19 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 29 Juli 2021
Kesehatan
Pasien Isoman Covid-19 Bisa Lakukan Olahraga Pernapasan
nusantara | Sabtu, 17 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Olahraga pernapasan/int

JAKARTA-- Sesak napas karena kekurangan oksigen termasuk salah satu gejala umum yang dialami pasien Covid-19. Ada cara yang dapat dilakukan pasien Covid-19 untuk meningkatkan level oksigen. Baik yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, Amien Suharti membagikan teknik latihan pernapasan yang bisa dilakukan.

"Latihan pernapasan ini untuk mengoptimalkan fungsi oksigen dalam tubuh dan bisa diterapkan untuk kondisi sesak apapun," ujar Amien dalam diskusi webinar manajemen karantina, Sabtu (17/7).

Berikut latihan pernapasan dan olahraga untuk pasien yang sedang isoman.

Latihan Pernapasan Diafragma

Dapat dilakukan dengan posisi duduk atau tidur sesuai kondisi pasien Covid-19. Tekniknya dengan letakkan satu tangan di atas dada, satu tangan di atas perut.

Hirup napas panjang dari hidung dan alirkan ke perut sehingga Anda menjadi kembung, kemudian keluarkan napas dari mulut sambil kempeskan perut perlahan.

Latihan Pernapasan Pengembangan Dada

Latihan pernapasan pengembangan dada bertujuan untuk meningkatkan pertukaran oksigen dan karbondioksida. Caranya bisa dilakukan dengan berbaring atau berdiri, lalu melebarkan kedua tangan secara terbuka sejajar dada, gerakan ritme buka tutup sambil membusungkan dada.

Latihan Pursed Lip Breathing

Pursed Lip Breathing (PLB) adalah latihan yang paling bisa diandalkan dalam segala kondisi sesak, yaitu mengeluarkan napas lewat bibir mengerut (kerucut).

5 Tanda Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Harus Segera ke RS

Tekniknya dimulai dengan mengambil napas melalui hidung selama 3-5 detik lalu mengeluarkannya secara perlahan dari mulut.

"Selain latihan pernapasan, prone position yang sedang viral termasuk posisi yang dianjurkan untuk pasien Covid-19," katanya.

"Posisi tengkurap (prone position) bertujuan untuk pertukaran gas serta menambah saturasi oksigen tubuh dan meningkatkan daya regang paru-paru supaya lebih bebas," kata Amien.

Caranya adalah meletakkan dua bantal di bawah area panggul dengan posisi tidur tengkurap sambil menarik napas lalu buang secara berkala.

Lebih lanjut, Amien menuturkan bahwa akibat dari infeksi Covid-19 tidak hanya desaturasi, melainkan kebugaran tubuh ikut terganggu.

Dalam penjelasan di sesi tanya jawab, Amien memaparkan jenis olahraga yang dapat dilakukan penyintas Covid-19 atau pasien isoman supaya tetap bugar.

Penyintas Covid-19

Mantan pasien Covid-19 atau penyintas tentunya dapat mempertahan kebugaran tubuh dengan olahraga teratur. Salah satunya bisa aerobik 30 menit dengan tempo gerakan sedang atau jenis olahraga lain yang tidak terlalu berat.

Gejala Ringan

Di samping latihan pernapasan, apabila memungkinkan dapat berjalan bolak-balik dalam ruangan isolasi sekitar 15 menit.

Penjelasan Dokter soal Gejala Covid-19 Derajat Ringan
Kemudian lakukan gerakan terukur seperti duduk berdiri, sambil diukur denyut nadi serta saturasi.

Gejala Sedang

Penderita Covid-19 dengan gejala sedang tidak terlalu dianjurkan melakukan banyak aktifitas yang membuat napas semakin pendek.

Aktifitas ringan sehari-hari seperti berjalan semampunya dalam ruangan sudah lebih dari cukup. Tapi tetap imbangi dengan latihan pernapasan.

Gejala Berat

Sedangkan untuk gejala berat, tidak disarankan melaksanakan kegiatan. Satu-satunya cara cukup latihan pernapasan secara berkala.

Selama latihan pernapasan, pastikan pasien dikondisikan tetap tenang, tidak panik, dan kooperatif.


Sumber: CNN



Artikel Terbaru
nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.


Jul 2021
29

AS Ajak Lebih dari 30 Negara Kecam Penindasan Muslim China | Seleksi CPNS Untuk Guru Kembali Diadakan Tahun 2022 Mendatang, DPR : P3K Tidak Jelas | Butuh Empat Tahunan Agar Bebas dari Penggunaan Masker | Gubri Resmikan PLTMG di Koto Gasib | Kemenkes Ungkap Sebanyak 73.149 Anak Terpapar Covid-19 | Honda Civic FD yang Bikin Orang Kepincut | 7 Jenis Usaha Rumahan yang Menguntungkan |

Olahraga pernapasan/int

Kesehatan

Pasien Isoman Covid-19 Bisa Lakukan Olahraga Pernapasan

nusantara | Sabtu, 17 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA-- Sesak napas karena kekurangan oksigen termasuk salah satu gejala umum yang dialami pasien Covid-19. Ada cara yang dapat dilakukan pasien Covid-19 untuk meningkatkan level oksigen. Baik yang dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik, Amien Suharti membagikan teknik latihan pernapasan yang bisa dilakukan.

"Latihan pernapasan ini untuk mengoptimalkan fungsi oksigen dalam tubuh dan bisa diterapkan untuk kondisi sesak apapun," ujar Amien dalam diskusi webinar manajemen karantina, Sabtu (17/7).

Berikut latihan pernapasan dan olahraga untuk pasien yang sedang isoman.

Latihan Pernapasan Diafragma

Dapat dilakukan dengan posisi duduk atau tidur sesuai kondisi pasien Covid-19. Tekniknya dengan letakkan satu tangan di atas dada, satu tangan di atas perut.

Hirup napas panjang dari hidung dan alirkan ke perut sehingga Anda menjadi kembung, kemudian keluarkan napas dari mulut sambil kempeskan perut perlahan.

Latihan Pernapasan Pengembangan Dada

Latihan pernapasan pengembangan dada bertujuan untuk meningkatkan pertukaran oksigen dan karbondioksida. Caranya bisa dilakukan dengan berbaring atau berdiri, lalu melebarkan kedua tangan secara terbuka sejajar dada, gerakan ritme buka tutup sambil membusungkan dada.

Latihan Pursed Lip Breathing

Pursed Lip Breathing (PLB) adalah latihan yang paling bisa diandalkan dalam segala kondisi sesak, yaitu mengeluarkan napas lewat bibir mengerut (kerucut).

5 Tanda Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Harus Segera ke RS

Tekniknya dimulai dengan mengambil napas melalui hidung selama 3-5 detik lalu mengeluarkannya secara perlahan dari mulut.

"Selain latihan pernapasan, prone position yang sedang viral termasuk posisi yang dianjurkan untuk pasien Covid-19," katanya.

"Posisi tengkurap (prone position) bertujuan untuk pertukaran gas serta menambah saturasi oksigen tubuh dan meningkatkan daya regang paru-paru supaya lebih bebas," kata Amien.

Caranya adalah meletakkan dua bantal di bawah area panggul dengan posisi tidur tengkurap sambil menarik napas lalu buang secara berkala.

Lebih lanjut, Amien menuturkan bahwa akibat dari infeksi Covid-19 tidak hanya desaturasi, melainkan kebugaran tubuh ikut terganggu.

Dalam penjelasan di sesi tanya jawab, Amien memaparkan jenis olahraga yang dapat dilakukan penyintas Covid-19 atau pasien isoman supaya tetap bugar.

Penyintas Covid-19

Mantan pasien Covid-19 atau penyintas tentunya dapat mempertahan kebugaran tubuh dengan olahraga teratur. Salah satunya bisa aerobik 30 menit dengan tempo gerakan sedang atau jenis olahraga lain yang tidak terlalu berat.

Gejala Ringan

Di samping latihan pernapasan, apabila memungkinkan dapat berjalan bolak-balik dalam ruangan isolasi sekitar 15 menit.

Penjelasan Dokter soal Gejala Covid-19 Derajat Ringan
Kemudian lakukan gerakan terukur seperti duduk berdiri, sambil diukur denyut nadi serta saturasi.

Gejala Sedang

Penderita Covid-19 dengan gejala sedang tidak terlalu dianjurkan melakukan banyak aktifitas yang membuat napas semakin pendek.

Aktifitas ringan sehari-hari seperti berjalan semampunya dalam ruangan sudah lebih dari cukup. Tapi tetap imbangi dengan latihan pernapasan.

Gejala Berat

Sedangkan untuk gejala berat, tidak disarankan melaksanakan kegiatan. Satu-satunya cara cukup latihan pernapasan secara berkala.

Selama latihan pernapasan, pastikan pasien dikondisikan tetap tenang, tidak panik, dan kooperatif.


Sumber: CNN


Artikel Terbaru

nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.