24 Rajab 1442 H / Senin, 8 Maret 2021
Pengambilalihan Blok Rokan Sejarah Baru Sektor Migas
politikus | Jumat, 1 Januari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Rep

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto (Int)

JAKARTA - DPR menilai pengambilalihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina yang secara resmi bakal terjadi pada tanggal 9 Agustus 2021, merupakan tonggak sejarah baru dalam sektor migas di Tanah Air.

Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

“Ini akan menjadi sejarah baru bagi pengelolaan hulu migas Indonesia, karena Pertamina menjadi dominan menguasai hampir sebesar 63 persen dari total produksi minyak nasional," kata anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (1/1).

Menurut Mulyanto, sekarang ini dari 10 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), kontribusi Pertamina terhadap total lifting nasional hanya sebesar 37 persen. Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

Anggota Fraksi PKS ini juga meminta pemerintah realistis serta objektif dalam menentukan target lifting Blok ini berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Hal itu, masih menurut dia, karena kesalahan hitung target lifting dapat berpengaruh terhadap angka-angka asumsi makro pendapatan negara.

"Jadi tolong dihitung yang benar. Jangan asal-asalan atau sekedar mencari sensasi," ujar Mulyanto.

Mulyanto menyatakan dirinya tidak bermaksud mengecilkan kemampuan Pertamina mengeksplorasi kilang minyak di Blok Rokan. Dirinya bahkan senang jika Pertamina benar-benar dapat merealisasikan target lifting yang sudah dihitung secara cermat.

Namun, lanjutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, target lifting terus menurun, begitu pula realisasi capaiannya. "Apalagi untuk alih kelola sumur-sumur tua, sementara saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID 19 sehingga menimbulkan masalah dalam mobilisasi tenaga kerja dan alat kerja," paparnya.

Sebelumnya pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RP Yudantoro, menyebutkan kepada media siap melakukan 44 pengeboran sumur pengembangan di tahun 2021 serta 182 pengeboran sumur pengembangan, injeksi uap, injeksi air dan injeksi kimia di tahun 2022 dalam rangka mengejar target 300 ribu barel per hari (bph).

Sumber: Republika



Artikel Terbaru
bengkalis | Minggu, 7 Maret 2021

Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Bengkalis, sejak Minggu (7/3) pagi,.


riau | Minggu, 7 Maret 2021

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Masrul Kasmy mengingatkan bahwa.


pasar | Minggu, 7 Maret 2021

Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau pada Februari 2021 adalah 133,04 atau naik sebesar.


rohil | Minggu, 7 Maret 2021

Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Syamsuar menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).


politikus | Minggu, 7 Maret 2021

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Riau, Asri Auzar menegaskan akan memecat Ketua.


riau | Minggu, 7 Maret 2021

Kasus positif Covid-19 di Riau, Ahad (7/3/2021) naik. Jumlah penambahannya cukup tinggi.


nusantara | Minggu, 7 Maret 2021

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardan menyebut pembelajaran.


politik | Minggu, 7 Maret 2021

Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo mengaku pernah didatangi pihak yang.


politik | Minggu, 7 Maret 2021

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut.


politikus | Sabtu, 6 Maret 2021

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat (PD), Andi Arief mengklaim Akun twitter.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto (Int)

Pengambilalihan Blok Rokan Sejarah Baru Sektor Migas

politikus | Jumat, 1 Januari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : Rep

JAKARTA - DPR menilai pengambilalihan Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina yang secara resmi bakal terjadi pada tanggal 9 Agustus 2021, merupakan tonggak sejarah baru dalam sektor migas di Tanah Air.

Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

“Ini akan menjadi sejarah baru bagi pengelolaan hulu migas Indonesia, karena Pertamina menjadi dominan menguasai hampir sebesar 63 persen dari total produksi minyak nasional," kata anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (1/1).

Menurut Mulyanto, sekarang ini dari 10 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), kontribusi Pertamina terhadap total lifting nasional hanya sebesar 37 persen. Dengan pengambilalihan ini, lanjutnya, tanggung jawab Pertamina ke depannya bagi pengelolaan hulu minyak nasional dinilai menjadi sangat besar sehingga perlu langkah-langkah korporasi yang cermat.

Anggota Fraksi PKS ini juga meminta pemerintah realistis serta objektif dalam menentukan target lifting Blok ini berdasarkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Hal itu, masih menurut dia, karena kesalahan hitung target lifting dapat berpengaruh terhadap angka-angka asumsi makro pendapatan negara.

"Jadi tolong dihitung yang benar. Jangan asal-asalan atau sekedar mencari sensasi," ujar Mulyanto.

Mulyanto menyatakan dirinya tidak bermaksud mengecilkan kemampuan Pertamina mengeksplorasi kilang minyak di Blok Rokan. Dirinya bahkan senang jika Pertamina benar-benar dapat merealisasikan target lifting yang sudah dihitung secara cermat.

Namun, lanjutnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, target lifting terus menurun, begitu pula realisasi capaiannya. "Apalagi untuk alih kelola sumur-sumur tua, sementara saat ini masih dalam kondisi pandemi COVID 19 sehingga menimbulkan masalah dalam mobilisasi tenaga kerja dan alat kerja," paparnya.

Sebelumnya pihak PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), RP Yudantoro, menyebutkan kepada media siap melakukan 44 pengeboran sumur pengembangan di tahun 2021 serta 182 pengeboran sumur pengembangan, injeksi uap, injeksi air dan injeksi kimia di tahun 2022 dalam rangka mengejar target 300 ribu barel per hari (bph).

Sumber: Republika


Artikel Terbaru

bengkalis | Minggu, 7 Maret 2021

Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Bengkalis, sejak Minggu (7/3) pagi,.


riau | Minggu, 7 Maret 2021

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Masrul Kasmy mengingatkan bahwa.


pasar | Minggu, 7 Maret 2021

Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Riau pada Februari 2021 adalah 133,04 atau naik sebesar.


rohil | Minggu, 7 Maret 2021

Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Syamsuar menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas).


politikus | Minggu, 7 Maret 2021

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Riau, Asri Auzar menegaskan akan memecat Ketua.


riau | Minggu, 7 Maret 2021

Kasus positif Covid-19 di Riau, Ahad (7/3/2021) naik. Jumlah penambahannya cukup tinggi.


nusantara | Minggu, 7 Maret 2021

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardan menyebut pembelajaran.


politik | Minggu, 7 Maret 2021

Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo mengaku pernah didatangi pihak yang.


politik | Minggu, 7 Maret 2021

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut.


politikus | Sabtu, 6 Maret 2021

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat (PD), Andi Arief mengklaim Akun twitter.