19 Zulhijjah 1442 H / Kamis, 29 Juli 2021
Bansos Daerah Lambat Cair, Penyaluran Baru 18,5 Persen
nusantara | Kamis, 22 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Menkeu Sri Mulyani mengisyaratkan bansos daerah lambat cair. Terbukti, penyaluran dana perlindungan sosial dan ekonomi baru 18,5 persen dari pagu . (FOTO/INT)

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan penyaluran bansos daerah lambat cair. Buktinya, penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di daerah baru sekitar 18,5 persen dari pagu Rp25,46 triliun, yaitu sebesar Rp4,7 triliun. Rinciannya, realisasi dana perlindungan sosial baru Rp2,3 triliun dan pemberdayaan ekonomi baru Rp2,4 triliun.

Ani, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa realisasi dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di 518 daerah masih di bawah 50 persen dan 24 daerah di atas 50 persen.

"Anggaran ini penyerapan atau realisasinya masih rendah. Kami berharap pemda segera merealisasikannya," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2021, Rabu (21/7-2021).

Ia merinci terdapat 324 daerah yang realisasi penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masih 0 persen-15 persen. Hal ini membuat realisasi dari penyaluran dana perlindungan sosial secara keseluruhan baru Rp764,8 miliar atau 6,2 persen dari pagu Rp12,31 triliun.

Sementara, daerah yang menyalurkan dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi sekitar 15 persen sampai 30 persen baru 128 daerah. Realisasinya Rp1,54 triliun atau 22,5 persen dari pagu Rp6,85 triliun.

Lalu, terdapat 66 daerah yang realisasinya sebesar 30 persen-50 persen. Walhasil, realisasinya tercatat sebesar Rp1,99 triliun atau 35,5 persen dari pagu Rp5,62 triliun.

Kemudian, ada 24 daerah yang belanja perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di atas 50 persen. Total penyalurannya sebesar Rp410,1 miliar atau 61,1 persen dari Rp670,9 miliar.

Realisasi penyaluran yang rendah juga terjadi pada bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Ani mengatakan realisasinya baru Rp6,11 triliun atau 21,2 persen dari pagu Rp28,8 triliun.

"Kami bersama Kemendes mendorong agar BLT dana desa ini segera dibayarkan dan bisa bantu masyarakat di level desa," pungkasnya.

 

sumber: CNN



Artikel Terbaru
nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.


Jul 2021
29


Menkeu Sri Mulyani mengisyaratkan bansos daerah lambat cair. Terbukti, penyaluran dana perlindungan sosial dan ekonomi baru 18,5 persen dari pagu . (FOTO/INT)

Bansos Daerah Lambat Cair, Penyaluran Baru 18,5 Persen

nusantara | Kamis, 22 Juli 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani mengisyaratkan penyaluran bansos daerah lambat cair. Buktinya, penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di daerah baru sekitar 18,5 persen dari pagu Rp25,46 triliun, yaitu sebesar Rp4,7 triliun. Rinciannya, realisasi dana perlindungan sosial baru Rp2,3 triliun dan pemberdayaan ekonomi baru Rp2,4 triliun.

Ani, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa realisasi dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di 518 daerah masih di bawah 50 persen dan 24 daerah di atas 50 persen.

"Anggaran ini penyerapan atau realisasinya masih rendah. Kami berharap pemda segera merealisasikannya," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2021, Rabu (21/7-2021).

Ia merinci terdapat 324 daerah yang realisasi penyaluran dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masih 0 persen-15 persen. Hal ini membuat realisasi dari penyaluran dana perlindungan sosial secara keseluruhan baru Rp764,8 miliar atau 6,2 persen dari pagu Rp12,31 triliun.

Sementara, daerah yang menyalurkan dana perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi sekitar 15 persen sampai 30 persen baru 128 daerah. Realisasinya Rp1,54 triliun atau 22,5 persen dari pagu Rp6,85 triliun.

Lalu, terdapat 66 daerah yang realisasinya sebesar 30 persen-50 persen. Walhasil, realisasinya tercatat sebesar Rp1,99 triliun atau 35,5 persen dari pagu Rp5,62 triliun.

Kemudian, ada 24 daerah yang belanja perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi di atas 50 persen. Total penyalurannya sebesar Rp410,1 miliar atau 61,1 persen dari Rp670,9 miliar.

Realisasi penyaluran yang rendah juga terjadi pada bantuan langsung tunai (BLT) dana desa. Ani mengatakan realisasinya baru Rp6,11 triliun atau 21,2 persen dari pagu Rp28,8 triliun.

"Kami bersama Kemendes mendorong agar BLT dana desa ini segera dibayarkan dan bisa bantu masyarakat di level desa," pungkasnya.

 

sumber: CNN


Artikel Terbaru

nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama minta kepada Pemko Pekanbaru untuk dapat.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Si jago merah meludeskan satu rumah bulatan dan lima kontrakan di Jalan Kurma Sukari Kelurahan.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Sudah mengabdi 30 tahun di Kepolisian Republik Indonesia, Alumni Akpol Angkatan 91 Batalyon.


nusantara | Rabu, 28 Juli 2021

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengaku marah dengan tindakan dua oknum TNI Angkatan Udara.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menyurati pihak rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Jumlah pelamar pada Pendaftaran seleksi Calon Aparatur Sipil Negera (CASN) Pemerintah Kota.


pekanbaru | Rabu, 28 Juli 2021

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbaru, diawasi.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengusulkan penambahan pintu dan feeder jalan tol yang akan.


riau | Rabu, 28 Juli 2021

Gubernur Riau Syamsuar mengklaim telah menyampaikan semua usulan dari kepala daerah 3 provinsi.