19 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 29 Juli 2021
Syarat Penyaluran Bantuan PSR, Jika Petani Sawit Punya Kelompok
riau | Sabtu, 12 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli /int

PEKANBARU-- Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau meminta petani di Riau terutama petani kelapa sawit swadaya untuk dapat berkelompok. 

Dengan adanya kelompok tersebut, jika ada bantuan dari pemerintah pusat maka akan mudah diberikan kepada petani.

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan, salah satu bantuan untuk para petani kelapa sawit tahun ini peremajaan kelapa sawit atau yang disebut Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

"Tahun ini ditargetkan PSR di Riau seluas 26.500 Ha. Pemerintah pusat menganggarkan Rp30 juta per hektare," kata Zulfadli, Sabtu (12/6/2021).

Dijelaskan Zulfadli, salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut yakni petani sawit harus berkelompok. 

Karena dengan berkelompok pemerintah mudah menyalurkan bantuan dan juga kelompok mempunyai legalitas.

"Tahun lalu program PSR tersebut juga sudah berjalan, dan sudah banyak juga petani yang dapat," sebutnya.

Selain program PSR, saat ini Pemerintah Provinsi Riau juga sedang mensosialisasikan Pergub No 77 tahun 2020 tentang tataniaga Tandan Buah Segar (TBS) produksi pekebun Riau. Dimana melalui program ini, harga TBS akan diseragamkan.

"Untuk mengikuti program ini salah satu syaratnya juga harus berkelompok. Kelompok tersebut bisa seperti Koperasi Unit Desa (KUD)," jelasnya.

 



Artikel Terbaru
nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.


Jul 2021
29

AS Ajak Lebih dari 30 Negara Kecam Penindasan Muslim China | Seleksi CPNS Untuk Guru Kembali Diadakan Tahun 2022 Mendatang, DPR : P3K Tidak Jelas | Butuh Empat Tahunan Agar Bebas dari Penggunaan Masker | Gubri Resmikan PLTMG di Koto Gasib | Kemenkes Ungkap Sebanyak 73.149 Anak Terpapar Covid-19 | Honda Civic FD yang Bikin Orang Kepincut | 7 Jenis Usaha Rumahan yang Menguntungkan |

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli /int

Syarat Penyaluran Bantuan PSR, Jika Petani Sawit Punya Kelompok

riau | Sabtu, 12 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE*

PEKANBARU-- Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau meminta petani di Riau terutama petani kelapa sawit swadaya untuk dapat berkelompok. 

Dengan adanya kelompok tersebut, jika ada bantuan dari pemerintah pusat maka akan mudah diberikan kepada petani.

Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan, salah satu bantuan untuk para petani kelapa sawit tahun ini peremajaan kelapa sawit atau yang disebut Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

"Tahun ini ditargetkan PSR di Riau seluas 26.500 Ha. Pemerintah pusat menganggarkan Rp30 juta per hektare," kata Zulfadli, Sabtu (12/6/2021).

Dijelaskan Zulfadli, salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan tersebut yakni petani sawit harus berkelompok. 

Karena dengan berkelompok pemerintah mudah menyalurkan bantuan dan juga kelompok mempunyai legalitas.

"Tahun lalu program PSR tersebut juga sudah berjalan, dan sudah banyak juga petani yang dapat," sebutnya.

Selain program PSR, saat ini Pemerintah Provinsi Riau juga sedang mensosialisasikan Pergub No 77 tahun 2020 tentang tataniaga Tandan Buah Segar (TBS) produksi pekebun Riau. Dimana melalui program ini, harga TBS akan diseragamkan.

"Untuk mengikuti program ini salah satu syaratnya juga harus berkelompok. Kelompok tersebut bisa seperti Koperasi Unit Desa (KUD)," jelasnya.

 


Artikel Terbaru

nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.