19 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 29 Juli 2021
Pemerintah Alokasi Dana Rp370 Miliar Suplai Oksigen
nusantara | Minggu, 18 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. foto: int

JAKARTA-- Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan oksigen sejak kasus Covid-19 meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Kita sediakan Rp370 miliar untuk pengadaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7-2021).

Kendati begitu, Ani belum menjelaskan kapan sekiranya anggaran ini mulai dikucurkan. 
Begitu juga dengan jumlah alokasi pengadaan masing-masing, baik yang dibeli dari industri lokal maupun impor.

Selain memberikan anggaran untuk pengadaan suplai oksigen, bendahara negara juga menyiapkan insentif perpajakan untuk impor alat kesehatan, obat-obatan, hingga oksigen. Insentif diberikan dalam bentuk  pembebasan bea masuk hingga pajak pertambahan nilai (PPN).

"Impor barang-barang seperti alat kesehatan, oksigen, maupun obat-obatan, mereka mendapat insentif kesehatan," ujarnya.

Rencananya, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk insentif perpajakan barang-barang kesehatan mencapai Rp20,85 triliun. Alokasi dana ini masuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta BUMN membantu pemenuhan kebutuhan oksigen. Salah satunya bisa dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Tak hanya meminta perusahaan pelat merah memenuhi kebutuhan oksigen di dalam negeri, pembiayaan untuk pengadaannya juga diminta agar bertambah.

"Ada juga pabrik yang off yang itu bisa di-on-kan tapi butuh pembiayaan. Tolong juga dicarikan solusinya karena apapun kita harus menyiapkan diri apabila betul-betul ada lonjakan dan kebutuhan oksigen bisa terpenuhi," ucap Jokowi.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen saat ini mencapai 2.000 ton per hari. Atas kebutuhan ini, pemerintah telah mengalihkan kelebihan kapasitas oksigen di industri sebanyak 240 ton-250 ton per hari untuk kebutuhan medis.

Selain itu, pemerintah juga membeli 20 ribu sampai 30 ribu oksigen konsentrator untuk menyediakan 600 ton oksigen per hari. Indonesia juga mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari Singapura.

Tak ketinggalan, Indonesia juga menerima sumbangan oksigen dari sejumlah negara di dunia. Salah satu yang teranyar adalah Uni Emirat Arab yang menyumbang 450 unit tabung oksigen berukuran 40 liter dan 150 unit konsentrator oksigen portable.



Artikel Terbaru
nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.


Jul 2021
29

Septian Bramandita, Content Creator Berpenghasilan Rp 1 Miliar | Demokrat Riau: KLB Deli Serdang Ilegal | Minang Marentak; Saling Berwasiat dengan Ade Armando | Kata-kata Inspiratif dari Orang Terkaya Dunia | BMW Segera Rilis Sedan Seri 3 dan 5 Hybrid | Jelang AFC U-16, Pemain Tiga Naga Dipanggil TC Timnas | Son Ye-jin Bakal Bintangi Drama Baru, '39' |

Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. foto: int

Pemerintah Alokasi Dana Rp370 Miliar Suplai Oksigen

nusantara | Minggu, 18 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA-- Pemerintah menambah alokasi dana senilai Rp370 miliar untuk menambah suplai oksigen di dalam negeri. 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan oksigen sejak kasus Covid-19 meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

"Kita sediakan Rp370 miliar untuk pengadaan dari dalam negeri maupun dari luar negeri," ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers Evaluasi Pelaksanaan PPKM Darurat, Sabtu (17/7-2021).

Kendati begitu, Ani belum menjelaskan kapan sekiranya anggaran ini mulai dikucurkan. 
Begitu juga dengan jumlah alokasi pengadaan masing-masing, baik yang dibeli dari industri lokal maupun impor.

Selain memberikan anggaran untuk pengadaan suplai oksigen, bendahara negara juga menyiapkan insentif perpajakan untuk impor alat kesehatan, obat-obatan, hingga oksigen. Insentif diberikan dalam bentuk  pembebasan bea masuk hingga pajak pertambahan nilai (PPN).

"Impor barang-barang seperti alat kesehatan, oksigen, maupun obat-obatan, mereka mendapat insentif kesehatan," ujarnya.

Rencananya, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk insentif perpajakan barang-barang kesehatan mencapai Rp20,85 triliun. Alokasi dana ini masuk ke dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta BUMN membantu pemenuhan kebutuhan oksigen. Salah satunya bisa dilakukan oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Tak hanya meminta perusahaan pelat merah memenuhi kebutuhan oksigen di dalam negeri, pembiayaan untuk pengadaannya juga diminta agar bertambah.

"Ada juga pabrik yang off yang itu bisa di-on-kan tapi butuh pembiayaan. Tolong juga dicarikan solusinya karena apapun kita harus menyiapkan diri apabila betul-betul ada lonjakan dan kebutuhan oksigen bisa terpenuhi," ucap Jokowi.

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kebutuhan oksigen saat ini mencapai 2.000 ton per hari. Atas kebutuhan ini, pemerintah telah mengalihkan kelebihan kapasitas oksigen di industri sebanyak 240 ton-250 ton per hari untuk kebutuhan medis.

Selain itu, pemerintah juga membeli 20 ribu sampai 30 ribu oksigen konsentrator untuk menyediakan 600 ton oksigen per hari. Indonesia juga mengimpor 10 ribu oksigen konsentrator dari Singapura.

Tak ketinggalan, Indonesia juga menerima sumbangan oksigen dari sejumlah negara di dunia. Salah satu yang teranyar adalah Uni Emirat Arab yang menyumbang 450 unit tabung oksigen berukuran 40 liter dan 150 unit konsentrator oksigen portable.


Artikel Terbaru

nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.