19 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 29 Juli 2021
Ganjar Tak Diundang di Acara Partai, Itu Peringatan
politik | Selasa, 25 Mei 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto . (FOTO/int)

JAKARTA-- Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto menyatakan bahwa langkah partainya tidak mengundang Ganjar Pranowo hadir dalam acara partai di Jawa Tengah yang menghadirkan Puan Maharani merupakan bentuk peringatan.

Menurutnya, ada tata krama dan etika yang harus dipatuhi oleh seseorang, termasuk ketika ingin maju menjadi capres dari PDIP.

"Maka ketika Mba Puan rawuh ke Jawa Tengah maka kami mohon maaf lah rapat DPD. Iki piye? ya sudah dikasih lah peringatan dulu, biar nanti kita obrol, jangan diundang dulu. Just simple as that," kata pemilik sapaan akrab Pacul itu kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (25/5-2021).

Ganjar adalah gubernur Jateng dan kader PDIP. Peristiwa Ganjar tak diundang acara PDIP terjadi pada Sabtu (22/5) lalu. Dalam acara itu Puan Maharani memberi pengarahan kepada seluruh kader di Jawa Tengah untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024. 

Selain tidak diundang, Ganjar juga mendapat sindiran dari Pacul dan Puan. Puan berkata pemimpin sebaiknya juga dikenal di dunia nyata oleh para pendukungnya. Puan tak menyebut nama siapa yang disindirnya ini.

Sementara Pacul, mengaku tak mengundang Ganjar dalam acara internal PDIP Jateng yang menghadirkan Puan karena tak simpatik dengan Ganjar yang terlihat ambisius ingin maju sebagai capres pada 2024.

Meski demikian Pacul membantah Puan dan Ganjar berebut kursi calon presiden (capres). Menurutnya, peristiwa itu tak lebih dari sebuah peristiwa kecil.

"Jadi itu sangat sepele, bukan soal rebutan Capres antara Mba Puan dan Pak Ganjar," kata 

Dia menerangkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memberikan kode apapun soal capres yang akan diusung di Pemilu 2024. Menurutnya, Megawati baru sebatas memerintahkan kader untuk merapatkan barisan.

Sebagai Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu, Pacul mengaku, hanya menjalankan perintah Megawati tersebut yakni dengan menyolidkan kader dalam satu barisan.

"Durung ono kode Ketua Umum. Saya Ketua DPP Pemenangan Pemilu, Ketua Umum perintahkan solidkan barisan. Kalau orang yang belum berbaris harus saya solidkan bos, bergerak, solid," ucap Pacul.

"Kalau belum solid, saya punya kewenangan menyolidkan, yang namanya menyolidkan itu barisan harus satu, jangan ada yang di luar barisan, harus berbaris rapi, pasukan menunggu perintah Ketua Umum," imbuhnya.

 

Sumber: CNN
 



Artikel Terbaru
nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.


Jul 2021
29


Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto . (FOTO/int)

Ganjar Tak Diundang di Acara Partai, Itu Peringatan

politik | Selasa, 25 Mei 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA-- Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto menyatakan bahwa langkah partainya tidak mengundang Ganjar Pranowo hadir dalam acara partai di Jawa Tengah yang menghadirkan Puan Maharani merupakan bentuk peringatan.

Menurutnya, ada tata krama dan etika yang harus dipatuhi oleh seseorang, termasuk ketika ingin maju menjadi capres dari PDIP.

"Maka ketika Mba Puan rawuh ke Jawa Tengah maka kami mohon maaf lah rapat DPD. Iki piye? ya sudah dikasih lah peringatan dulu, biar nanti kita obrol, jangan diundang dulu. Just simple as that," kata pemilik sapaan akrab Pacul itu kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (25/5-2021).

Ganjar adalah gubernur Jateng dan kader PDIP. Peristiwa Ganjar tak diundang acara PDIP terjadi pada Sabtu (22/5) lalu. Dalam acara itu Puan Maharani memberi pengarahan kepada seluruh kader di Jawa Tengah untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024. 

Selain tidak diundang, Ganjar juga mendapat sindiran dari Pacul dan Puan. Puan berkata pemimpin sebaiknya juga dikenal di dunia nyata oleh para pendukungnya. Puan tak menyebut nama siapa yang disindirnya ini.

Sementara Pacul, mengaku tak mengundang Ganjar dalam acara internal PDIP Jateng yang menghadirkan Puan karena tak simpatik dengan Ganjar yang terlihat ambisius ingin maju sebagai capres pada 2024.

Meski demikian Pacul membantah Puan dan Ganjar berebut kursi calon presiden (capres). Menurutnya, peristiwa itu tak lebih dari sebuah peristiwa kecil.

"Jadi itu sangat sepele, bukan soal rebutan Capres antara Mba Puan dan Pak Ganjar," kata 

Dia menerangkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum memberikan kode apapun soal capres yang akan diusung di Pemilu 2024. Menurutnya, Megawati baru sebatas memerintahkan kader untuk merapatkan barisan.

Sebagai Ketua DPP PDIP bidang Pemenangan Pemilu, Pacul mengaku, hanya menjalankan perintah Megawati tersebut yakni dengan menyolidkan kader dalam satu barisan.

"Durung ono kode Ketua Umum. Saya Ketua DPP Pemenangan Pemilu, Ketua Umum perintahkan solidkan barisan. Kalau orang yang belum berbaris harus saya solidkan bos, bergerak, solid," ucap Pacul.

"Kalau belum solid, saya punya kewenangan menyolidkan, yang namanya menyolidkan itu barisan harus satu, jangan ada yang di luar barisan, harus berbaris rapi, pasukan menunggu perintah Ketua Umum," imbuhnya.

 

Sumber: CNN
 


Artikel Terbaru

nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.