7 Zulhijjah 1443 H / Kamis, 7 Juli 2022
Sidang Tipikor Bupati Non Aktif Kuansing Andi Putra
JPU 'Cecar' Saksi, soal Kakanwil BPN Riau Minta Uang Rp1,2 Miliar
hukum | Selasa, 7 Juni 2022
Editor : red | Penulis : PE/DL

Sidang Tipikor suap terkait izin HGU dengan terdakwa Bupati Nonaktif Andi Putra di PN Pekanbaru, Selasa (7/6/2022). Foto: Hendrawan karimanrp.co

PEKANBARU -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam  agenda pemeriksaan saksi yang digelar, Selasa (7/6/2022) di Pengadilan Negeri (PN) dalam kaksus sidang tindak pidana korupsi (tipikor) suap dengan terdakwa Bupati Nonaktif Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra, kembali mempertanyakan soal uang sebesar Rp1,2 Miliar yang diminta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau, Syahril.

Dimana pada kasus suap terkait pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) PT Adimulia Agrolestari itu, BPN Riau tidak hanya menggelar eskpose pra pengurusan izin, tapi juga menyampaikan usulan bahwa perusahaan harus mendapat rekom Bupati Kuansing.

Mantan General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso, yang hadir sebagai saksi secara virtual kembali, menyampaikan bahwa Kakanwil BPN Riau Syahril menerima uang dari pihaknya, sebesar Rp1,2 miliar.

JPU bertanya apakah saksi sudah pernah berjumpa dengan Syahril sebelum penyerahan uang tersebut. Sudarso mengaku pernah beberapa kali berjumpa sebelumnya. Sudarso mengakui perusahaan perkebunan yang berada di Kampar dan juga Kuansing tersebut menyerahkan sejumlah uang kepada Syahril atas permintaan Syahril. 

''Rp1,2 miliar kalau gak salah, dalam mata uang dollar Singapura. Itu atas permintaan Syahril,'' kata Sudarso.

Terungkap dalam sidang seperti yang dikutip dari riaupos.co, Syahril meminta total Rp3 miliar, namun baru diserahkan sebesar Rp1,2 miliar. Pemberian uang dalam mata uang Singapura tersebut, menurut Sudarso, juga atas permintaan Syahril.

Kepada JPU Sudarso mengatakan bahwa Komisaris PT Adimulia Agrolestari Frank Wijaya komplain karena permintaan uang itu, kendati pada akhirnya uang itu tetap diberikan.

''Sempat komplain tapi dia (Frank) kemudian minta koordinasi dengan Syahlefi. Uang saya serahkan langsung ke rumah pribadi (Syahril), sendirian,'' ungkap Sudarso pada sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dr Dahlan SH MH tersebut.

Ketika ditanya JPU pertemuan ke berapa Sudarso menyerahkan uang senilai Rp1,2 miliar dalam pecahan Dollar Singapura itu, dirinya mengaku lupa. Tapi dirinya memastikan semua sudah  diterangkannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

JPU memastikan kembali kepada Sudarso bahwa yang bersangkutan tidak dalam tekanan sedikitpun dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

''Keterangan Sudarso konsisten, karena sudah pernah diperiksa, menjalani sidang, sudah divonis dan putusannya juga sudah berkekuatan hukum,'' kata JPU. 



Artikel Terbaru
hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.


Jul 2022
07


Sidang Tipikor suap terkait izin HGU dengan terdakwa Bupati Nonaktif Andi Putra di PN Pekanbaru, Selasa (7/6/2022). Foto: Hendrawan karimanrp.co

Sidang Tipikor Bupati Non Aktif Kuansing Andi Putra

JPU 'Cecar' Saksi, soal Kakanwil BPN Riau Minta Uang Rp1,2 Miliar

hukum | Selasa, 7 Juni 2022
Editor : red | Penulis : PE/DL

PEKANBARU -- Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam  agenda pemeriksaan saksi yang digelar, Selasa (7/6/2022) di Pengadilan Negeri (PN) dalam kaksus sidang tindak pidana korupsi (tipikor) suap dengan terdakwa Bupati Nonaktif Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra, kembali mempertanyakan soal uang sebesar Rp1,2 Miliar yang diminta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau, Syahril.

Dimana pada kasus suap terkait pengurusan izin Hak Guna Usaha (HGU) PT Adimulia Agrolestari itu, BPN Riau tidak hanya menggelar eskpose pra pengurusan izin, tapi juga menyampaikan usulan bahwa perusahaan harus mendapat rekom Bupati Kuansing.

Mantan General Manager PT Adimulia Agrolestari Sudarso, yang hadir sebagai saksi secara virtual kembali, menyampaikan bahwa Kakanwil BPN Riau Syahril menerima uang dari pihaknya, sebesar Rp1,2 miliar.

JPU bertanya apakah saksi sudah pernah berjumpa dengan Syahril sebelum penyerahan uang tersebut. Sudarso mengaku pernah beberapa kali berjumpa sebelumnya. Sudarso mengakui perusahaan perkebunan yang berada di Kampar dan juga Kuansing tersebut menyerahkan sejumlah uang kepada Syahril atas permintaan Syahril. 

''Rp1,2 miliar kalau gak salah, dalam mata uang dollar Singapura. Itu atas permintaan Syahril,'' kata Sudarso.

Terungkap dalam sidang seperti yang dikutip dari riaupos.co, Syahril meminta total Rp3 miliar, namun baru diserahkan sebesar Rp1,2 miliar. Pemberian uang dalam mata uang Singapura tersebut, menurut Sudarso, juga atas permintaan Syahril.

Kepada JPU Sudarso mengatakan bahwa Komisaris PT Adimulia Agrolestari Frank Wijaya komplain karena permintaan uang itu, kendati pada akhirnya uang itu tetap diberikan.

''Sempat komplain tapi dia (Frank) kemudian minta koordinasi dengan Syahlefi. Uang saya serahkan langsung ke rumah pribadi (Syahril), sendirian,'' ungkap Sudarso pada sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dr Dahlan SH MH tersebut.

Ketika ditanya JPU pertemuan ke berapa Sudarso menyerahkan uang senilai Rp1,2 miliar dalam pecahan Dollar Singapura itu, dirinya mengaku lupa. Tapi dirinya memastikan semua sudah  diterangkannya di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

JPU memastikan kembali kepada Sudarso bahwa yang bersangkutan tidak dalam tekanan sedikitpun dalam memberikan keterangan kepada penyidik.

''Keterangan Sudarso konsisten, karena sudah pernah diperiksa, menjalani sidang, sudah divonis dan putusannya juga sudah berkekuatan hukum,'' kata JPU. 


Artikel Terbaru

hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.