6 Ramadhan 1442 H / Minggu, 18 April 2021
7.000 Perusahaan Daftar Vaksin Gotong Royong
pasar | Minggu, 28 Februari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : republika

Wakil Ketua Umum bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja

JAKARTA - Program vaksin gotong royong mendapat sambutan positif dari pengusaha. Tercatat sebanyak 7 ribu perusahaan dengan 6,7 juta karyawan telah mendaftar program vaksin gotong royong.

"Sampai hari ini, penutupan terakhir tahap pertama sudah ada lebih dari 7 ribu perusahaan yang daftar. Kami akan evaluasi bersama pemerintah apakah lanjut (buka pendaftaran) atau tidak," Wakil Ketua Umum bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja di Jakarta, Minggu (28/2).

Target vaksin gotong royong, menurut Shinta mencapai 20 juta karyawan. Shinta menilai, perusahaan swasta sangat antusias membiayai vaksin gotong royong untuk para karyawan maupun keluarga karyawan. Pembiayaan vaksin lebih hemat ketimbang perusahaan terus menerus melakukan tes covid untuk para pekerja.

"Pemerintah mengatakan mulai Maret ini sudah bisa mulai jalan, kapan persisnya tergantung vaksinnya ada, kami masih menunggu tepatnya kapan," ucap Shinta.

Pemerintah melalui menteri kesehatan, menurut Shinta telah mengeluarkan aturan vaksin gotong royong dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Kendati begitu, Kadin masih menunggu aturan teknis lebih lanjut mengenai jumlah, jenis, dan harga vaksin yang akan diberikan. Shinta mengatakan program pendaftaran vaksin gotong royong merupakan bentuk persiapan Kadin dalam menyambut kedatangan vaksin gotong royong.

"Kalau vaksinnya sudah ada, implementasi vaksinasi bisa lebih cepat," lanjut Shinta.

Shinta menegaskan, program vaksin gotong royong tidak akan mengganggu jalannya program vaksinasi pemerintah. Pasalnya, kata Shinta, vaksin gotong royong menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan jenis vaksin program pemerintah.

Shinta berharap, kesediaan perusahaan menanggung biaya vaksin karyawan dapat meringankan beban pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi.

"Yang paling penting itu pengendalian, selama pandemi tidak bisa ditangani, ekonomi tidak akan bisa jalan," kata Shinta menambahkan.

Sumber: Republika



Artikel Terbaru
nusantara | Kamis, 15 April 2021

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin kembali mangkir dalam pemeriksaan kedua yang dilayangkan.


nusantara | Kamis, 15 April 2021

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi mengatakan rancangan aturan gaji.


pekanbaru | Selasa, 13 April 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengeluarkan Instruksi Walikota, tentang pelaksanaan.


kampar | Selasa, 13 April 2021

Sesuai dengan Surat tugas dari Badan Akreditasi Nasional PerguruanbTinggi (BAN-PT), Sekolah.


pelalawan | Minggu, 11 April 2021

Pelantikan Tiga organisasi minang riau, Ikatan keluarga minang riau(IKMR), Ikatan wanita Minang.


pekanbaru | Jumat, 9 April 2021

Sekretaris jendral SPS Pusat, Asmono Wikan mengatakan, ditengah kondisi pandemi Covid-19.


kampar | Jumat, 9 April 2021

Keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo Kabupaten Kampar mengadakan acara.


pekanbaru | Jumat, 9 April 2021

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, melakukan pengawasan terhadap.


pekanbaru | Jumat, 9 April 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingatkan pengelola bioskop untuk tetap disiplin mematuhi.


pelalawan | Kamis, 8 April 2021

Sempat dinyatakan vakum selama beberapa tahun belakangan, kepengurusan tiga organisasi.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Wakil Ketua Umum bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja

7.000 Perusahaan Daftar Vaksin Gotong Royong

pasar | Minggu, 28 Februari 2021
Editor : Putrajaya | Penulis : republika

JAKARTA - Program vaksin gotong royong mendapat sambutan positif dari pengusaha. Tercatat sebanyak 7 ribu perusahaan dengan 6,7 juta karyawan telah mendaftar program vaksin gotong royong.

"Sampai hari ini, penutupan terakhir tahap pertama sudah ada lebih dari 7 ribu perusahaan yang daftar. Kami akan evaluasi bersama pemerintah apakah lanjut (buka pendaftaran) atau tidak," Wakil Ketua Umum bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Shinta Widjaja di Jakarta, Minggu (28/2).

Target vaksin gotong royong, menurut Shinta mencapai 20 juta karyawan. Shinta menilai, perusahaan swasta sangat antusias membiayai vaksin gotong royong untuk para karyawan maupun keluarga karyawan. Pembiayaan vaksin lebih hemat ketimbang perusahaan terus menerus melakukan tes covid untuk para pekerja.

"Pemerintah mengatakan mulai Maret ini sudah bisa mulai jalan, kapan persisnya tergantung vaksinnya ada, kami masih menunggu tepatnya kapan," ucap Shinta.

Pemerintah melalui menteri kesehatan, menurut Shinta telah mengeluarkan aturan vaksin gotong royong dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19.

Kendati begitu, Kadin masih menunggu aturan teknis lebih lanjut mengenai jumlah, jenis, dan harga vaksin yang akan diberikan. Shinta mengatakan program pendaftaran vaksin gotong royong merupakan bentuk persiapan Kadin dalam menyambut kedatangan vaksin gotong royong.

"Kalau vaksinnya sudah ada, implementasi vaksinasi bisa lebih cepat," lanjut Shinta.

Shinta menegaskan, program vaksin gotong royong tidak akan mengganggu jalannya program vaksinasi pemerintah. Pasalnya, kata Shinta, vaksin gotong royong menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan jenis vaksin program pemerintah.

Shinta berharap, kesediaan perusahaan menanggung biaya vaksin karyawan dapat meringankan beban pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi.

"Yang paling penting itu pengendalian, selama pandemi tidak bisa ditangani, ekonomi tidak akan bisa jalan," kata Shinta menambahkan.

Sumber: Republika


Artikel Terbaru

nusantara | Kamis, 15 April 2021

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin kembali mangkir dalam pemeriksaan kedua yang dilayangkan.


nusantara | Kamis, 15 April 2021

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi mengatakan rancangan aturan gaji.


pekanbaru | Selasa, 13 April 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengeluarkan Instruksi Walikota, tentang pelaksanaan.


kampar | Selasa, 13 April 2021

Sesuai dengan Surat tugas dari Badan Akreditasi Nasional PerguruanbTinggi (BAN-PT), Sekolah.


pelalawan | Minggu, 11 April 2021

Pelantikan Tiga organisasi minang riau, Ikatan keluarga minang riau(IKMR), Ikatan wanita Minang.


pekanbaru | Jumat, 9 April 2021

Sekretaris jendral SPS Pusat, Asmono Wikan mengatakan, ditengah kondisi pandemi Covid-19.


kampar | Jumat, 9 April 2021

Keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Dinas Kominfo Kabupaten Kampar mengadakan acara.


pekanbaru | Jumat, 9 April 2021

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, melakukan pengawasan terhadap.


pekanbaru | Jumat, 9 April 2021

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengingatkan pengelola bioskop untuk tetap disiplin mematuhi.


pelalawan | Kamis, 8 April 2021

Sempat dinyatakan vakum selama beberapa tahun belakangan, kepengurusan tiga organisasi.