19 Safar 1443 H / Senin, 27 September 2021
Komplotan Perampok ATM BRI Rp755 Juta di Rohul Ditangkap Jatanras Polda Riau
hukum | Selasa, 14 September 2021
Editor : Red | Penulis : Linda

Anggota Polda Riau memperlihatkan para tersangka perampok yang berhasil ditangkap. (Foto/Lnd)

PEKANBARU - Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau berhasil menangkap komplotan perampok dengan modus membobol mesin ATM. Para pelaku yang berhasil membobol uang tunai sebanyak Rp755 juta dari mesin ATM tersebut, ditangkap disejumlah tempat..

Pengungkapan berawal dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau dan Sat Reskrim Polres Rokan Hulu. Pelaku mengancam korban, Daniel Sapta yang merupakan teknisi mesin ATM  dengan pisau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan, peristiwa terjadi di Jalan Diponegoro Sp Kumu Rambah Hilir Rokan Hulu, pada Selasa (31/8). Pelaku berjumlah empat orang, membobol mesin ATM BRI Rp755 juta.

"Petugas melakukan penyelidikan dan olah TKP serta menganalisa rekaman CCTV dan diketahui salah satu pelaku dikenali sebagai RT als RS (39) berada di daerah Lubuk Basung Agam Sumatera Barat. RT berhasil ditangkap pada Minggu (6/9) pagi. RT als RS ini adalah sebagai inisiator sekaligus eksekutor," ujar Sunarto, didampingi Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Senin (13/9).

Pengembangan dari pelaku RT, kemudian tim berhasil menangkap 3  orang pelaku lainnya di beberapa tempat. Mereka adalah  BM als BY (29) yang berperan sebagai sopir dan ditangkap di Jakarta, MA als BB (35) berperan sebagai eksekutor yang juga mengaku sebagai Manager Pimpinan Bank BRI ditangkap di Surabaya dan HB (42) sebagai eksekutor ditangkap di Banyuwangi Jawa Timur.
 
Dari penggeledahan di rumah para pelaku, tim berhasil mengamankan barang bukti, antara lain  dari pelaku RT disita 1 pcs jam tangan merk Alexandre Christie, satu unit handphone Merk Oppo Reno 6 warna Hitam, satu  pasang sepatu warna coklat merk Gats, dua unit handphone, dan uang tunai Rp41 juta.

Dari pelaku HB disita dua unit handphone, uang tunai Rp39.900.000, jam tangan Golden Hold warna Gold Crome, kartu ATM BCA, satu lembar e-money bank Mandiri, satu buku tabungan Bank BCA dan satu buku tabungan Bank Jatim.

"Dari pelaku BM disita, satu unit mobil  Xenia warna putih Nopol G 8510 HM, uang tunai Rp90 juta, satu unit handphone, satu pcs pisau cutter, 6  pcs gelang bulat emas + surat, satu pcs kalung kaki emas + surat, satu pasang anting jepit, satu pcs cincin batu merah + surat, kartu ATM dan lainnya," jelas Sunarto.

Sementara dari Pelaku MA disita uang Rp2.900.000, dua  unit handhone. KTP, buku tabungan Bank Mandiri, kartu ATM BCA yang diakui berisi saldo Rp79.400.372.

Dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan, diketahui otak pelaku adalah RT  yang diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pengawal teknisi ATM di PT SSI pada bulan Juni 2021. Kemudian RT menghubungi MA als BB untuk mencari 2  orang rekan lainnya HB als BL dan BM als BY untuk melakukan pencurian.

Setelah terjadi kesepakatan, pelaku MA dan dua rekannya langsung berangkat ke Pasir Pengaraian menggunakan satu unit mobil Xenia warna putih dari Jakarta.
 
Pada Sabtu (28/8),  MA bersama dua rekannya sampai di Rantau Berangin Kabupaten Kampar dan bertemu dengan pelaku RT als RS yang sudah menunggu.

"Selanjutnya, bersama sama-sama mereka melanjutkan perjalanan ke Pasir Pengaraian dan keempat pelaku menginap di rumah keluarga RT," jelas Sunarto.


Pada Selasa (31/8) sekira jam 22.00 WIB, pelaku HB mendatangi rumah korban Danil Sapta, mengaku sebagai utusan dari Bank BRI.

Pelaku mengatakan bahwa pimpinan Bank BRI ingin bertemu dan disanggupi oleh korban. Korban datang ke sebuah bank di Pasir Putih  untuk memperbaiki  kerusakan mesin ATM Mandiri.

Setelah korban selesai memperbaiki mesin ATM Mandiri, pelaku memanggil korban untuk masuk ke mobil dengan alasan ditunggu pimpinan bank BRI.

Sesampainya korban didekat mobil, pelaku MA langsung menodongkan pisau sangkur ke perut korban dan berkata 'Turuti kemauan kami, kau aman”.

Pelaku RT  menutup mulut korban menggunakan lakban putih dan mengikat tangan korban menggunakan tali nilon," tutur Sunarto.

Kemudian mobil membawa korban ke arah ATM BRI yang berada di Jalan Diponegoro Simpang Kumu, Desa Rambah Hilir. Setelah melihat situasi aman, pelaku melanjutkan perjalanan dan kembali lagi ke lokasi ATM untuk memastikan keadaan.

Setelah situasi ATM BRI aman, pelaku menyuruh korban membuka kunci mesin ATM. Begitu mesin ATM terbuka, pelaku mengambil kaset tempat penyimpanan uang didalam mesin ATM BRI dan memasukkannya ke dalam mobil," papar Sunarto.

Setelah itu, para pelaku kabur membawa serta korban dan menurunkannya di Jembatan Batang Lubuh jalan Lingkar Desa Pemartang Berangan Kecamatan Rambah. Korban diturunkan dengan tangan terikat dan mulut dilakban.

Pelaku kabur ke arah Sumbar sesampainya di sana, para pelaku membagi hasil curas. RT mendapat bagian Rp 180 juta, HB mendapat Rp 180 juta,  MA mendapat Rp180 juta dan BM mendapat Rp130 juta. Sementara sisa uang Rp2 juta untuk biaya akomodasi pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan melakukan tindak pidana curas sebagai mana Pasal 365 KUHPidana. "Ancaman hukumannya 9 tahun penjara," pungkas Sunarto. *



Artikel Terbaru
pekanbaru | Minggu, 26 September 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat, saat ini seluruh kecamatan di Pekanbaru telah berhasil keluar.


kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.


Sep 2021
27


Anggota Polda Riau memperlihatkan para tersangka perampok yang berhasil ditangkap. (Foto/Lnd)

Komplotan Perampok ATM BRI Rp755 Juta di Rohul Ditangkap Jatanras Polda Riau

hukum | Selasa, 14 September 2021
Editor : Red | Penulis : Linda

PEKANBARU - Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau berhasil menangkap komplotan perampok dengan modus membobol mesin ATM. Para pelaku yang berhasil membobol uang tunai sebanyak Rp755 juta dari mesin ATM tersebut, ditangkap disejumlah tempat..

Pengungkapan berawal dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau dan Sat Reskrim Polres Rokan Hulu. Pelaku mengancam korban, Daniel Sapta yang merupakan teknisi mesin ATM  dengan pisau.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, mengatakan, peristiwa terjadi di Jalan Diponegoro Sp Kumu Rambah Hilir Rokan Hulu, pada Selasa (31/8). Pelaku berjumlah empat orang, membobol mesin ATM BRI Rp755 juta.

"Petugas melakukan penyelidikan dan olah TKP serta menganalisa rekaman CCTV dan diketahui salah satu pelaku dikenali sebagai RT als RS (39) berada di daerah Lubuk Basung Agam Sumatera Barat. RT berhasil ditangkap pada Minggu (6/9) pagi. RT als RS ini adalah sebagai inisiator sekaligus eksekutor," ujar Sunarto, didampingi Direktur Reskrimum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Senin (13/9).

Pengembangan dari pelaku RT, kemudian tim berhasil menangkap 3  orang pelaku lainnya di beberapa tempat. Mereka adalah  BM als BY (29) yang berperan sebagai sopir dan ditangkap di Jakarta, MA als BB (35) berperan sebagai eksekutor yang juga mengaku sebagai Manager Pimpinan Bank BRI ditangkap di Surabaya dan HB (42) sebagai eksekutor ditangkap di Banyuwangi Jawa Timur.
 
Dari penggeledahan di rumah para pelaku, tim berhasil mengamankan barang bukti, antara lain  dari pelaku RT disita 1 pcs jam tangan merk Alexandre Christie, satu unit handphone Merk Oppo Reno 6 warna Hitam, satu  pasang sepatu warna coklat merk Gats, dua unit handphone, dan uang tunai Rp41 juta.

Dari pelaku HB disita dua unit handphone, uang tunai Rp39.900.000, jam tangan Golden Hold warna Gold Crome, kartu ATM BCA, satu lembar e-money bank Mandiri, satu buku tabungan Bank BCA dan satu buku tabungan Bank Jatim.

"Dari pelaku BM disita, satu unit mobil  Xenia warna putih Nopol G 8510 HM, uang tunai Rp90 juta, satu unit handphone, satu pcs pisau cutter, 6  pcs gelang bulat emas + surat, satu pcs kalung kaki emas + surat, satu pasang anting jepit, satu pcs cincin batu merah + surat, kartu ATM dan lainnya," jelas Sunarto.

Sementara dari Pelaku MA disita uang Rp2.900.000, dua  unit handhone. KTP, buku tabungan Bank Mandiri, kartu ATM BCA yang diakui berisi saldo Rp79.400.372.

Dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan, diketahui otak pelaku adalah RT  yang diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pengawal teknisi ATM di PT SSI pada bulan Juni 2021. Kemudian RT menghubungi MA als BB untuk mencari 2  orang rekan lainnya HB als BL dan BM als BY untuk melakukan pencurian.

Setelah terjadi kesepakatan, pelaku MA dan dua rekannya langsung berangkat ke Pasir Pengaraian menggunakan satu unit mobil Xenia warna putih dari Jakarta.
 
Pada Sabtu (28/8),  MA bersama dua rekannya sampai di Rantau Berangin Kabupaten Kampar dan bertemu dengan pelaku RT als RS yang sudah menunggu.

"Selanjutnya, bersama sama-sama mereka melanjutkan perjalanan ke Pasir Pengaraian dan keempat pelaku menginap di rumah keluarga RT," jelas Sunarto.


Pada Selasa (31/8) sekira jam 22.00 WIB, pelaku HB mendatangi rumah korban Danil Sapta, mengaku sebagai utusan dari Bank BRI.

Pelaku mengatakan bahwa pimpinan Bank BRI ingin bertemu dan disanggupi oleh korban. Korban datang ke sebuah bank di Pasir Putih  untuk memperbaiki  kerusakan mesin ATM Mandiri.

Setelah korban selesai memperbaiki mesin ATM Mandiri, pelaku memanggil korban untuk masuk ke mobil dengan alasan ditunggu pimpinan bank BRI.

Sesampainya korban didekat mobil, pelaku MA langsung menodongkan pisau sangkur ke perut korban dan berkata 'Turuti kemauan kami, kau aman”.

Pelaku RT  menutup mulut korban menggunakan lakban putih dan mengikat tangan korban menggunakan tali nilon," tutur Sunarto.

Kemudian mobil membawa korban ke arah ATM BRI yang berada di Jalan Diponegoro Simpang Kumu, Desa Rambah Hilir. Setelah melihat situasi aman, pelaku melanjutkan perjalanan dan kembali lagi ke lokasi ATM untuk memastikan keadaan.

Setelah situasi ATM BRI aman, pelaku menyuruh korban membuka kunci mesin ATM. Begitu mesin ATM terbuka, pelaku mengambil kaset tempat penyimpanan uang didalam mesin ATM BRI dan memasukkannya ke dalam mobil," papar Sunarto.

Setelah itu, para pelaku kabur membawa serta korban dan menurunkannya di Jembatan Batang Lubuh jalan Lingkar Desa Pemartang Berangan Kecamatan Rambah. Korban diturunkan dengan tangan terikat dan mulut dilakban.

Pelaku kabur ke arah Sumbar sesampainya di sana, para pelaku membagi hasil curas. RT mendapat bagian Rp 180 juta, HB mendapat Rp 180 juta,  MA mendapat Rp180 juta dan BM mendapat Rp130 juta. Sementara sisa uang Rp2 juta untuk biaya akomodasi pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan melakukan tindak pidana curas sebagai mana Pasal 365 KUHPidana. "Ancaman hukumannya 9 tahun penjara," pungkas Sunarto. *


Artikel Terbaru

pekanbaru | Minggu, 26 September 2021

Dinas Kesehatan (Diskes) mencatat, saat ini seluruh kecamatan di Pekanbaru telah berhasil keluar.


kampar | Kamis, 23 September 2021

riau | Rabu, 22 September 2021

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama Amar PD melepasliarkan seekor ular.


hukum | Rabu, 22 September 2021

Anggota Satreskrim Polresta Pekanbaru menjemput paksa seorang pengusaha travel, tersangkat kasus.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Teller Bank BRI, HN (29) ini memang tergolong berani. Mungkin karena terbelit hutang di pinjaman.


kampar | Selasa, 21 September 2021

Sejumlah anggota Komisi IV DPRD Kampar memantau langsung sejumlah proyek pembangunan di.


hukum | Selasa, 21 September 2021

Penyidik Ditreskrimsu Polda Riau terus mendalami kasus dugaan penyimpangan bantuan alat rapid.


riau | Selasa, 21 September 2021

Provinsi Riau menjadi salah salah satu provinsi yang berhasil menerapkan Pemberlakuan Pembatasan.


pelalawan | Selasa, 21 September 2021

Bupati Pelalawan, H.Zukri Misran menyerahkan piagam penghargaan kepada juara 1 Festival dan.


kampar | Senin, 20 September 2021

Leani Ratri Oktila, peraih Emas Paralimpiade Tokyo 2020 dijamu khusus di kediaman Bupati Kampar,.