27 Ramadhan 1442 H / Minggu, 9 Mei 2021
Tersangka Korupsi Dana Bansos
Juliari Batubara Kerap Gunakan Uang Negara Carter Pesawat 
hukum | Senin, 22 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Juliari Batubara kerap gunakan uang negara carter pesawat .

JAKARTA -- Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara mengaku beberapa kali menyewa pesawat khusus menggunakan anggaran Kemensos kurun waktu 2020. Dia mengklaim kala itu ada keperluan dinas luar kota.

Demikian terungkap dalam persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). Juliari bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

"Pernah [sewa pesawat khusus]. Sekitar 3-4 kali. Yang saya ingat pernah ke Luwu Utara lihat banjir kalau enggak salah, ke Natuna, kemudian ke Bali pernah sekali," ujar Juliari menjawab pertanyaan jaksa.

Jaksa lantas menyinggung daerah lainnya seperti Semarang dan Tanah Bumbu. Eks kader PDI Perjuangan (PDIP) itu pun lantas mengungkapkan bahwa ia juga pernah ke daerah tersebut dengan menyewa pesawat.

"Iya pernah. Itu [Tanah Bumbu] awal-awal Desember 2020," imbuhnya.

Dalam sidang ini, jaksa mendalami sumber dana yang digunakan Juliari untuk menyewa pesawat khusus tersebut.

Juliari mengatakan anggaran untuk menyewa pesawat dikoordinasikan melalui sekretaris pribadinya bernama Shelvi dengan bagian Biro Umum Kemensos di mana ketika itu dikepalai oleh Adi Wahyono.

Untuk diketahui, Juliari dan Adi sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 ini.

"Kalau pesawat sewa itu biasanya carter, anggaran biasanya yang mengurus keperluan seperti itu di Biro Umum. Karena kan Biro Umun membawahi tata usaha menteri, kemudian protokol," ucap Juliari.

Juliari menampik sumber anggaran penyewaan pesawat khusus berasal dari kutipan fee yang dikumpulkan oleh Adi Wahyono dari para rekanan penyedia bansos penanganan Covid-19.

"Dari mana Adi Wahyono melakukan pembayarannya?" tanya jaksa.

"Saya enggak tahu. Tapi saya berasumsi dari anggaran yang ada," sambung Juliari.

"Jangan berasumsi," tandas jaksa mengingatkan.

"Saya enggak mungkin [tahu] detail dari mana dapatnya," pungkas Juliari.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa telah menyuap Juliari dengan total Rp3,2 miliar guna memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kementerian Sosial.

 

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
nusantara | Sabtu, 8 Mei 2021

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mempertanyakan masuknya kembali.


mancanegara | Sabtu, 8 Mei 2021

Pakistan menghapus libur Idulfitri untuk mencegah lonjakan kasus positif covid-19. Kebijakan itu.


nusantara | Sabtu, 8 Mei 2021

Sebanyak 157 warga negara asing (WNA) dari China kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta,.


nusantara | Sabtu, 8 Mei 2021

Dalam selang waktu 1 minggu sejak ketibaan vaksin Sinopharm, Indonesia kembali menerima.


nusantara | Jumat, 7 Mei 2021

Kedatangan vaksin Shinoparm sebanyak satu juta dosis ke Indonesia akhir April 2021 lalu, jadi.


riau | Jumat, 7 Mei 2021

Longsor  yang terjadi di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar pada Jumat.


pasar | Jumat, 7 Mei 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.285 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat.


nusantara | Jumat, 7 Mei 2021

Mahkamah Agung (MA) membatalkan Surat Keputusan Bersama pendidik, dan tenaga kependidikan di.


riau | Jumat, 7 Mei 2021

Kasus pasien meninggal akibat terpapar Covid-19 di Riau terus merangkak  naik, Jumat.


pelalawan | Jumat, 7 Mei 2021

Bupati Pelalawan H.Zukri menggelar peluncuran Gerakan Cinta Zakat di Kabupaten Pelalawan.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Juliari Batubara kerap gunakan uang negara carter pesawat .

Tersangka Korupsi Dana Bansos

Juliari Batubara Kerap Gunakan Uang Negara Carter Pesawat 

hukum | Senin, 22 Maret 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara mengaku beberapa kali menyewa pesawat khusus menggunakan anggaran Kemensos kurun waktu 2020. Dia mengklaim kala itu ada keperluan dinas luar kota.

Demikian terungkap dalam persidangan lanjutan kasus dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). Juliari bersaksi untuk terdakwa Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

"Pernah [sewa pesawat khusus]. Sekitar 3-4 kali. Yang saya ingat pernah ke Luwu Utara lihat banjir kalau enggak salah, ke Natuna, kemudian ke Bali pernah sekali," ujar Juliari menjawab pertanyaan jaksa.

Jaksa lantas menyinggung daerah lainnya seperti Semarang dan Tanah Bumbu. Eks kader PDI Perjuangan (PDIP) itu pun lantas mengungkapkan bahwa ia juga pernah ke daerah tersebut dengan menyewa pesawat.

"Iya pernah. Itu [Tanah Bumbu] awal-awal Desember 2020," imbuhnya.

Dalam sidang ini, jaksa mendalami sumber dana yang digunakan Juliari untuk menyewa pesawat khusus tersebut.

Juliari mengatakan anggaran untuk menyewa pesawat dikoordinasikan melalui sekretaris pribadinya bernama Shelvi dengan bagian Biro Umum Kemensos di mana ketika itu dikepalai oleh Adi Wahyono.

Untuk diketahui, Juliari dan Adi sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi bansos Covid-19 ini.

"Kalau pesawat sewa itu biasanya carter, anggaran biasanya yang mengurus keperluan seperti itu di Biro Umum. Karena kan Biro Umun membawahi tata usaha menteri, kemudian protokol," ucap Juliari.

Juliari menampik sumber anggaran penyewaan pesawat khusus berasal dari kutipan fee yang dikumpulkan oleh Adi Wahyono dari para rekanan penyedia bansos penanganan Covid-19.

"Dari mana Adi Wahyono melakukan pembayarannya?" tanya jaksa.

"Saya enggak tahu. Tapi saya berasumsi dari anggaran yang ada," sambung Juliari.

"Jangan berasumsi," tandas jaksa mengingatkan.

"Saya enggak mungkin [tahu] detail dari mana dapatnya," pungkas Juliari.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Keduanya didakwa telah menyuap Juliari dengan total Rp3,2 miliar guna memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kementerian Sosial.

 

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

nusantara | Sabtu, 8 Mei 2021

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mempertanyakan masuknya kembali.


mancanegara | Sabtu, 8 Mei 2021

Pakistan menghapus libur Idulfitri untuk mencegah lonjakan kasus positif covid-19. Kebijakan itu.


nusantara | Sabtu, 8 Mei 2021

Sebanyak 157 warga negara asing (WNA) dari China kembali tiba di Bandara Soekarno-Hatta,.


nusantara | Sabtu, 8 Mei 2021

Dalam selang waktu 1 minggu sejak ketibaan vaksin Sinopharm, Indonesia kembali menerima.


nusantara | Jumat, 7 Mei 2021

Kedatangan vaksin Shinoparm sebanyak satu juta dosis ke Indonesia akhir April 2021 lalu, jadi.


riau | Jumat, 7 Mei 2021

Longsor  yang terjadi di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar pada Jumat.


pasar | Jumat, 7 Mei 2021

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.285 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Jumat.


nusantara | Jumat, 7 Mei 2021

Mahkamah Agung (MA) membatalkan Surat Keputusan Bersama pendidik, dan tenaga kependidikan di.


riau | Jumat, 7 Mei 2021

Kasus pasien meninggal akibat terpapar Covid-19 di Riau terus merangkak  naik, Jumat.


pelalawan | Jumat, 7 Mei 2021

Bupati Pelalawan H.Zukri menggelar peluncuran Gerakan Cinta Zakat di Kabupaten Pelalawan.