra keduanya, mulai aktif untuk mengelola Sekolah Witama yang sekarang memiliki gedung baru di Jalan Srikandi, selain di Jalan Tanjung Datuk, dan Jalan Soekarno Hatta. Putri pertamanya Margeni yang telah memberikan tiga cucu, juga pernah aktif membantu di sekolah tersebut, sebelum akhirnya pindah ke Surabaya mengikuti suaminya. Sedangkan putra bungsunya masih kuliah di Singapura.

Berkurangnya kesibukan, Erna mengaku memiliki hobi baru, yaitu bersih-bersih rumah. Aktivitas yang dulunya hampir tidak pernah dilakukan. Apalagi, di tengah pandemi saat ini kegiatan di sekolah juga mulai berkurang, sehingga dia memiliki banyak waktu luang untuk mengerjakan hal-hal baru.

Songsong Tatap Muka

Kebijakan pemerintah untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka, menurutnya juga disambut baik oleh Sekolah Witama Pekanbaru. Bahkan jauh hari sebelum kebijakan ini diberlakukan, Ketua Yayasan Witama, Erna Willianti mengaku selalu siap jika sekolah tatap muka diberlakukan dengan menyiapkan berbabagi fasilitas pendukung. Hanya saja karena belum diperbolehkan, sekolah terpaksa mematuhi peraturan pemerintah dengan belajar daring.

Terkait kesiapan sekolah untuk tatap muka, Erna mengaku telah mengatur agar setiap kelas hanya diisi maksimal 10 siswa. Jika selama ini setiap kelas diikuti 20 siswa, maka untuk persiapan tatap muka akan dibagi dua shift, menjadi kelas pagi dan siang. Selain itu, juga diberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dengan menyediakan fasilitas cuci tangan. Bahkan jika ada siswa yang kelupaan membawa  masker, sekolah akan menyediakan.

Hanya saja, Erna mengatakan pelaksanaan tatap muka hanya diberlakukan jika orangtua siswa menyetujui rencana pemerintah tersebut. Sebab, selama pandemi ini banyak siswa dan orangtuanya yang mengaku telah nyaman dengan belajar daring. Terutama bagi pelajar SMP dan SMA, yang sudah bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut Namun, bagi anak Playgroup dan TK tetap lebih mudah jika pelajaran dilakukan secara tatap muka.

Sebenarnya, lanjut Erna,  memang jauh lebih efektif jika belajar langsung di sekolah, karena siswa dan guru bisa langsung berinteraksi. Selain ini, dengan belajar tatap muka anak-anak selain mendapat materi akademik, mereka juga akan berinteraksi dengan banyak orang seperti siswa lain dan para guru. Kondisi ini secara tidak langsung akan membantu membentuk pribadi anak menjadi lebih berkarakter. Sedangkan dengan belajar daring, mereka hanya mendapat materi akademik. 

"Padahal sekolah mestinya tidak cuma membekali siswa dengan materi akademik, tapi juga pengembangan karakter agar mereka bisa mengembangkan diri menjadi pribadi yang tangguh dan peduli dengan orang lain," tuturnya serius.

Melahirkan siswa yang berkarakter menurut Erna, merupakan visi utamanya dalam mengembangkan Sekolah Witama. Sebab menurutnya, karakter yang terbentuk sejak dini akan melahirkan generasi muda yang siap mengisi era globalisasi. Di mana, masa depan tidak  hanya menuntut kecerdasan intelektual tapi juga kepribadian mumpuni. ***



Artikel Terbaru
politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dirinya merasa.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato merespons Kongres.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Di Riau hari ini bertambah kasus positif baru Covid-19 sebanyak 129 orang. Jumlah ini jauh.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan dalam upaya antisipasi dan penanganan.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kemitraan, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia.


bengkalis | Kamis, 4 Maret 2021

Bupati Bengkalis, Kasmarni meminta seluruh kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


hukum | Kamis, 4 Maret 2021

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan (AMMK) melakukan unjuk rasa.


wajah | Kamis, 4 Maret 2021

Rumah tangga Kim Kardashian dan Kanye West berada di ujung tanduk. Jika jadi berpisah, Kim akan.


pekanbaru | Kamis, 4 Maret 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berupaya.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Ketua Yayasan Witama, Erna Wilianti ( FOTO/ISTIMEWA)

Ketua Yayasan Witama, Erna Wilianti

Siapkan Generasi Global

wanita | Senin, 30 November 2020
Editor : apitrajaya | Penulis : Rinalti Oesman

Tidak terasa telah 23 tahun Erna Wilianti menggeluti dunia pendidikan, sudah tidak terhitung juga generasi muda yang telah dipersiapkannya untuk menyongsong dunia global. Dimulai dengan mengelola Playgorup sekitar 1997 lalu, sekarang sekolah miliknya telah berkembang hingga tingkat SMA.

Laporan Rinalti Oesman, Pekanbaru


MENYIAPKAN generasi untuk menyongsong era globalisasi menurut Erna Wilianti memang merupakan visi dari Sekolah Witama, yang dirintisnya sejak 2008 lalu. Karenanya dia mengaku selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anak didik di sekolahnya. Semua anak mendapat porsi pembelajaran sesuai jenjang pendidikan, mulai dari playgroup hingga SMA.

"Bahkan anak playgroup mendapat perhatian lebih karena usia dini merupakan masa keemasan (golden age) untuk menyerap semua ilmu pengetahuan. Khususnya penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris, sebagai bahasa pengantar di Sekolah Witama" tuturnya.

Kendati sibuk di dunia pendidikan, ibu dari satu putri dan dua putra ini tetap tertantang untuk mengembangkan diri dengan terjun ke dunia politik. Dimulai dengan menjadi Caleg dari Partai Persatuan Daerah (PPD) yang telah almarhum, Erna sekarang aktif di Partai Golkar. Di bawah naungan partai berlambang beringin itu, Erna sempat bertarung untuk menjadi calon anggota legislaif. Namun sekarang, Erna mengaku lebih nyaman salah satu anggota Dewan Pengurus di partai tersebut. Sebelumnya, Erna juga sempat menempati posisi sebagai bendahara di salah satu partai terbesar di tanah air tersebut.

Disinggung tentang keinginan untuk kembali menjadi Caleg, Erna mengaku sudah merasa tidak berminat. Bukannya, karena tidak memiliki waktu, tapi Erna mengaku kesal karena niat baiknya untuk terjun ke politik sering disalahartikan. Apalagi dengan kondisinya sebagai warga Tionghoa, dia merasa sering dianggap memiliki agenda tersendiri dengan terjun ke dunia politik.

"Bukan oleh  kawan-kawan di partai ataupun masyarakat luas, tapi justru datang dari kalangan sendiri. Mereka seakan merasa saya hanya memanfatkan dunia politik untuk keuntungan pribadi. Padahal dengan terjun ke dunia politik saya berharap dapat berbuat lebih pada masyarakat, karena saya bisa menjadi bagian dari sistem," tuturnya.

Kendati tidak lagi aktif di partai, Erna mengaku siap menberikan peran sertanya demi kemajuan partai dan masyarakat. Menurutnya, bekerja tidak harus dengan selalu tampil di tengah masyarakat tapi juga bisa dilakukan di belakang layar, dengan memberikan manfaat yang sama besarnya.

Sekarang Erna memang tidak seaktif dulu lagi, karena untuk dia telah menyiapkan kader untuk melanjutkan kiprahnya di dunia pendidikan. Putra keduanya, mulai aktif untuk mengelola Sekolah Witama yang sekarang memiliki gedung baru di Jalan Srikandi, selain di Jalan Tanjung Datuk, dan Jalan Soekarno Hatta. Putri pertamanya Margeni yang telah memberikan tiga cucu, juga pernah aktif membantu di sekolah tersebut, sebelum akhirnya pindah ke Surabaya mengikuti suaminya. Sedangkan putra bungsunya masih kuliah di Singapura.

Berkurangnya kesibukan, Erna mengaku memiliki hobi baru, yaitu bersih-bersih rumah. Aktivitas yang dulunya hampir tidak pernah dilakukan. Apalagi, di tengah pandemi saat ini kegiatan di sekolah juga mulai berkurang, sehingga dia memiliki banyak waktu luang untuk mengerjakan hal-hal baru.

Songsong Tatap Muka

Kebijakan pemerintah untuk menyelenggarakan sekolah tatap muka, menurutnya juga disambut baik oleh Sekolah Witama Pekanbaru. Bahkan jauh hari sebelum kebijakan ini diberlakukan, Ketua Yayasan Witama, Erna Willianti mengaku selalu siap jika sekolah tatap muka diberlakukan dengan menyiapkan berbabagi fasilitas pendukung. Hanya saja karena belum diperbolehkan, sekolah terpaksa mematuhi peraturan pemerintah dengan belajar daring.

Terkait kesiapan sekolah untuk tatap muka, Erna mengaku telah mengatur agar setiap kelas hanya diisi maksimal 10 siswa. Jika selama ini setiap kelas diikuti 20 siswa, maka untuk persiapan tatap muka akan dibagi dua shift, menjadi kelas pagi dan siang. Selain itu, juga diberlakukan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dengan menyediakan fasilitas cuci tangan. Bahkan jika ada siswa yang kelupaan membawa  masker, sekolah akan menyediakan.

Hanya saja, Erna mengatakan pelaksanaan tatap muka hanya diberlakukan jika orangtua siswa menyetujui rencana pemerintah tersebut. Sebab, selama pandemi ini banyak siswa dan orangtuanya yang mengaku telah nyaman dengan belajar daring. Terutama bagi pelajar SMP dan SMA, yang sudah bisa beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut Namun, bagi anak Playgroup dan TK tetap lebih mudah jika pelajaran dilakukan secara tatap muka.

Sebenarnya, lanjut Erna,  memang jauh lebih efektif jika belajar langsung di sekolah, karena siswa dan guru bisa langsung berinteraksi. Selain ini, dengan belajar tatap muka anak-anak selain mendapat materi akademik, mereka juga akan berinteraksi dengan banyak orang seperti siswa lain dan para guru. Kondisi ini secara tidak langsung akan membantu membentuk pribadi anak menjadi lebih berkarakter. Sedangkan dengan belajar daring, mereka hanya mendapat materi akademik. 

"Padahal sekolah mestinya tidak cuma membekali siswa dengan materi akademik, tapi juga pengembangan karakter agar mereka bisa mengembangkan diri menjadi pribadi yang tangguh dan peduli dengan orang lain," tuturnya serius.

Melahirkan siswa yang berkarakter menurut Erna, merupakan visi utamanya dalam mengembangkan Sekolah Witama. Sebab menurutnya, karakter yang terbentuk sejak dini akan melahirkan generasi muda yang siap mengisi era globalisasi. Di mana, masa depan tidak  hanya menuntut kecerdasan intelektual tapi juga kepribadian mumpuni. ***


Artikel Terbaru

politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dirinya merasa.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato merespons Kongres.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Di Riau hari ini bertambah kasus positif baru Covid-19 sebanyak 129 orang. Jumlah ini jauh.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan dalam upaya antisipasi dan penanganan.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kemitraan, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia.


bengkalis | Kamis, 4 Maret 2021

Bupati Bengkalis, Kasmarni meminta seluruh kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


hukum | Kamis, 4 Maret 2021

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan (AMMK) melakukan unjuk rasa.


wajah | Kamis, 4 Maret 2021

Rumah tangga Kim Kardashian dan Kanye West berada di ujung tanduk. Jika jadi berpisah, Kim akan.


pekanbaru | Kamis, 4 Maret 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berupaya.