20 Rabiul Awwal 1443 H / Rabu, 27 Oktober 2021
Vaksin Nusantara, Ahli Klaim Cocok Jadi Booster Semua Merk
nusantara | Rabu, 6 Oktober 2021
Editor : red | Penulis : PE*

Tim Vaksin Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn.) Daniel Tjen (kiri). (CNN/ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

JAKARTA-- Tim Vaksin Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn.) Daniel Tjen mengklaim vaksin Nusantara yang berbasis metode sel dendritik cocok digunakan sebagai booster vaksin atau vaksin dosis ketiga virus corona (covid-19) lainnya.

Ia menyebut, vaksin yang diprakarsai oleh mantan menteri kesehatan Terawan Agus Putranto itu merupakan vaksin autologous yang basisnya diambil dari darah individu dengan fokus pada pembentukan kekebalan seluler pada sel limfosit T. Dengan demikian, vaksin individu ini akan mampu menyesuaikan dengan platform lainnya.

"Karena sifat sel dendritik imunoterapi itu untuk memperkuat imunitas, maka kuat digunakan untuk menjadi vaksin booster apapun platform vaksin yang digunakan sebagai dasarnya," kata Daniel dalam acara daring, Rabu (6/10-2021).

Daniel menyebut, sampai saat ini penelitian untuk menggabungkan berbagai macam platform vaksin masih terus dilakukan oleh peneliti dunia. Ia juga memahami bahwa vaksin covid-19 yang saat ini beredar masih mengalami penurunan imunitas 6-7 bulan pasca vaksinasi, seperti baru-baru ini yang dilaporkan terjadi pada vaksin Pfizer.

Untuk itu peneliti tim vaksin Nusantara menurutnya sejauh ini terus melakukan uji klinik fase II untuk mengetahui daya imunogenitas dengan memperbarui antigen-antigen yang digunakan dengan berbagai macam varian mulai Alfa hingga Delta.

Vaksin nusantara ini dalam teknisnya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang sel dendritik. Cara kerjanya, sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari.

Hasilnya kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2.

"Vaksin covid-19 relatif baru usianya setahun lebih, sehingga kita tidak bisa tahu mana yang terbaik. Maka minimal diberikan waktu 5 tahun baru kita bisa menentukan mana yang terbaik," ujar Daniel.

Nasib vaksin Nusantara ditetapkan melalui nota kesepahaman alias MoU antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada 19 April lalu.

Dari MoU itu disepakati bahwa proses pengambilan sampel darah relawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta itu hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, proses vaksin Nusantara ini bukan uji klinis vaksin untuk dimintakan izin edar oleh BPOM, melainkan hanya layanan kepada masyarakat.


Sumber: CNN



Artikel Terbaru
politik | Rabu, 27 Oktober 2021

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru merekomendasikan pencopotan Hamdani sebagai Ketua.


pekanbaru | Rabu, 27 Oktober 2021

Pemerintah Kota Pekanbaru melanjutkan evaluasi terhadap para pejabat eselon III dan IV. Langkah.


riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.


Okt 2021
27

Alat ISPU di Kawasan Kantor Bupati Inhil Rusak | Pemkab Inhil Harus Susun Program Pencegahan Karhutla | PT IJA/JCI Sukses Laksanakan Vaksinasi Tahap II | AHM Raih 15 Penghargaan di TBCCI | Siap Dinikahi, Aurel Ingin Banyak Anak | Ular Sanca Batik Berusia 30 Tahun Dilepasliarkan BKSDA Riau | Pemkab Inhu Gelar Sunat Massal di 14 Kecamatan |

Tim Vaksin Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn.) Daniel Tjen (kiri). (CNN/ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Vaksin Nusantara, Ahli Klaim Cocok Jadi Booster Semua Merk

nusantara | Rabu, 6 Oktober 2021
Editor : red | Penulis : PE*

JAKARTA-- Tim Vaksin Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn.) Daniel Tjen mengklaim vaksin Nusantara yang berbasis metode sel dendritik cocok digunakan sebagai booster vaksin atau vaksin dosis ketiga virus corona (covid-19) lainnya.

Ia menyebut, vaksin yang diprakarsai oleh mantan menteri kesehatan Terawan Agus Putranto itu merupakan vaksin autologous yang basisnya diambil dari darah individu dengan fokus pada pembentukan kekebalan seluler pada sel limfosit T. Dengan demikian, vaksin individu ini akan mampu menyesuaikan dengan platform lainnya.

"Karena sifat sel dendritik imunoterapi itu untuk memperkuat imunitas, maka kuat digunakan untuk menjadi vaksin booster apapun platform vaksin yang digunakan sebagai dasarnya," kata Daniel dalam acara daring, Rabu (6/10-2021).

Daniel menyebut, sampai saat ini penelitian untuk menggabungkan berbagai macam platform vaksin masih terus dilakukan oleh peneliti dunia. Ia juga memahami bahwa vaksin covid-19 yang saat ini beredar masih mengalami penurunan imunitas 6-7 bulan pasca vaksinasi, seperti baru-baru ini yang dilaporkan terjadi pada vaksin Pfizer.

Untuk itu peneliti tim vaksin Nusantara menurutnya sejauh ini terus melakukan uji klinik fase II untuk mengetahui daya imunogenitas dengan memperbarui antigen-antigen yang digunakan dengan berbagai macam varian mulai Alfa hingga Delta.

Vaksin nusantara ini dalam teknisnya, setiap orang akan diambil sampel darahnya untuk kemudian dipaparkan dengan kit vaksin yang sel dendritik. Cara kerjanya, sel yang telah mengenal antigen akan diinkubasi selama 3-7 hari.

Hasilnya kemudian akan diinjeksikan ke dalam tubuh kembali. Di dalam tubuh, sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap Sars Cov-2.

"Vaksin covid-19 relatif baru usianya setahun lebih, sehingga kita tidak bisa tahu mana yang terbaik. Maka minimal diberikan waktu 5 tahun baru kita bisa menentukan mana yang terbaik," ujar Daniel.

Nasib vaksin Nusantara ditetapkan melalui nota kesepahaman alias MoU antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) pada 19 April lalu.

Dari MoU itu disepakati bahwa proses pengambilan sampel darah relawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta itu hanya dilakukan guna kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, proses vaksin Nusantara ini bukan uji klinis vaksin untuk dimintakan izin edar oleh BPOM, melainkan hanya layanan kepada masyarakat.


Sumber: CNN


Artikel Terbaru

politik | Rabu, 27 Oktober 2021

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru merekomendasikan pencopotan Hamdani sebagai Ketua.


pekanbaru | Rabu, 27 Oktober 2021

Pemerintah Kota Pekanbaru melanjutkan evaluasi terhadap para pejabat eselon III dan IV. Langkah.


riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.