12 Zulqaidah 1442 H / Selasa, 22 Juni 2021
Percayai Kotoran Sapi Tangkal Covid, Warga India Membalurkannya di Tubuh 
mancanegara | Selasa, 11 Mei 2021
Editor : DL | Penulis : PE/DL

Sejumlah warga India memilih menggunakan kotoran sapi untuk menangkal virus corona. Warga India lumuri tubuh kotoran sapi untuk cegah Covid-19. (CNN/REUTERS/AMIT DAVE)

JAKARTA -- Sejumlah warga India memilih menggunakan kotoran sapi untuk menangkal virus corona. Dokter di sana telah memperingatkan tidak ada bukti ilmiah bahwa kotoran sapi efektif mencegah penularan virus corona, justru berisiko menyebarkan penyakit lain.

Di negara bagian Gujarat, beberapa orang percaya dan pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk melumuri tubuh mereka dengan kotoran dan air kencing sapi. Mereka berharap cara itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh, atau membantu mereka pulih dari infeksi virus corona.

Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci kehidupan dan bumi. Selama berabad-abad umat Hindu di India menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah dan untuk ritual doa.

Mereka meyakini kotoran sapi memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.

"Kami melihat bahkan dokter datang ke sini. Mereka yakin terapi ini meningkatkan kekebalan tubuh dan mereka dapat merawat pasien tanpa rasa takut," kata seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi Gautam Manilal Borisa dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan praktik tersebut membantunya pulih dari Covid-19 tahun lalu.

Para dokter dan ilmuwan di India serta di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk melawan Covid-19.

Menurut mereka pengobatan alternatif hanya menimbulkan rasa aman yang salah dan justru memperumit masalah kesehatan.

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin bisa meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," kata Presiden Asosiasi Medis India Dr JA Jayalal.

"Justru ada risiko kesehatan jika mengolesi atau mengonsumsinya. Penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia."

Ada juga kekhawatiran bahwa praktik itu dapat berkontribusi pada penyebaran virus karena melibatkan orang berkumpul dalam kelompok.

Pandemi virus korona telah menyebabkan kehancuran di India. Hingga kini negara itu memiliki 22,66 juta kasus Covid-19 dan 246.116 kematian.

Namun para ahli meyakini jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi.

Pasien Covid di India harus berjuang mendapatkan tempat tidur rumah sakit, oksigen, serta obat-obatan. Hal itu menyebabkan banyak warga yang meninggal karena kurang perawatan.

Sumber: CNN



Artikel Terbaru
pekanbaru | Selasa, 22 Juni 2021

Sepekan ini, di Pekanbaru terjadi penurunan jumlah kelurahan yang berstatus zona merah atau.


pekanbaru | Selasa, 22 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus vaksinasi keliling, dijadwalkan kembali beroperasi guna memberikan.


pelalawan | Selasa, 22 Juni 2021

Kondisi Akademi Komunitas Negri Pelalawan (AKNP) kondisi  kini semakin miris. Ikon jenjang.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pembangunan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang dikerjakan sudah mencapai 70 %. Namun percepatan.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH meminta kepada seluruh satker untuk dapat menyikapi.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar terus memberikan perhatian kepada anak yatim, melalui Koordinator.


pelalawan | Senin, 21 Juni 2021

Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui yang kerap menjadi langganan banjir.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Viralnya video warga Pekanbaru di sosial media yang antrian mengikuti vaksin massal yang digelar.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, menerima formasi.


riau | Senin, 21 Juni 2021

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta  pemerintah.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Sejumlah warga India memilih menggunakan kotoran sapi untuk menangkal virus corona. Warga India lumuri tubuh kotoran sapi untuk cegah Covid-19. (CNN/REUTERS/AMIT DAVE)

Percayai Kotoran Sapi Tangkal Covid, Warga India Membalurkannya di Tubuh 

mancanegara | Selasa, 11 Mei 2021
Editor : DL | Penulis : PE/DL

JAKARTA -- Sejumlah warga India memilih menggunakan kotoran sapi untuk menangkal virus corona. Dokter di sana telah memperingatkan tidak ada bukti ilmiah bahwa kotoran sapi efektif mencegah penularan virus corona, justru berisiko menyebarkan penyakit lain.

Di negara bagian Gujarat, beberapa orang percaya dan pergi ke tempat penampungan sapi seminggu sekali untuk melumuri tubuh mereka dengan kotoran dan air kencing sapi. Mereka berharap cara itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh, atau membantu mereka pulih dari infeksi virus corona.

Dalam agama Hindu, sapi adalah simbol suci kehidupan dan bumi. Selama berabad-abad umat Hindu di India menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah dan untuk ritual doa.

Mereka meyakini kotoran sapi memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.

"Kami melihat bahkan dokter datang ke sini. Mereka yakin terapi ini meningkatkan kekebalan tubuh dan mereka dapat merawat pasien tanpa rasa takut," kata seorang manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi Gautam Manilal Borisa dikutip dari Reuters.

Dia mengatakan praktik tersebut membantunya pulih dari Covid-19 tahun lalu.

Para dokter dan ilmuwan di India serta di seluruh dunia telah berulang kali memperingatkan agar tidak mempraktikkan pengobatan alternatif untuk melawan Covid-19.

Menurut mereka pengobatan alternatif hanya menimbulkan rasa aman yang salah dan justru memperumit masalah kesehatan.

"Tidak ada bukti ilmiah yang konkret bahwa kotoran sapi atau urin bisa meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19, itu sepenuhnya didasarkan pada keyakinan," kata Presiden Asosiasi Medis India Dr JA Jayalal.

"Justru ada risiko kesehatan jika mengolesi atau mengonsumsinya. Penyakit lain dapat menyebar dari hewan ke manusia."

Ada juga kekhawatiran bahwa praktik itu dapat berkontribusi pada penyebaran virus karena melibatkan orang berkumpul dalam kelompok.

Pandemi virus korona telah menyebabkan kehancuran di India. Hingga kini negara itu memiliki 22,66 juta kasus Covid-19 dan 246.116 kematian.

Namun para ahli meyakini jumlah sebenarnya bisa lima hingga 10 kali lebih tinggi.

Pasien Covid di India harus berjuang mendapatkan tempat tidur rumah sakit, oksigen, serta obat-obatan. Hal itu menyebabkan banyak warga yang meninggal karena kurang perawatan.

Sumber: CNN


Artikel Terbaru

pekanbaru | Selasa, 22 Juni 2021

Sepekan ini, di Pekanbaru terjadi penurunan jumlah kelurahan yang berstatus zona merah atau.


pekanbaru | Selasa, 22 Juni 2021

Sebanyak 10 unit bus vaksinasi keliling, dijadwalkan kembali beroperasi guna memberikan.


pelalawan | Selasa, 22 Juni 2021

Kondisi Akademi Komunitas Negri Pelalawan (AKNP) kondisi  kini semakin miris. Ikon jenjang.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pembangunan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang dikerjakan sudah mencapai 70 %. Namun percepatan.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH meminta kepada seluruh satker untuk dapat menyikapi.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar terus memberikan perhatian kepada anak yatim, melalui Koordinator.


pelalawan | Senin, 21 Juni 2021

Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui yang kerap menjadi langganan banjir.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Viralnya video warga Pekanbaru di sosial media yang antrian mengikuti vaksin massal yang digelar.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, menerima formasi.


riau | Senin, 21 Juni 2021

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta  pemerintah.