20 Rabiul Awwal 1443 H / Rabu, 27 Oktober 2021
Sekitar 60 Ribu Warga Pekanbaru Menanti Vaksin Kedua
pekanbaru | Senin, 20 September 2021
Editor : Red/Putra | Penulis : Putra

Waikota Pekanbaru, Firdaus.

PEKANBARU - Akibat pasokan vaksin Covid-19 tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa harus bersabar menunggu giliran vaksin dosis kedua.

Keterlambatan vaksinasi tahap dua ini diungkapkan Walikota Pekanbaru, Firdaus. Menurut Walikota, keterlambatan vaksindari dari pemerintah pusat ke daerah dikarenakan penyaluran nya dilakukan secara bertahap.  

"Vaksin secara periodik terus datang. Pada dua pekan lalu ada 100 ribu lebih yang menunggu vaksin kedua. Sekarang yang menunggu vaksin kedua itu sekitar 60 ribuan," ujar  Firdaus, Senin (20/9).

Firdaus mengakui, ribuan warga yang menanti suntikan vaksin dosis dua ini sudah menunggu cukup lama. Ada yang mengalami penundaan dari 30 hingga 50 hari dari suntikan vaksin dosis pertama.

Keterlambatan pengiriman oleh dilakukan pemerintah pusat, kata Firdaus, dikarenakan adanya skala prioritas. "Jika pada daerah tersebut memiliki sebaran kasus yang cukup tinggi, maka diprioritaskan untuk penyaluran vaksin di daerah tersebut," kata Wako.

Ia menilai, pemerintah pusat telah memetakan prioritas penyaluran vaksin pada daerah dengan tingkat sebaran tinggi. Namun, Pemko Pekanbaru sendiri telah menyampaikan ke pusat terkait berapa jumlah kebutuhan pasokan vaksin.

"Pengiriman ke kita dari pusat, tentu mereka lebih bijak terkait kebutuhan kita. Karena di semua wilayah di Indonesia ini harus terlayani, jadi kita sabar lah," tutur Firdaus.

Pemko Pekanbaru memiliki target 800 ribu warga harus tuntas divaksin menjelang akhir Desember 2021. Untuk capaian target baru berkisar 54 persen, atau sekitar 450 ribu warga.  

Nantinya, kata Firdaus, beberapa jumlah vaksin yang disalurkan pemerintah pusat akan segera dilakukan dengan jumlah vaksin yang tersedia.*



Artikel Terbaru
politik | Rabu, 27 Oktober 2021

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru merekomendasikan pencopotan Hamdani sebagai Ketua.


pekanbaru | Rabu, 27 Oktober 2021

Pemerintah Kota Pekanbaru melanjutkan evaluasi terhadap para pejabat eselon III dan IV. Langkah.


riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.


Okt 2021
27

PT IJA/JCI Sukses Laksanakan Vaksinasi Tahap II | Kasus Corona Baru Hantui Sejumlah Negara | Presiden Lantik Kepala Badan Narkotika Nasional | Pemkab Inhu Gelar Sunat Massal di 14 Kecamatan | Ular Sanca Batik Berusia 30 Tahun Dilepasliarkan BKSDA Riau | 40 Orang Saksi Diperiksa di Kasus Penyalahgunaan Alat Rapid Test Bantuan | Empat Jamaah Haji Asal Pekanbaru Meninggal Dunia |

Waikota Pekanbaru, Firdaus.

Sekitar 60 Ribu Warga Pekanbaru Menanti Vaksin Kedua

pekanbaru | Senin, 20 September 2021
Editor : Red/Putra | Penulis : Putra

PEKANBARU - Akibat pasokan vaksin Covid-19 tak mencukupi, sekitar 60 ribu warga Kota Pekanbaru terpaksa harus bersabar menunggu giliran vaksin dosis kedua.

Keterlambatan vaksinasi tahap dua ini diungkapkan Walikota Pekanbaru, Firdaus. Menurut Walikota, keterlambatan vaksindari dari pemerintah pusat ke daerah dikarenakan penyaluran nya dilakukan secara bertahap.  

"Vaksin secara periodik terus datang. Pada dua pekan lalu ada 100 ribu lebih yang menunggu vaksin kedua. Sekarang yang menunggu vaksin kedua itu sekitar 60 ribuan," ujar  Firdaus, Senin (20/9).

Firdaus mengakui, ribuan warga yang menanti suntikan vaksin dosis dua ini sudah menunggu cukup lama. Ada yang mengalami penundaan dari 30 hingga 50 hari dari suntikan vaksin dosis pertama.

Keterlambatan pengiriman oleh dilakukan pemerintah pusat, kata Firdaus, dikarenakan adanya skala prioritas. "Jika pada daerah tersebut memiliki sebaran kasus yang cukup tinggi, maka diprioritaskan untuk penyaluran vaksin di daerah tersebut," kata Wako.

Ia menilai, pemerintah pusat telah memetakan prioritas penyaluran vaksin pada daerah dengan tingkat sebaran tinggi. Namun, Pemko Pekanbaru sendiri telah menyampaikan ke pusat terkait berapa jumlah kebutuhan pasokan vaksin.

"Pengiriman ke kita dari pusat, tentu mereka lebih bijak terkait kebutuhan kita. Karena di semua wilayah di Indonesia ini harus terlayani, jadi kita sabar lah," tutur Firdaus.

Pemko Pekanbaru memiliki target 800 ribu warga harus tuntas divaksin menjelang akhir Desember 2021. Untuk capaian target baru berkisar 54 persen, atau sekitar 450 ribu warga.  

Nantinya, kata Firdaus, beberapa jumlah vaksin yang disalurkan pemerintah pusat akan segera dilakukan dengan jumlah vaksin yang tersedia.*


Artikel Terbaru

politik | Rabu, 27 Oktober 2021

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru merekomendasikan pencopotan Hamdani sebagai Ketua.


pekanbaru | Rabu, 27 Oktober 2021

Pemerintah Kota Pekanbaru melanjutkan evaluasi terhadap para pejabat eselon III dan IV. Langkah.


riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.