22 Rajab 1442 H / Sabtu, 6 Maret 2021
Jaksa Bidik Dugaan Pungli Retribusi Sampah di Pekanbaru
hukum | Selasa, 19 Januari 2021
Editor : Apitrajaya | Penulis : Putra

Tumpukan sampah di Pasar Pagi, Pekanbaru.

PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengusut dugaan pungutan liar (pungli) dalam retribusi sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru tahun 2020. Saat ini, para penyidik Adhyaksa ini masih mengumpulkan data atas dugaan pungli tersebut.

Pengusutan masih dilakukan di Bagian Intelijen Kejari Pekanbaru. "Kita masih puldata (pengumpulan data) intelijen," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel, Selasa (19/1).

Diduga, dalam kegiatan pungli retribusi sampah di masyarakat, ada keterlibatan oknum dari Dinas terkait. Indikasi itu diduga terjadi di Kecamatan Raya dan dilaporkan ke Kejari Pekanbaru.

Namun mantan Kasi Sosbudmas Kejati Riau ini, tidak tertutup kemungkinan pengusutan akan dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di Kota Bertuah. "Laporan di Tenayan Raya tahun 2020. Kami tindaklanjuti secara keseluruhan (Kota Pekanbaru)," kata Marel.

Marel mengungkapkan, adapun modusnya, yakni memungut kutipan uang sampah kepada masyarakat, namun tidak sesuai dengan nominal yang tertera di Peraturan Walikota (Perwako). "Jadi kutipan nominalnya di luar dari aturan. Aturannya berapa, yang diminta berapa," tuturnya.

Disinggung apakah sudah ada pihak yang diklarifikasi, Marel mengaku sampai saat ini belum ada. Menurutnya, tim masih mengumpulkan data-data terkait, guna kepentingan pengusutan lebih lanjut.

Tidak tertutup kemungkinan, seiring perkembangan nantinya jaksa juga akan mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Kasus sampah di Kota Pekanbaru memang sedang menjadi sorotan. Sebelumnya pengelolaan sampah juga diusut oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Dalam pengelolaan sampah, Polda Riau sudah meningkatkan penanganan kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik juga sudah memeriksa pilihan saksi.

Penyidik juga sudah memeriksa Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Agus Pramono, Senin (18/1/2021). Pemeriksaan juga dilakukan pada sekretaris dan kepala bidang di DLHK Kota Pekanbaru.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, mengungkapkan, dalam perkara ini, untuk menjerat tersangkanya, pihaknya menerapkan Pasal 40 atau Pasal 41 Undang-undang Nomor 18 sTahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.

"Pasal 40, ancaman hukuman 4 tahun penjara denda 100 juta sedangkan Pasal 41 ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta," pungkasnya.*



Artikel Terbaru
politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dirinya merasa.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato merespons Kongres.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Di Riau hari ini bertambah kasus positif baru Covid-19 sebanyak 129 orang. Jumlah ini jauh.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan dalam upaya antisipasi dan penanganan.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kemitraan, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia.


bengkalis | Kamis, 4 Maret 2021

Bupati Bengkalis, Kasmarni meminta seluruh kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


hukum | Kamis, 4 Maret 2021

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan (AMMK) melakukan unjuk rasa.


wajah | Kamis, 4 Maret 2021

Rumah tangga Kim Kardashian dan Kanye West berada di ujung tanduk. Jika jadi berpisah, Kim akan.


pekanbaru | Kamis, 4 Maret 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berupaya.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Tumpukan sampah di Pasar Pagi, Pekanbaru.

Jaksa Bidik Dugaan Pungli Retribusi Sampah di Pekanbaru

hukum | Selasa, 19 Januari 2021
Editor : Apitrajaya | Penulis : Putra

PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru mengusut dugaan pungutan liar (pungli) dalam retribusi sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru tahun 2020. Saat ini, para penyidik Adhyaksa ini masih mengumpulkan data atas dugaan pungli tersebut.

Pengusutan masih dilakukan di Bagian Intelijen Kejari Pekanbaru. "Kita masih puldata (pengumpulan data) intelijen," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru, Lasargi Marel, Selasa (19/1).

Diduga, dalam kegiatan pungli retribusi sampah di masyarakat, ada keterlibatan oknum dari Dinas terkait. Indikasi itu diduga terjadi di Kecamatan Raya dan dilaporkan ke Kejari Pekanbaru.

Namun mantan Kasi Sosbudmas Kejati Riau ini, tidak tertutup kemungkinan pengusutan akan dilakukan di seluruh kecamatan yang ada di Kota Bertuah. "Laporan di Tenayan Raya tahun 2020. Kami tindaklanjuti secara keseluruhan (Kota Pekanbaru)," kata Marel.

Marel mengungkapkan, adapun modusnya, yakni memungut kutipan uang sampah kepada masyarakat, namun tidak sesuai dengan nominal yang tertera di Peraturan Walikota (Perwako). "Jadi kutipan nominalnya di luar dari aturan. Aturannya berapa, yang diminta berapa," tuturnya.

Disinggung apakah sudah ada pihak yang diklarifikasi, Marel mengaku sampai saat ini belum ada. Menurutnya, tim masih mengumpulkan data-data terkait, guna kepentingan pengusutan lebih lanjut.

Tidak tertutup kemungkinan, seiring perkembangan nantinya jaksa juga akan mengundang sejumlah pihak untuk diklarifikasi.

Kasus sampah di Kota Pekanbaru memang sedang menjadi sorotan. Sebelumnya pengelolaan sampah juga diusut oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Dalam pengelolaan sampah, Polda Riau sudah meningkatkan penanganan kasus dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik juga sudah memeriksa pilihan saksi.

Penyidik juga sudah memeriksa Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Agus Pramono, Senin (18/1/2021). Pemeriksaan juga dilakukan pada sekretaris dan kepala bidang di DLHK Kota Pekanbaru.

Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, mengungkapkan, dalam perkara ini, untuk menjerat tersangkanya, pihaknya menerapkan Pasal 40 atau Pasal 41 Undang-undang Nomor 18 sTahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.

"Pasal 40, ancaman hukuman 4 tahun penjara denda 100 juta sedangkan Pasal 41 ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta," pungkasnya.*


Artikel Terbaru

politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan dirinya merasa.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato merespons Kongres.


politik | Jumat, 5 Maret 2021

Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Di Riau hari ini bertambah kasus positif baru Covid-19 sebanyak 129 orang. Jumlah ini jauh.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan dalam upaya antisipasi dan penanganan.


riau | Jumat, 5 Maret 2021

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kemitraan, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia.


bengkalis | Kamis, 4 Maret 2021

Bupati Bengkalis, Kasmarni meminta seluruh kegiatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


hukum | Kamis, 4 Maret 2021

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Menuntut Keadilan (AMMK) melakukan unjuk rasa.


wajah | Kamis, 4 Maret 2021

Rumah tangga Kim Kardashian dan Kanye West berada di ujung tanduk. Jika jadi berpisah, Kim akan.


pekanbaru | Kamis, 4 Maret 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus berupaya.