7 Zulhijjah 1443 H / Kamis, 7 Juli 2022
Polisi Amankan 30 Liter BBM Oplosan
Gudang Pengoplos Solar Subsidi di Pekanbaru Digrebek
hukum | Kamis, 7 April 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Red

Truk bermuatan drum berisi solar oplosan berhasil diamankan Polda Riau dalam sebuah penggrebekan, Minggu kemarin di Pekanbaru. (Ist)

PEKANBARU - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sindikat pengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Pekanbaru. Seorang satpam berinisial RM (26) yang bertugas mengamankan lokasi, dan 30 ribu liter BBM solar oplosan yang siap edar diamankan.

Modus kejahatan yang dilakukan FG yang kini berstatus DPO tersebut, yakni dengan membeli BBM Solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Selanjutnya dikumpulkan di gudang penyimpanan di Jalan Melati, Kelurahan Bina Widya, Kota Pekanbaru.

Kemudian pelaku mencampur solar subsidi itu dengan minyak mentah yang didapat dari daerah Jambi. Setelah itu, BBM oplosan dijual kembali menyerupai solar non subsidi yang notabene harganya lebih tinggi. 
 
"Dioplos (dicampur) di gudang ini, dengan komposisi tertentu sehingga menghasilkan mirip seperti solar non subsidi," terang Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya bersama Direktur Reskrimsus Kombes Ferry Irawan dan didampingi Kasubdit IV AKBP Dhovan Oktovianto, Kamis (7/4/2022) siang.

Sunarto tak menampik, perbuatan pelaku ini turut menjadi salah satu memicu kelangkaan BBM Solar di kota Pekanbaru, di mana sempat terjadi antrean kendaraan di SPBU. 

"Ini (perbuatan, red) yang salah satu menjadi pemicu kelangkaan Solar," sesal Kabid Humas Polda Riau tersebut.

Dalam penggerebekan yang dilakukan , Minggu (3/4/2022) dini hari itu, polisi mengamankan 30 ribu liter BBM dalam bentuk oplosan dan siap jual.  Kemudian mobil box roda enam yang digunakan mengangkut BBM, dua mesin isap, 13 babytank kapasitas 1.000 liter, lima drum tempat penyimpanan solar, dua tangki BBM serta uang tunai Rp3 juta.

Sunarto menambahkan, minyak hasil oplosan ini dijual pelaku dengan harga solar industri. "Dijualnya di Riau, Sumbar, kemudian diwilayah perkebunan dan perusahaan," urainya.

Dia menambahkan, aktivitas pengoplosan BBM ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan belakangan. Menurut pengakuan pelaku, dalam sebulan mereka bisa menghasilkan 50 ribu liter BBM oplosan.

Untuk mengamankan lokasi, gudang ini dilengkapi delapan kamera pengawas (CCTV). Adapun temboknya dipasangi seng tinggi dan lokasinya cukup tersembunyi. 

Polisi mengaku, penggerebekan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Kita akan terus melakukan upaya penegakan hukum tergadap kegiatan illegal seperti ini.,” tutup Sunarto. (Rls) 



Artikel Terbaru
hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.


Jul 2022
07


Truk bermuatan drum berisi solar oplosan berhasil diamankan Polda Riau dalam sebuah penggrebekan, Minggu kemarin di Pekanbaru. (Ist)

Polisi Amankan 30 Liter BBM Oplosan

Gudang Pengoplos Solar Subsidi di Pekanbaru Digrebek

hukum | Kamis, 7 April 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Red

PEKANBARU - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sindikat pengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Pekanbaru. Seorang satpam berinisial RM (26) yang bertugas mengamankan lokasi, dan 30 ribu liter BBM solar oplosan yang siap edar diamankan.

Modus kejahatan yang dilakukan FG yang kini berstatus DPO tersebut, yakni dengan membeli BBM Solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Selanjutnya dikumpulkan di gudang penyimpanan di Jalan Melati, Kelurahan Bina Widya, Kota Pekanbaru.

Kemudian pelaku mencampur solar subsidi itu dengan minyak mentah yang didapat dari daerah Jambi. Setelah itu, BBM oplosan dijual kembali menyerupai solar non subsidi yang notabene harganya lebih tinggi. 
 
"Dioplos (dicampur) di gudang ini, dengan komposisi tertentu sehingga menghasilkan mirip seperti solar non subsidi," terang Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya bersama Direktur Reskrimsus Kombes Ferry Irawan dan didampingi Kasubdit IV AKBP Dhovan Oktovianto, Kamis (7/4/2022) siang.

Sunarto tak menampik, perbuatan pelaku ini turut menjadi salah satu memicu kelangkaan BBM Solar di kota Pekanbaru, di mana sempat terjadi antrean kendaraan di SPBU. 

"Ini (perbuatan, red) yang salah satu menjadi pemicu kelangkaan Solar," sesal Kabid Humas Polda Riau tersebut.

Dalam penggerebekan yang dilakukan , Minggu (3/4/2022) dini hari itu, polisi mengamankan 30 ribu liter BBM dalam bentuk oplosan dan siap jual.  Kemudian mobil box roda enam yang digunakan mengangkut BBM, dua mesin isap, 13 babytank kapasitas 1.000 liter, lima drum tempat penyimpanan solar, dua tangki BBM serta uang tunai Rp3 juta.

Sunarto menambahkan, minyak hasil oplosan ini dijual pelaku dengan harga solar industri. "Dijualnya di Riau, Sumbar, kemudian diwilayah perkebunan dan perusahaan," urainya.

Dia menambahkan, aktivitas pengoplosan BBM ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan belakangan. Menurut pengakuan pelaku, dalam sebulan mereka bisa menghasilkan 50 ribu liter BBM oplosan.

Untuk mengamankan lokasi, gudang ini dilengkapi delapan kamera pengawas (CCTV). Adapun temboknya dipasangi seng tinggi dan lokasinya cukup tersembunyi. 

Polisi mengaku, penggerebekan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Kita akan terus melakukan upaya penegakan hukum tergadap kegiatan illegal seperti ini.,” tutup Sunarto. (Rls) 


Artikel Terbaru

hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.