19 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 29 Juli 2021
Ganjaran Coba Kabur,Tiga Napi Rutan Kelas I Pekanbaru Gagal Dapat Remisi
hukum | Senin, 12 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21).

PEKANBARU -- Buntut dari percobaan melarikan diri, pada Sabtu (10/7/21) pukul 03.00 WIB lalu, tiga napi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, dipastikan tidak mendapatkan remisi  pembebasan bersyarat. 

Selain itu, ketiga warga binaan pemasyarakatan berinisial FH, IP serta UAH kembali menjalani hukuman ditempatkan di blok pengasingan (strap sel).

 "Tidak mendapatkan pembebasan bersyarat.  Kita sudah lakukan pengasingan," kata Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman, di kantornya, saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21). 

Pencabutan hak mendapatkan remisi pembebasan berayarat tersebut sebagai tindakan tegas atas pelanggaran keras terhadap napi yang mencoba kabur dari tahanan. Hal itu juga sekaligus peringatan bagi tahanan lainnya. 

Ada pun penempatan ketiga napi di ruang  strap sel, sekaligus untuk kepentingan intrograsi. Saat ini petugas masih melakukan pendalaman bagaimana para napi menjebol pentelasi besi kamar tahanan. 

Dugaan sementara, ketiga napi berhasil menjebol pentelasi menggunakan gergaji kecil. Namun barang bukti yang diakui napi sudah dibuang itu masih dicari petugas. 

Selain itu, petugas juga berkepentingan untuk mengungkap, apakah ada motif lain dari pelarian itu. Hal ini mengingat, dua dari tiga napi adalah terpidana kasus narkoba. Sedangkan satu lagi, kasus penggelapan.

"Kita masih terus lakukan pendalaman. Bagaimana bisa menjebol ventilasi ruang tahanan. Saya yakin, ini pasti ada otak pelakunya dan ini terencana. Ini memang pertanyaan besar kita," ungkap Lukman. 

Lebih lanjut, Lukman membeberkan selama menjalani masa penahanan, ketiga napi memang dikenal berprilaku buruk. Ketiganya ditahanan di ruang kamar isolasi yang sama," jelas Lukman.

Inisial UAH, merupakan terpidana lima tahun, kasus narkoba. Selama ditahan, sering berantam, sering ngerocokin sesama kawan tahanan lainnya atau bikin onar tanpa sebab.

Inisial FH terpidana 1,8 bulan, sama sering bikin onar. Sering melakukan pelanggaran aturan. 

Sementara inisial IP papar Lukman lagi, punya catatan buruk sebelumnya adalah pindahan dari Lapas Narkotika Rumbai. Dimana saat hendak dilakukan perawatan di rumah sakit, juga berupaya melarikan diri. Setelah berhasil diamankan lalu dipindahkan ke Rutan. 

"Nah sekarang kembali mencoba melarikan diri. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Upaya melakukan penjagaan dan berharap tak terulang lagi," tutup Lukman.



Artikel Terbaru
nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.


Jul 2021
29


Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21).

Ganjaran Coba Kabur,Tiga Napi Rutan Kelas I Pekanbaru Gagal Dapat Remisi

hukum | Senin, 12 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

PEKANBARU -- Buntut dari percobaan melarikan diri, pada Sabtu (10/7/21) pukul 03.00 WIB lalu, tiga napi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru, dipastikan tidak mendapatkan remisi  pembebasan bersyarat. 

Selain itu, ketiga warga binaan pemasyarakatan berinisial FH, IP serta UAH kembali menjalani hukuman ditempatkan di blok pengasingan (strap sel).

 "Tidak mendapatkan pembebasan bersyarat.  Kita sudah lakukan pengasingan," kata Kepala Rutan Pekanbaru, M Lukman, di kantornya, saat melakukan ekspos barang bukti percobaan pelarian tiga tahanan, Senin (12/7/21). 

Pencabutan hak mendapatkan remisi pembebasan berayarat tersebut sebagai tindakan tegas atas pelanggaran keras terhadap napi yang mencoba kabur dari tahanan. Hal itu juga sekaligus peringatan bagi tahanan lainnya. 

Ada pun penempatan ketiga napi di ruang  strap sel, sekaligus untuk kepentingan intrograsi. Saat ini petugas masih melakukan pendalaman bagaimana para napi menjebol pentelasi besi kamar tahanan. 

Dugaan sementara, ketiga napi berhasil menjebol pentelasi menggunakan gergaji kecil. Namun barang bukti yang diakui napi sudah dibuang itu masih dicari petugas. 

Selain itu, petugas juga berkepentingan untuk mengungkap, apakah ada motif lain dari pelarian itu. Hal ini mengingat, dua dari tiga napi adalah terpidana kasus narkoba. Sedangkan satu lagi, kasus penggelapan.

"Kita masih terus lakukan pendalaman. Bagaimana bisa menjebol ventilasi ruang tahanan. Saya yakin, ini pasti ada otak pelakunya dan ini terencana. Ini memang pertanyaan besar kita," ungkap Lukman. 

Lebih lanjut, Lukman membeberkan selama menjalani masa penahanan, ketiga napi memang dikenal berprilaku buruk. Ketiganya ditahanan di ruang kamar isolasi yang sama," jelas Lukman.

Inisial UAH, merupakan terpidana lima tahun, kasus narkoba. Selama ditahan, sering berantam, sering ngerocokin sesama kawan tahanan lainnya atau bikin onar tanpa sebab.

Inisial FH terpidana 1,8 bulan, sama sering bikin onar. Sering melakukan pelanggaran aturan. 

Sementara inisial IP papar Lukman lagi, punya catatan buruk sebelumnya adalah pindahan dari Lapas Narkotika Rumbai. Dimana saat hendak dilakukan perawatan di rumah sakit, juga berupaya melarikan diri. Setelah berhasil diamankan lalu dipindahkan ke Rutan. 

"Nah sekarang kembali mencoba melarikan diri. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Upaya melakukan penjagaan dan berharap tak terulang lagi," tutup Lukman.


Artikel Terbaru

nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.