19 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 29 Juli 2021
Dikelola dan Dipilah, Sampah Bernilai Ekonomis
kampar | Jumat, 18 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Foto: Diskominfo Kampar

TAMBANG-- Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu yang tak berguna, bisa menghasilkan pundi-pundi uang, jika dikelola dan dipilah secara tepat dan dimulai dari rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Sosialisasi didampingi oleh Camat Tambang Abukhari dan Ketua TP PKK Kecamatan Tambang beserta Kader PKK Desa Tambang.

Sampah terdiri dari sampah organik, dimana sampah organik yang bisa dijadikan bahan kompos. Sementara sampah anorganik, sampah yang bisa daur ulang menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis serta bisa juga langsung ke bank sampah dan menghasilkan uang.

“Kita harus bisa memilah sampah, sampah mana yang bisa dijadikan kompos dan yang bisa kita jual ke bank sampah," jelasnya.

Lebih lanjut Muslimawati menjelaskan, bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Semua dimulai dari rumah tangga, kita bisa lakukan pengolahan sampah yang dimulai dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Untuk menjalankan program diatas, maka perlu dilakukan sosialisasi ini guna mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekaligus menjaga kesehatan dalam pengelolaan sampah yang berasal dari lingkungan rumah tangga.

Dalam sosialisasi, para peserta dalam kegiatan ini diajari cara mengolah sampah organik yang dapat menghasilkan pupuk cair. Nantinya pupuk cair itu akan ditabung di Bank Kompos sehingga masyarakat memperoleh pendapatan dari pengolahan sampah organik tersebut.

Muslimawati mengingatkan, berjalannya program ini yang terpenting, mau memulai dari diri sendiri. Apabila kita mau, pasti bisa dan apabila kita bisa, pasti ada hasilnya,"terang Muslimah.

Terkait Bank sampah yang telah ada di Desa Tambang dan telah berjalan serta telah menghasilkan uang, akan tetapi saat ini mesin bank sampah tersebut hilang dicuri, maka hal ini akan menjadi pertimbangan bagi TP-PKK Kampar dalam apresiasinya nantinya.

Sementara itu Soffie Saffen,SH, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan lingkungan Provisi Riau pada kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa dalam pengolahan sampah dilakukan dengan tiga cara antara lain dengan cara reduce, artinya meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan seperti dilansir Diskominfo Kampar.

Kemudian dengan cara reuse, artinya menggunakan kembali dengan memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Serta dengan cara recycle, atau dengan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak berguna.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur menyerahkan sertifikat kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan, serta menyerahkan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.



Artikel Terbaru
nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.


Jul 2021
29

Gubri Resmikan PLTMG di Koto Gasib | Kemenkes Ungkap Sebanyak 73.149 Anak Terpapar Covid-19 | Honda Civic FD yang Bikin Orang Kepincut | 7 Jenis Usaha Rumahan yang Menguntungkan | PT IJA - JCI Tbk-Sumatera Terapkan PPKM di Lingkungan Kerja | Minang Marentak; Saling Berwasiat dengan Ade Armando | Segera Dipanggil KPK, Akankah Anies Baswedan Diseret Filri Bahuri di Kasus Korupsi |

Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Foto: Diskominfo Kampar

Dikelola dan Dipilah, Sampah Bernilai Ekonomis

kampar | Jumat, 18 Juni 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

TAMBANG-- Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur mengatakan, pengolahan sampah, dari sesuatu yang tak berguna, bisa menghasilkan pundi-pundi uang, jika dikelola dan dipilah secara tepat dan dimulai dari rumah tangga.

Hal tersebut disampaikan Hj Muslimawati Catur saat membuka Sosialisasi Pengolahan Sampah Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2021 di Aula Gedung Serba Guna Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Jumat (18/6/21). Sosialisasi didampingi oleh Camat Tambang Abukhari dan Ketua TP PKK Kecamatan Tambang beserta Kader PKK Desa Tambang.

Sampah terdiri dari sampah organik, dimana sampah organik yang bisa dijadikan bahan kompos. Sementara sampah anorganik, sampah yang bisa daur ulang menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis serta bisa juga langsung ke bank sampah dan menghasilkan uang.

“Kita harus bisa memilah sampah, sampah mana yang bisa dijadikan kompos dan yang bisa kita jual ke bank sampah," jelasnya.

Lebih lanjut Muslimawati menjelaskan, bahwa sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Semua dimulai dari rumah tangga, kita bisa lakukan pengolahan sampah yang dimulai dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Untuk menjalankan program diatas, maka perlu dilakukan sosialisasi ini guna mengubah pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah, lingkungan sekaligus menjaga kesehatan dalam pengelolaan sampah yang berasal dari lingkungan rumah tangga.

Dalam sosialisasi, para peserta dalam kegiatan ini diajari cara mengolah sampah organik yang dapat menghasilkan pupuk cair. Nantinya pupuk cair itu akan ditabung di Bank Kompos sehingga masyarakat memperoleh pendapatan dari pengolahan sampah organik tersebut.

Muslimawati mengingatkan, berjalannya program ini yang terpenting, mau memulai dari diri sendiri. Apabila kita mau, pasti bisa dan apabila kita bisa, pasti ada hasilnya,"terang Muslimah.

Terkait Bank sampah yang telah ada di Desa Tambang dan telah berjalan serta telah menghasilkan uang, akan tetapi saat ini mesin bank sampah tersebut hilang dicuri, maka hal ini akan menjadi pertimbangan bagi TP-PKK Kampar dalam apresiasinya nantinya.

Sementara itu Soffie Saffen,SH, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan lingkungan Provisi Riau pada kesempatan tersebut menjelaskan, bahwa dalam pengolahan sampah dilakukan dengan tiga cara antara lain dengan cara reduce, artinya meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan seperti dilansir Diskominfo Kampar.

Kemudian dengan cara reuse, artinya menggunakan kembali dengan memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Serta dengan cara recycle, atau dengan mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak berguna.

Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj Muslimawati Catur menyerahkan sertifikat kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan, serta menyerahkan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.


Artikel Terbaru

nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.