21 Syawwal 1443 H / Senin, 23 Mei 2022
Polisi Amankan 30 Liter BBM Oplosan
Gudang Pengoplos Solar Subsidi di Pekanbaru Digrebek
hukum | Kamis, 7 April 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Red

Truk bermuatan drum berisi solar oplosan berhasil diamankan Polda Riau dalam sebuah penggrebekan, Minggu kemarin di Pekanbaru. (Ist)

PEKANBARU - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sindikat pengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Pekanbaru. Seorang satpam berinisial RM (26) yang bertugas mengamankan lokasi, dan 30 ribu liter BBM solar oplosan yang siap edar diamankan.

Modus kejahatan yang dilakukan FG yang kini berstatus DPO tersebut, yakni dengan membeli BBM Solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Selanjutnya dikumpulkan di gudang penyimpanan di Jalan Melati, Kelurahan Bina Widya, Kota Pekanbaru.

Kemudian pelaku mencampur solar subsidi itu dengan minyak mentah yang didapat dari daerah Jambi. Setelah itu, BBM oplosan dijual kembali menyerupai solar non subsidi yang notabene harganya lebih tinggi. 
 
"Dioplos (dicampur) di gudang ini, dengan komposisi tertentu sehingga menghasilkan mirip seperti solar non subsidi," terang Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya bersama Direktur Reskrimsus Kombes Ferry Irawan dan didampingi Kasubdit IV AKBP Dhovan Oktovianto, Kamis (7/4/2022) siang.

Sunarto tak menampik, perbuatan pelaku ini turut menjadi salah satu memicu kelangkaan BBM Solar di kota Pekanbaru, di mana sempat terjadi antrean kendaraan di SPBU. 

"Ini (perbuatan, red) yang salah satu menjadi pemicu kelangkaan Solar," sesal Kabid Humas Polda Riau tersebut.

Dalam penggerebekan yang dilakukan , Minggu (3/4/2022) dini hari itu, polisi mengamankan 30 ribu liter BBM dalam bentuk oplosan dan siap jual.  Kemudian mobil box roda enam yang digunakan mengangkut BBM, dua mesin isap, 13 babytank kapasitas 1.000 liter, lima drum tempat penyimpanan solar, dua tangki BBM serta uang tunai Rp3 juta.

Sunarto menambahkan, minyak hasil oplosan ini dijual pelaku dengan harga solar industri. "Dijualnya di Riau, Sumbar, kemudian diwilayah perkebunan dan perusahaan," urainya.

Dia menambahkan, aktivitas pengoplosan BBM ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan belakangan. Menurut pengakuan pelaku, dalam sebulan mereka bisa menghasilkan 50 ribu liter BBM oplosan.

Untuk mengamankan lokasi, gudang ini dilengkapi delapan kamera pengawas (CCTV). Adapun temboknya dipasangi seng tinggi dan lokasinya cukup tersembunyi. 

Polisi mengaku, penggerebekan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Kita akan terus melakukan upaya penegakan hukum tergadap kegiatan illegal seperti ini.,” tutup Sunarto. (Rls) 



Artikel Terbaru
nusantara | Sabtu, 21 Mei 2022

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara terkait Kedutaan Besar Inggris di Indonesia yang.


kampar | Sabtu, 21 Mei 2022

Setelah sekian lama Desa Bukit Melintang Kecamatan Kuok tidak memiliki Kepala Desa yang.



riau | Sabtu, 21 Mei 2022

Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si, Senin (23/5/20220) lusa, dijadwalkan melantik Muflihun S,.


nusantara | Jumat, 20 Mei 2022
.

riau | Jumat, 20 Mei 2022

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan menggelar Konferensi Provinsi (Konferprov).


riau | Jumat, 20 Mei 2022

Setelah dua Tahun tidak memberangkatkan Jamaah haji karena Dampak Pandemi Covid – 19,.


riau | Jumat, 20 Mei 2022

Sejak dimulainya tahapan pendaftaran Bakal Calon Rektor pada 18 Mei 2022 lalu, Jumat.


riau | Jumat, 20 Mei 2022

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pihak terkait membahas rencana penambahan exit tol di.


pekanbaru | Jumat, 20 Mei 2022

Ratusan umat muslim melakukan aksi bela Ustad Abdul Somad (UAS) melakukan long march dari Masjid.


Mei 2022
23


Truk bermuatan drum berisi solar oplosan berhasil diamankan Polda Riau dalam sebuah penggrebekan, Minggu kemarin di Pekanbaru. (Ist)

Polisi Amankan 30 Liter BBM Oplosan

Gudang Pengoplos Solar Subsidi di Pekanbaru Digrebek

hukum | Kamis, 7 April 2022
Editor : Putrajaya | Penulis : Red

PEKANBARU - Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau sindikat pengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Pekanbaru. Seorang satpam berinisial RM (26) yang bertugas mengamankan lokasi, dan 30 ribu liter BBM solar oplosan yang siap edar diamankan.

Modus kejahatan yang dilakukan FG yang kini berstatus DPO tersebut, yakni dengan membeli BBM Solar subsidi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Selanjutnya dikumpulkan di gudang penyimpanan di Jalan Melati, Kelurahan Bina Widya, Kota Pekanbaru.

Kemudian pelaku mencampur solar subsidi itu dengan minyak mentah yang didapat dari daerah Jambi. Setelah itu, BBM oplosan dijual kembali menyerupai solar non subsidi yang notabene harganya lebih tinggi. 
 
"Dioplos (dicampur) di gudang ini, dengan komposisi tertentu sehingga menghasilkan mirip seperti solar non subsidi," terang Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto dalam jumpa persnya bersama Direktur Reskrimsus Kombes Ferry Irawan dan didampingi Kasubdit IV AKBP Dhovan Oktovianto, Kamis (7/4/2022) siang.

Sunarto tak menampik, perbuatan pelaku ini turut menjadi salah satu memicu kelangkaan BBM Solar di kota Pekanbaru, di mana sempat terjadi antrean kendaraan di SPBU. 

"Ini (perbuatan, red) yang salah satu menjadi pemicu kelangkaan Solar," sesal Kabid Humas Polda Riau tersebut.

Dalam penggerebekan yang dilakukan , Minggu (3/4/2022) dini hari itu, polisi mengamankan 30 ribu liter BBM dalam bentuk oplosan dan siap jual.  Kemudian mobil box roda enam yang digunakan mengangkut BBM, dua mesin isap, 13 babytank kapasitas 1.000 liter, lima drum tempat penyimpanan solar, dua tangki BBM serta uang tunai Rp3 juta.

Sunarto menambahkan, minyak hasil oplosan ini dijual pelaku dengan harga solar industri. "Dijualnya di Riau, Sumbar, kemudian diwilayah perkebunan dan perusahaan," urainya.

Dia menambahkan, aktivitas pengoplosan BBM ini sudah berlangsung sekitar tiga bulan belakangan. Menurut pengakuan pelaku, dalam sebulan mereka bisa menghasilkan 50 ribu liter BBM oplosan.

Untuk mengamankan lokasi, gudang ini dilengkapi delapan kamera pengawas (CCTV). Adapun temboknya dipasangi seng tinggi dan lokasinya cukup tersembunyi. 

Polisi mengaku, penggerebekan dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Kita akan terus melakukan upaya penegakan hukum tergadap kegiatan illegal seperti ini.,” tutup Sunarto. (Rls) 


Artikel Terbaru

nusantara | Sabtu, 21 Mei 2022

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) buka suara terkait Kedutaan Besar Inggris di Indonesia yang.


kampar | Sabtu, 21 Mei 2022

Setelah sekian lama Desa Bukit Melintang Kecamatan Kuok tidak memiliki Kepala Desa yang.



riau | Sabtu, 21 Mei 2022

Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, M.Si, Senin (23/5/20220) lusa, dijadwalkan melantik Muflihun S,.


nusantara | Jumat, 20 Mei 2022
.

riau | Jumat, 20 Mei 2022

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau akan menggelar Konferensi Provinsi (Konferprov).


riau | Jumat, 20 Mei 2022

Setelah dua Tahun tidak memberangkatkan Jamaah haji karena Dampak Pandemi Covid – 19,.


riau | Jumat, 20 Mei 2022

Sejak dimulainya tahapan pendaftaran Bakal Calon Rektor pada 18 Mei 2022 lalu, Jumat.


riau | Jumat, 20 Mei 2022

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pihak terkait membahas rencana penambahan exit tol di.


pekanbaru | Jumat, 20 Mei 2022

Ratusan umat muslim melakukan aksi bela Ustad Abdul Somad (UAS) melakukan long march dari Masjid.