20 Rabiul Awwal 1443 H / Rabu, 27 Oktober 2021
Riau Tetap Pertahankan Ruang Isolasi Pasien COVID-19
riau | Senin, 11 Oktober 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi (Foto/int)

PEKANBARU -- Meski kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau mengalami penurunan. Namun Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau tetap tidak mengurangi ruang isolasi pasien COVID-19. 

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus gelombang ketiga COVID-19. Mengingat secara geografis Provinsi Riau berbatasan langsung dengan negara tetangga, yang tengah menghapi gelombang ketiga COVID-19. 

"Jumlah ruang isolasi kita pertahankan, tetap diangka 1000-900an ruang isolasi, tidak diturunkan. Begitu juga jumlah ruang isolasi ICU juga sama, dipertahankan," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, Senin (11/10/2021) di Pekanbaru. 

Tak hanya itu, lanjut Indra Yovi, untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga COVID-19, program penanganan COVID-19 di Bumi Lancang Kuning juga tetap dipertahankan. 

"Program-program pemerintah pusat, Satgas COVID-19 dan Pemerintah provinsi Riau dalam hal ini mengenai oksigen,l dan obat-obatan tetap dipertahankan," ujarnya. 

Selain itu, sebut Indra Yovi, evaluasi dan monitoring terhadap protokol kesehatan (Prokes) juga dipertahankan. 

"Dengan semua kita pertahankan, PPKM Level 4 di Provinsi Riau sudah hilang, dan turun menjadi PPKM Level 3 dan saat ini cenderung di Level 2 semua kabupaten dan kota," terangnya.

Disamping itu, pihaknya melihat ada kecenderungan mobilisasi masyarakat yang memang hampir seperti normal. Semuanya sudah bergerak, ekonomi bergerak, pendidikan, kondisi sosial juga bergerak dengan baik. 

"Harapan kami monitoring tiap Satgas di tingkat kelurahan, kecamatan, RT, RW, perkantoran harus tetap memastikan protokol kesehatan. Terutama memakai masker dan menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan betul-betul dipertahankan dengan baik, kita tidak mau kembali ke PPKM Level 4. Harapan kami seperti itu," harapnya. 

"Kita tau kondisi Provinsi Riau berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, yang kita tau negara tetangga kita hampir semua kawasan ASEAN, Malaysia, Singapur, Thailand, Filipina menghadapi gelombang ketiga yang belum selesai. Kita tau di Singapura kasusnya sempat hariannya sampai 3.000, padahal jumlah penduduknya hampir sama dengan Provinsi Riau," jelasnya. 

"Ini juga harus menjadi suatu warning bagi kita, supaya tetap mempertahankan dan menjaga stabilitas pengendalian Covid di Provinsi Riau," pungkasnya. 



Artikel Terbaru
politik | Rabu, 27 Oktober 2021

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru merekomendasikan pencopotan Hamdani sebagai Ketua.


pekanbaru | Rabu, 27 Oktober 2021

Pemerintah Kota Pekanbaru melanjutkan evaluasi terhadap para pejabat eselon III dan IV. Langkah.


riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.


Okt 2021
27

AHM Raih 15 Penghargaan di TBCCI | Siap Dinikahi, Aurel Ingin Banyak Anak | Ular Sanca Batik Berusia 30 Tahun Dilepasliarkan BKSDA Riau | Pemkab Inhu Gelar Sunat Massal di 14 Kecamatan | Presiden Lantik Kepala Badan Narkotika Nasional | Kasus Corona Baru Hantui Sejumlah Negara | Kartunis Penghina Nabi Muhammad Tewas Tabrakan |

Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi (Foto/int)

Riau Tetap Pertahankan Ruang Isolasi Pasien COVID-19

riau | Senin, 11 Oktober 2021
Editor : red | Penulis : PE/DL

PEKANBARU -- Meski kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Riau mengalami penurunan. Namun Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau tetap tidak mengurangi ruang isolasi pasien COVID-19. 

Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus gelombang ketiga COVID-19. Mengingat secara geografis Provinsi Riau berbatasan langsung dengan negara tetangga, yang tengah menghapi gelombang ketiga COVID-19. 

"Jumlah ruang isolasi kita pertahankan, tetap diangka 1000-900an ruang isolasi, tidak diturunkan. Begitu juga jumlah ruang isolasi ICU juga sama, dipertahankan," kata Juru Bicara Percepatan Penanganan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, Senin (11/10/2021) di Pekanbaru. 

Tak hanya itu, lanjut Indra Yovi, untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga COVID-19, program penanganan COVID-19 di Bumi Lancang Kuning juga tetap dipertahankan. 

"Program-program pemerintah pusat, Satgas COVID-19 dan Pemerintah provinsi Riau dalam hal ini mengenai oksigen,l dan obat-obatan tetap dipertahankan," ujarnya. 

Selain itu, sebut Indra Yovi, evaluasi dan monitoring terhadap protokol kesehatan (Prokes) juga dipertahankan. 

"Dengan semua kita pertahankan, PPKM Level 4 di Provinsi Riau sudah hilang, dan turun menjadi PPKM Level 3 dan saat ini cenderung di Level 2 semua kabupaten dan kota," terangnya.

Disamping itu, pihaknya melihat ada kecenderungan mobilisasi masyarakat yang memang hampir seperti normal. Semuanya sudah bergerak, ekonomi bergerak, pendidikan, kondisi sosial juga bergerak dengan baik. 

"Harapan kami monitoring tiap Satgas di tingkat kelurahan, kecamatan, RT, RW, perkantoran harus tetap memastikan protokol kesehatan. Terutama memakai masker dan menjaga jarak, serta menjauhi kerumunan betul-betul dipertahankan dengan baik, kita tidak mau kembali ke PPKM Level 4. Harapan kami seperti itu," harapnya. 

"Kita tau kondisi Provinsi Riau berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, yang kita tau negara tetangga kita hampir semua kawasan ASEAN, Malaysia, Singapur, Thailand, Filipina menghadapi gelombang ketiga yang belum selesai. Kita tau di Singapura kasusnya sempat hariannya sampai 3.000, padahal jumlah penduduknya hampir sama dengan Provinsi Riau," jelasnya. 

"Ini juga harus menjadi suatu warning bagi kita, supaya tetap mempertahankan dan menjaga stabilitas pengendalian Covid di Provinsi Riau," pungkasnya. 


Artikel Terbaru

politik | Rabu, 27 Oktober 2021

Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru merekomendasikan pencopotan Hamdani sebagai Ketua.


pekanbaru | Rabu, 27 Oktober 2021

Pemerintah Kota Pekanbaru melanjutkan evaluasi terhadap para pejabat eselon III dan IV. Langkah.


riau | Senin, 25 Oktober 2021

Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Riau per 25 Oktober terdapat penambahan 16 kasus baru,.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru mendata mayoritas sekolah yang melaksanakan.


pekanbaru | Senin, 25 Oktober 2021

Capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum di Kota Pekanbaru sudah lebih 70 persen. Total.



nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur,.


pasar | Senin, 25 Oktober 2021
.

nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Warga di Gang Gotong Royong, Munjul, Jakarta Timur mendengar dentuman keras saat dua rangkaian.


nusantara | Senin, 25 Oktober 2021

Presiden Joko Widodo meminta untuk regulasi hasil tes polymerase chain reaction (PCR) diubah.