19 Safar 1443 H / Senin, 27 September 2021
Dua Mobil Mantan Pejabat Pemko Pekanbaru Akhirnya Ditarik
pekanbaru | Selasa, 14 September 2021
Editor : Red | Penulis : Linda

Dua mobil sitaan diamankan Kejaksaan Negeri Pekanbaru. (*/Lnd)

PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN) menarik dua unit mobil dinas yang sebelumnya dikuasai mantan Sekda Pekanbaru, M Noer. Menurut, Kejari pejabat yang menjabat lagi harus menyerahkan aset-aset yang dikuasainya.

Dua mobil dinas itu yang ditarik tersebut, yakni Honda Accord BM 1592 TP dan Toyota Altis BM 1755 TP. Kedua mobil berwarna hitam itu terparkir di halaman depan Kantor Kejari Pekanbaru.

"Hari ini (Selasa) beberapa pejabat sudah menyerahkan mobil yang dikuasainya, milik Pemko Pekanbaru. Ada Altis dan Accord," ujar Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Ridwan Dhaniel.

Ridwan mengatakan, penarikan kedua mobil dinas itu sesuai arahan Kajari Pekanbaru. Diminta kepada  pejabat yang tidak lagi menjabat agar segera menyerahkan aset-aset yang dikuasainya ke Pemko Pekanbaru. "Nantinya, mobil dinas tersebut akan dikembalikan ke Pemko Pekanbaru," tutur Ridwan seperti dilansir metroriau.

Penarikan mobil dinas ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diberikan Pemko Pekanbaru kepada JPN. Dari 26 SKK yang diberikan,  sudah dilakukan penarikan 13 unit kendaraan dinas.

Ridwan menambahkan, setiap hari Kejari Pekanbaru mengundang pejabat-pejabat atau pihak ketiga yang tidak punya hak lagi menguasai aset daerah. Mereka diimbau menyerah mobil tersebut agar bisa digunakan oleh pejabat lain yang berhak menggunakannya.

Ridwan enggan mengungkap pejabat yang menggunakan mobil tersebutlah.  "Setahunya ini (mobil, red), kita dapat dari Bagian Umum (Pemko). Pejabat yang mempergunakan menyerahkan ke Bagian Umum. Jadi Bagian Umum yang menyerahkan ke kita," jelas Ridwan, didampingi Kasubsi Perdata, Jefri Armando Pohan, dan Kasubsi Tata Usaha Negara, Yuridho Fadlin.

Beredar informasi, mobil ini sebelumnya dikuasai oleh mantan Sekretaris Kota Pekanbaru, M Noer. Namun saat dipastikan lagi terkait informasi ini, Ridwan menjawab lain. "Saya tidak kenal dengan mantan Sekda," ungkap dia.

Begitu juga ketika ditanya  berapa lama mantan pejabat terkait itu menguasai mobil dinas setelah tidak lagi memegang jabatan, Ridwan  mengaku pihaknya tak mengetahui pasti, karena baru menerima SKK.

"Kami baru saja mendapatkan SKK, kita nggak tahu. Yang penting mobil dinas ini dikuasai mantan-mantan pejabat. Gitu aja," terangnya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan, Tim JPN akan menitipkan mobil itu ke BPKAD Kota Pekanbaru agar dilakukan perawatan yang dituangkan dalam berita acara. Nanti BPKAD yang menentukan siapa pejabat yang menggunakan mobil itu.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Muhammad Jamil, mengatakan bahwa pihaknya tengah menata aset daerah. Termasuk yang masih dikuasai pihak lain.

"Masih ada (yang dikuasai pihak lain). Kita minta agar bisa mengembalikan kendaraan dinas tersebut," kata Muhammad Jamil belum lama ini.

Menurutnya, Pemko Pekanbaru juga mendata kendaraan dinas yang masih dikuasai oknum mantan pejabat pemerintah. Proses penataan aset kendaraan dinas ini juga menggandeng Kejari Pekanbaru.

"Kita juga koordinasi dengan Kejari untuk membantu proses penataan kendaraan dinas tersebut. Bagi yang masih menahan aset, kembalikan agar kita bisa menatanya," tegas dia.

Awalnya, Pemko mengajukan 17 aset yang saat ini masih dikuasai pihak lain, baik berupa mobil dinas maupun aset tanah.  Jumlah itu terus bertambah jadi 26 SKK.*



Artikel Terbaru
pekanbaru | Minggu, 26 September 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat, saat ini seluruh kecamatan di Pekanbaru telah berhasil keluar.


kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


Sep 2021
27

AS Ajak Lebih dari 30 Negara Kecam Penindasan Muslim China | Gubri Rekomendasikan Pembebasan Lahan Percepatan 4 Jalan Tol ke Pusat | Bawaslu Siak Beri Sanksi Teguran Tiga Panwascam | Ratusan Persil Tanah Pemko Pekanbaru Tidak Bersertifikat | Hobiku Ajak Puluhan Bikers Nobar MotoGP | Akun Youtube Milik FPI Menghilang | Dari Model, Dokter, ke Jubir Covid |

Dua mobil sitaan diamankan Kejaksaan Negeri Pekanbaru. (*/Lnd)

Dua Mobil Mantan Pejabat Pemko Pekanbaru Akhirnya Ditarik

pekanbaru | Selasa, 14 September 2021
Editor : Red | Penulis : Linda

PEKANBARU - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN) menarik dua unit mobil dinas yang sebelumnya dikuasai mantan Sekda Pekanbaru, M Noer. Menurut, Kejari pejabat yang menjabat lagi harus menyerahkan aset-aset yang dikuasainya.

Dua mobil dinas itu yang ditarik tersebut, yakni Honda Accord BM 1592 TP dan Toyota Altis BM 1755 TP. Kedua mobil berwarna hitam itu terparkir di halaman depan Kantor Kejari Pekanbaru.

"Hari ini (Selasa) beberapa pejabat sudah menyerahkan mobil yang dikuasainya, milik Pemko Pekanbaru. Ada Altis dan Accord," ujar Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Ridwan Dhaniel.

Ridwan mengatakan, penarikan kedua mobil dinas itu sesuai arahan Kajari Pekanbaru. Diminta kepada  pejabat yang tidak lagi menjabat agar segera menyerahkan aset-aset yang dikuasainya ke Pemko Pekanbaru. "Nantinya, mobil dinas tersebut akan dikembalikan ke Pemko Pekanbaru," tutur Ridwan seperti dilansir metroriau.

Penarikan mobil dinas ini berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) yang diberikan Pemko Pekanbaru kepada JPN. Dari 26 SKK yang diberikan,  sudah dilakukan penarikan 13 unit kendaraan dinas.

Ridwan menambahkan, setiap hari Kejari Pekanbaru mengundang pejabat-pejabat atau pihak ketiga yang tidak punya hak lagi menguasai aset daerah. Mereka diimbau menyerah mobil tersebut agar bisa digunakan oleh pejabat lain yang berhak menggunakannya.

Ridwan enggan mengungkap pejabat yang menggunakan mobil tersebutlah.  "Setahunya ini (mobil, red), kita dapat dari Bagian Umum (Pemko). Pejabat yang mempergunakan menyerahkan ke Bagian Umum. Jadi Bagian Umum yang menyerahkan ke kita," jelas Ridwan, didampingi Kasubsi Perdata, Jefri Armando Pohan, dan Kasubsi Tata Usaha Negara, Yuridho Fadlin.

Beredar informasi, mobil ini sebelumnya dikuasai oleh mantan Sekretaris Kota Pekanbaru, M Noer. Namun saat dipastikan lagi terkait informasi ini, Ridwan menjawab lain. "Saya tidak kenal dengan mantan Sekda," ungkap dia.

Begitu juga ketika ditanya  berapa lama mantan pejabat terkait itu menguasai mobil dinas setelah tidak lagi memegang jabatan, Ridwan  mengaku pihaknya tak mengetahui pasti, karena baru menerima SKK.

"Kami baru saja mendapatkan SKK, kita nggak tahu. Yang penting mobil dinas ini dikuasai mantan-mantan pejabat. Gitu aja," terangnya.

Untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan, Tim JPN akan menitipkan mobil itu ke BPKAD Kota Pekanbaru agar dilakukan perawatan yang dituangkan dalam berita acara. Nanti BPKAD yang menentukan siapa pejabat yang menggunakan mobil itu.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Muhammad Jamil, mengatakan bahwa pihaknya tengah menata aset daerah. Termasuk yang masih dikuasai pihak lain.

"Masih ada (yang dikuasai pihak lain). Kita minta agar bisa mengembalikan kendaraan dinas tersebut," kata Muhammad Jamil belum lama ini.

Menurutnya, Pemko Pekanbaru juga mendata kendaraan dinas yang masih dikuasai oknum mantan pejabat pemerintah. Proses penataan aset kendaraan dinas ini juga menggandeng Kejari Pekanbaru.

"Kita juga koordinasi dengan Kejari untuk membantu proses penataan kendaraan dinas tersebut. Bagi yang masih menahan aset, kembalikan agar kita bisa menatanya," tegas dia.

Awalnya, Pemko mengajukan 17 aset yang saat ini masih dikuasai pihak lain, baik berupa mobil dinas maupun aset tanah.  Jumlah itu terus bertambah jadi 26 SKK.*


Artikel Terbaru

pekanbaru | Minggu, 26 September 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat, saat ini seluruh kecamatan di Pekanbaru telah berhasil keluar.


kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.