19 Safar 1443 H / Senin, 27 September 2021
Turki Peringatkan Dunia Tidak Buru-Buru Akui Taliban
mancanegara | Selasa, 7 September 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan /int

JAKARTA -- Turki memperingatkan komunitas internasional agar tidak terlalu terburu-buru mengakui Taliban sebagai pemerintah resmi Afghanistan yang baru.

Dalam sebuah wawancara televisi, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mewanti-wanti pemerintahan baru Afghanistan harus inklusif dan memberikan ruang bagi perempuan.

Ia juga mengusulkan beberapa perempuan Afghanistan dari berbagai kelompok etnis harus diberikan jabatan menteri.

"Tidak perlu terburu-buru. Ini adalah saran kami kepada seluruh dunia. Kita harus bertindak bersama-sama dengan komunitas internasional," kata Cavusoglu.

Cavusoglu sendiri sangat berhati-hati dan tidak membeberkan bagaimana sikap Turki sendiri terhadap hubungannya Taliban saat ini.

Turki saat ini juga tengah berunding terkait bantuan operasional bandara Kabul yang belum sepenuhnya pulih usai ditinggal Amerika Serikat dan sekutu.

Cavusoglu juga menyampaikan bahwa saat ini Turki bekerja sama dengan Qatar dan AS untuk menyusun persyaratan pembukaan bandara Kabul yang akan diprioritaskan untuk akses penyaluran bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi warga sipil yang ingin keluar Afghanistan.

Cavusoglu menganggap masalah keamanan menjadi fokus utama operasional Bandara Kabul. Ia menekankan bahwa penerbangan komersial tidak akan pernah bisa dilanjutkan sampai maskapai yakin jika kondisi di bandara cukup aman.

Cavusoglu menuturkan bahkan jika maskapai penerbangan, termasuk Turkish Airlines, ingin terbang ke Kabul, perusahaan asuransi tidak akan mengizinkannya karena keamanan yang belum terjamin.

"Dalam pandangan saya, pasukan Taliban atau Afghanistan dapat memastikan keamanan di luar bandara," tutur Cavusoglu seperti dikutip AFP.

"Tapi di dalam, bisa jadi ada perusahaan keamanan yang dipercaya masyarakat internasional atau semua perusahaan lain," katanya.

Sementara itu, AS menyatakan bahwa mereka tidak lagi mengontrol wilayah udara di Afghanistan dan bandara Kabul dalam keadaan rusak ketika ditinggalkan oleh pasukan Negeri Paman Sam.

Namun, Bandara Kabul sudah mulai beroperasi untuk penerbangan domestik pada pekan lalu. Duta Besar Qatar untuk Afghanistan menyatakan bahwa landasan pacu bandara Kabul sudah dibenahi dan dapat kembali dipakai untuk penerbangan domestik dan bantuan kemanusiaan.

Ia kemudian mengatakan bahwa sejak landasan pacu dibenahi, sudah ada dua penerbangan domestik yang berhasil lepas landas dari bandara Kabul, yaitu ke arah Mazar-i-Sharif dan Kandahar.


sumber: CNN



Artikel Terbaru
pekanbaru | Minggu, 26 September 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat, saat ini seluruh kecamatan di Pekanbaru telah berhasil keluar.


kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


Sep 2021
27


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan /int

Turki Peringatkan Dunia Tidak Buru-Buru Akui Taliban

mancanegara | Selasa, 7 September 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA -- Turki memperingatkan komunitas internasional agar tidak terlalu terburu-buru mengakui Taliban sebagai pemerintah resmi Afghanistan yang baru.

Dalam sebuah wawancara televisi, Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mewanti-wanti pemerintahan baru Afghanistan harus inklusif dan memberikan ruang bagi perempuan.

Ia juga mengusulkan beberapa perempuan Afghanistan dari berbagai kelompok etnis harus diberikan jabatan menteri.

"Tidak perlu terburu-buru. Ini adalah saran kami kepada seluruh dunia. Kita harus bertindak bersama-sama dengan komunitas internasional," kata Cavusoglu.

Cavusoglu sendiri sangat berhati-hati dan tidak membeberkan bagaimana sikap Turki sendiri terhadap hubungannya Taliban saat ini.

Turki saat ini juga tengah berunding terkait bantuan operasional bandara Kabul yang belum sepenuhnya pulih usai ditinggal Amerika Serikat dan sekutu.

Cavusoglu juga menyampaikan bahwa saat ini Turki bekerja sama dengan Qatar dan AS untuk menyusun persyaratan pembukaan bandara Kabul yang akan diprioritaskan untuk akses penyaluran bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi warga sipil yang ingin keluar Afghanistan.

Cavusoglu menganggap masalah keamanan menjadi fokus utama operasional Bandara Kabul. Ia menekankan bahwa penerbangan komersial tidak akan pernah bisa dilanjutkan sampai maskapai yakin jika kondisi di bandara cukup aman.

Cavusoglu menuturkan bahkan jika maskapai penerbangan, termasuk Turkish Airlines, ingin terbang ke Kabul, perusahaan asuransi tidak akan mengizinkannya karena keamanan yang belum terjamin.

"Dalam pandangan saya, pasukan Taliban atau Afghanistan dapat memastikan keamanan di luar bandara," tutur Cavusoglu seperti dikutip AFP.

"Tapi di dalam, bisa jadi ada perusahaan keamanan yang dipercaya masyarakat internasional atau semua perusahaan lain," katanya.

Sementara itu, AS menyatakan bahwa mereka tidak lagi mengontrol wilayah udara di Afghanistan dan bandara Kabul dalam keadaan rusak ketika ditinggalkan oleh pasukan Negeri Paman Sam.

Namun, Bandara Kabul sudah mulai beroperasi untuk penerbangan domestik pada pekan lalu. Duta Besar Qatar untuk Afghanistan menyatakan bahwa landasan pacu bandara Kabul sudah dibenahi dan dapat kembali dipakai untuk penerbangan domestik dan bantuan kemanusiaan.

Ia kemudian mengatakan bahwa sejak landasan pacu dibenahi, sudah ada dua penerbangan domestik yang berhasil lepas landas dari bandara Kabul, yaitu ke arah Mazar-i-Sharif dan Kandahar.


sumber: CNN


Artikel Terbaru

pekanbaru | Minggu, 26 September 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat, saat ini seluruh kecamatan di Pekanbaru telah berhasil keluar.


kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.