7 Zulhijjah 1443 H / Kamis, 7 Juli 2022
Aksi Bela UAS, Komunitas Hamba Allah Berbaur Turun ke Jalan Desak Singapura Minta Maaf
pekanbaru | Jumat, 20 Mei 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : DL

Ratusan perempuan dari pengajian sahabat dakwah UAS yang tergabung dalam Komunitas Hamba Allah(KHA) dipimpin langsung oleh Ketuanya, Mimi Tya melakukan long march dari Masjid An Nur hingga tugu Perjuangan, Jumat (20/5-2022). Foto: whatsApp KHA

PEKANBARU-- Ratusan umat muslim melakukan aksi bela Ustad Abdul Somad (UAS) melakukan long march dari Masjid Annur hingga ke Tugu Perjuangan Jalan Diponegoro Pekanbaru, Jumat (20/5/2022).

Diantara ratusan umat muslim yang terlibat  turun ke jalan adalah, perkumpulan pengajian perempuan sahabat dakwah UAS yaitu, Komunitas Hamba Allah(KHA) yang dipimpin langsung oleh Ketuanya, Mimi Tya. 

Massa pembela UAS ini menuntut agar pemerintah Singapura mencabut pernyataan yang menyatakan UAS ekstrimis dan radikal serta segera meminta maaf atas pernyataan tersebut, pasca dicekalnya UAS masuk berkunjung ke Singapura.

Bahkan UAS sebenarnya sudah melewati imigrasi namun kemudian dipanggil kembali dan tanpa penjelasan apa-apa, UAS dimasukan dalam ruangan sempit.

Seperti ditegaskan Ketua Komunitas Hamba Allah, Mimi Tya dalam kesempatan terpisah sebelumnya, aksi bela UAS adalah kekecewaan atas sikap pemerintah Singapura yang menyatakan UAS adalah dai yang ekstrimis dan radikal.

"Aksi yang kami (red.jamaah KHA) lakukan, belum seberapa dibandingkan perjuangan Tuan guru UAS yang begitu amat peduli dengan umat. Tuan guru UAS adalah aset kita, ikon kita. Kita akan terus membela beliau, " jelas perempuan yang disapa Umi Tya ini.

Ditambahkan Mimi, mudah-mudahaan, apa yang dilakukan ini mendapat tanggapan dari pemerintah Singapura untuk segera meminta maaf. "Insha Allah dengan kita berada membela orang-orang sholeh, kita akan mendapat keberkahan," tegasnya.

Sementara Koordinator Aksi, Khairudin Ahmad Jais menjawab wartawan mengatakan, bahwa segala tudingan Pemerintah Singapura terhadap UAS sudah diklarifikasi, terutama karena UAS pernah menyatakan terkait bom bunuh diri di Palestina.

Apalagi, terkait penyebutan kafir bagi non muslim juga telah diluruskan. Terkait orang non-muslim disebut kafir, itu terkait keyakinan umat muslim. Karena ada keyakinan diluar sana orang menyebut Islam sebagai domba sesat," terang Khairudin.

Menurut pihaknya, hal itu bukan masalah karena penjelasan UAS sesuai keyakinan Islam, sehingga pihaknya menginginkan penjelasan dari pihak Singapura.

"Kami menginginkan penjelasan Singapura sebagai tetangga yang baik agar memberikan penjelasan dan permintaan maaf," katanya.

Selama ini, lanjut Khairuddin, UAS dikenal baik karena selalu mengisi acara Damai Indonesia ku.  Sehingga atas nama Alumni ikatan Al-Azhar kami ingin semuanya diluruskan.
 



Artikel Terbaru
hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.


Jul 2022
07

PT IJA/JCI Siap Jadi Pilot Project Sistem Pengamanan Objek Vital | Priyanka Bakal Dampingi Keanu Reeves di The Matrix 4 | PT IJA/JCI Sukses Laksanakan Vaksinasi Tahap II | Perpres 64/2020 dan Utang Jatuh Tempo BPJS Kesehatan | Sabtu, 24 Desa/Kelurahan di Bengkalis Alami Pemadaman | MAMIC Masih Primadona Wisatawan | Asyik Bermesraan, 8 Siswa SMP dan SD di Meranti Diamankan |

Ratusan perempuan dari pengajian sahabat dakwah UAS yang tergabung dalam Komunitas Hamba Allah(KHA) dipimpin langsung oleh Ketuanya, Mimi Tya melakukan long march dari Masjid An Nur hingga tugu Perjuangan, Jumat (20/5-2022). Foto: whatsApp KHA

Aksi Bela UAS, Komunitas Hamba Allah Berbaur Turun ke Jalan Desak Singapura Minta Maaf

pekanbaru | Jumat, 20 Mei 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : DL

PEKANBARU-- Ratusan umat muslim melakukan aksi bela Ustad Abdul Somad (UAS) melakukan long march dari Masjid Annur hingga ke Tugu Perjuangan Jalan Diponegoro Pekanbaru, Jumat (20/5/2022).

Diantara ratusan umat muslim yang terlibat  turun ke jalan adalah, perkumpulan pengajian perempuan sahabat dakwah UAS yaitu, Komunitas Hamba Allah(KHA) yang dipimpin langsung oleh Ketuanya, Mimi Tya. 

Massa pembela UAS ini menuntut agar pemerintah Singapura mencabut pernyataan yang menyatakan UAS ekstrimis dan radikal serta segera meminta maaf atas pernyataan tersebut, pasca dicekalnya UAS masuk berkunjung ke Singapura.

Bahkan UAS sebenarnya sudah melewati imigrasi namun kemudian dipanggil kembali dan tanpa penjelasan apa-apa, UAS dimasukan dalam ruangan sempit.

Seperti ditegaskan Ketua Komunitas Hamba Allah, Mimi Tya dalam kesempatan terpisah sebelumnya, aksi bela UAS adalah kekecewaan atas sikap pemerintah Singapura yang menyatakan UAS adalah dai yang ekstrimis dan radikal.

"Aksi yang kami (red.jamaah KHA) lakukan, belum seberapa dibandingkan perjuangan Tuan guru UAS yang begitu amat peduli dengan umat. Tuan guru UAS adalah aset kita, ikon kita. Kita akan terus membela beliau, " jelas perempuan yang disapa Umi Tya ini.

Ditambahkan Mimi, mudah-mudahaan, apa yang dilakukan ini mendapat tanggapan dari pemerintah Singapura untuk segera meminta maaf. "Insha Allah dengan kita berada membela orang-orang sholeh, kita akan mendapat keberkahan," tegasnya.

Sementara Koordinator Aksi, Khairudin Ahmad Jais menjawab wartawan mengatakan, bahwa segala tudingan Pemerintah Singapura terhadap UAS sudah diklarifikasi, terutama karena UAS pernah menyatakan terkait bom bunuh diri di Palestina.

Apalagi, terkait penyebutan kafir bagi non muslim juga telah diluruskan. Terkait orang non-muslim disebut kafir, itu terkait keyakinan umat muslim. Karena ada keyakinan diluar sana orang menyebut Islam sebagai domba sesat," terang Khairudin.

Menurut pihaknya, hal itu bukan masalah karena penjelasan UAS sesuai keyakinan Islam, sehingga pihaknya menginginkan penjelasan dari pihak Singapura.

"Kami menginginkan penjelasan Singapura sebagai tetangga yang baik agar memberikan penjelasan dan permintaan maaf," katanya.

Selama ini, lanjut Khairuddin, UAS dikenal baik karena selalu mengisi acara Damai Indonesia ku.  Sehingga atas nama Alumni ikatan Al-Azhar kami ingin semuanya diluruskan.
 


Artikel Terbaru

hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.