12 Zulqaidah 1442 H / Selasa, 22 Juni 2021
Serangan Terencana terhadap Umat Muslim di Kanada
mancanegara | Selasa, 8 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Ilustrasi penolakan Islamofobia. (Reuters/Justin Tallis/CNN)

JAKARTA -- Empat orang dari satu keluarga Muslim di Kanada tewas akibat serangan truk terencana pada akhir pekan lalu, menambah panjang daftar serangan terhadap penganut Islam di negara tersebut selama beberapa tahun belakangan.

Pelaku diduga sudah merencanakan insiden itu dari jauh hari. Menurut kepolisian Kanada, pria itu diduga melancarkan aksinya atas dasar kebencian.

"Ada bukti bahwa tabrakan ini direncanakan, dipicu oleh kebencian. Diyakini bahwa korban ini menjadi target karena mereka Muslim," kata detektif kepolisian Kanada, Paul Waight, seperti dikutip AFP, Senin (7/6-2021).

Para pemimpin Muslim di Kanada mengecam insiden ini. Menurut mereka, kebencian terhadap Islam seharusnya tak ada di Kanada, apalagi Ontario.

Sementara itu, pemimpin Ontario, Doug Ford, juga mengomentari insiden yang menimpa warganya.

"Kebencian dan Islamofobia tak punya tempat di Ontario. Tindakan kekerasan seperti ini harus berhenti," ucapnya.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga berkata, "Islamofobia tak punya tempat di dalam komunitas kami. Kebencian ini harus berhenti."

Serangan terhadap umat Muslim di Kanada memang bukan kali ini saja.

Baca juga: Penyerang Masjid Quebec Terinspirasi Aksi Anti-Imigran Trump
Menurut berbagai sumber, di tahun 2015, polisi di seluruh Kanada mencatat ada 159 kejahatan rasial yang ditargetkan kepada umat Muslim. Jumlah itu naik tiga kali lipat dari tahun 2012, yang berdasarkan data mencapai 45 kasus.

Dilansir The Guardian, menurut Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), sepanjang 2015 hingga 2019, lebih dari 300 insiden terjadi, termasuk lebih dari 30 tindakan kekerasan fisik.

Salah satu peristiwa paling besar terjadi pada 2017. Saat itu, enam orang tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat penembakan massal di Masjid Quebec City.

Pelaku, Alexander Bissonnette (29), merangsek ke masjid menjelang salat berakhir. Bissonnette melancarkan aksinya dengan menggunakan dua pistol dan 108 butir peluru.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada September 2020, seorang relawan Organisasi Muslim Internasional, Mohamed-Aslim Zafis, ditusuk lehernya ketika sedang duduk di depan salah satu masjid di Toronto.

Kepolisian langsung menahan pelaku penusukan, Guilherme "William" Von Neutegem. Ia kemudian dijatuhi dakwaan menggunakan pasal pembunuhan.

Sumber: CNN
 



Artikel Terbaru
kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pembangunan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang dikerjakan sudah mencapai 70 %. Namun percepatan.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH meminta kepada seluruh satker untuk dapat menyikapi.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar terus memberikan perhatian kepada anak yatim, melalui Koordinator.


pelalawan | Senin, 21 Juni 2021

Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui yang kerap menjadi langganan banjir.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Viralnya video warga Pekanbaru di sosial media yang antrian mengikuti vaksin massal yang digelar.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, menerima formasi.


riau | Senin, 21 Juni 2021

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta  pemerintah.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar, Senin (21/6/2021) resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Rokan.


otomotif | Minggu, 20 Juni 2021

Di pasaran sudah menjamur radiator aftermarket yang menawarkan banyak kelebihan dibanding bawaan.


otomotif | Minggu, 20 Juni 2021

BMW Indonesia akhirnya meluncurkan BMW Seri-4 Coupe dan Convertible terbaru untuk pasar Tanah.


Penggunaan Sirekap di Pilkada Serentak 2020 Dikritik | Mengapa Saat Tidur Kita Disunnahkan Miring Kanan | "Aku bilang ke Dia Ini Adaptasi" | Kontribusi Pendapatan Data XL Capai 80 Persen | XL Axiata Pastikan Kemampuan Jaringan Data Meningkat | SKK Migas Gelar Pelatihan Migas untuk Anggota PWI | Guru Ancam Demo Besar Besaran | Dompet Dhuafa Riau-Indragiri Hulu ajak Anak-anak Jangan Takut Berbagi | Ini Dia Daftar Mobil LCGC Terlaris | Waketum DPP PAN, Bara Hasibuan Tolak Mundur |

Ilustrasi penolakan Islamofobia. (Reuters/Justin Tallis/CNN)

Serangan Terencana terhadap Umat Muslim di Kanada

mancanegara | Selasa, 8 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Empat orang dari satu keluarga Muslim di Kanada tewas akibat serangan truk terencana pada akhir pekan lalu, menambah panjang daftar serangan terhadap penganut Islam di negara tersebut selama beberapa tahun belakangan.

Pelaku diduga sudah merencanakan insiden itu dari jauh hari. Menurut kepolisian Kanada, pria itu diduga melancarkan aksinya atas dasar kebencian.

"Ada bukti bahwa tabrakan ini direncanakan, dipicu oleh kebencian. Diyakini bahwa korban ini menjadi target karena mereka Muslim," kata detektif kepolisian Kanada, Paul Waight, seperti dikutip AFP, Senin (7/6-2021).

Para pemimpin Muslim di Kanada mengecam insiden ini. Menurut mereka, kebencian terhadap Islam seharusnya tak ada di Kanada, apalagi Ontario.

Sementara itu, pemimpin Ontario, Doug Ford, juga mengomentari insiden yang menimpa warganya.

"Kebencian dan Islamofobia tak punya tempat di Ontario. Tindakan kekerasan seperti ini harus berhenti," ucapnya.

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga berkata, "Islamofobia tak punya tempat di dalam komunitas kami. Kebencian ini harus berhenti."

Serangan terhadap umat Muslim di Kanada memang bukan kali ini saja.

Baca juga: Penyerang Masjid Quebec Terinspirasi Aksi Anti-Imigran Trump
Menurut berbagai sumber, di tahun 2015, polisi di seluruh Kanada mencatat ada 159 kejahatan rasial yang ditargetkan kepada umat Muslim. Jumlah itu naik tiga kali lipat dari tahun 2012, yang berdasarkan data mencapai 45 kasus.

Dilansir The Guardian, menurut Dewan Nasional Muslim Kanada (NCCM), sepanjang 2015 hingga 2019, lebih dari 300 insiden terjadi, termasuk lebih dari 30 tindakan kekerasan fisik.

Salah satu peristiwa paling besar terjadi pada 2017. Saat itu, enam orang tewas dan 19 lainnya luka-luka akibat penembakan massal di Masjid Quebec City.

Pelaku, Alexander Bissonnette (29), merangsek ke masjid menjelang salat berakhir. Bissonnette melancarkan aksinya dengan menggunakan dua pistol dan 108 butir peluru.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada September 2020, seorang relawan Organisasi Muslim Internasional, Mohamed-Aslim Zafis, ditusuk lehernya ketika sedang duduk di depan salah satu masjid di Toronto.

Kepolisian langsung menahan pelaku penusukan, Guilherme "William" Von Neutegem. Ia kemudian dijatuhi dakwaan menggunakan pasal pembunuhan.

Sumber: CNN
 


Artikel Terbaru

kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pembangunan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang dikerjakan sudah mencapai 70 %. Namun percepatan.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto SH meminta kepada seluruh satker untuk dapat menyikapi.


kampar | Selasa, 22 Juni 2021

Pemerintah Kabupaten Kampar terus memberikan perhatian kepada anak yatim, melalui Koordinator.


pelalawan | Senin, 21 Juni 2021

Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam Kecamatan Ukui yang kerap menjadi langganan banjir.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Viralnya video warga Pekanbaru di sosial media yang antrian mengikuti vaksin massal yang digelar.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, menerima formasi.


riau | Senin, 21 Juni 2021

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir meminta  pemerintah.


riau | Senin, 21 Juni 2021

Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar, Senin (21/6/2021) resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Rokan.


otomotif | Minggu, 20 Juni 2021

Di pasaran sudah menjamur radiator aftermarket yang menawarkan banyak kelebihan dibanding bawaan.


otomotif | Minggu, 20 Juni 2021

BMW Indonesia akhirnya meluncurkan BMW Seri-4 Coupe dan Convertible terbaru untuk pasar Tanah.