7 Zulhijjah 1443 H / Kamis, 7 Juli 2022
Dugaan Korupsi PT GCM, Eks Bupati Inhil Indra Mukhlis Adnan Jadi Tersangka
hukum | Jumat, 17 Juni 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL

Direktur PT GCM, Zainul Ikhwan (bertopi ) mengenakan rompi tahanan, saat akan dibawa dengan mobil tahanan ke Lapas Tembilahan untuk dilakukan penahanan, Kamis (16/6/2022). (Foto:RO)

PEKANBARU-- Eks Bupati Indragiri Hilir (Inhil) periode 2003-2013, Indra Mukhlis Adnan(IM), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyertaan modal Rp4,2 miliar pada PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) tahun 2004 hingga 2006.

Selain Indra Mukhlis, jaksa penyidik Pidana Khusus Kejari Inhil juga menetapkan Direktur PT GCM, Zainul Ikhwan (ZI), sebagai tersangka. Zainul Ikhwan telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Tembilahan. Beda dengan Zainul Ikhwan,  di perkara ini Indra Mukhlis belum dilakukan penahanan. Dia mangkir dari panggilan jaksa penyidik. 

Indra Mukhlis dan Zainul Ikhwan ditetapkan sebagai tersangka setelah ekspos perkara pada Kamis (16/6/2022). Tim jaksa penyidik menemukan minimal dua alat bukti tindak pidana, hingga dikeluarkan surat penerapan tersangka.

"Penetapan kedua tersangka,  atas nama ZI selaku Direktur PT GCM dan IM selaku Bupati Inhil periode 2003 sampai 2013 telah merugikan negara Rp1.168.725.695. ," kata Kepala Kejari Inhil Rini Triningsih melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Inhil, Haza Putra, Kamis malam. 

PT GCM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk saat Indra Mukhlis menjabat sebagai Bupati Inhil. Pada perusahaan ini, Pemkab Inhil menyertakan modal awal Rp4,2 miliar yang dananya bersumber dari APBD Inhil.

PT GCM didirikan melalui akte Notaris No. 20 tanggal 27-12-2004 yang bergerak di bidang usaha perdagangan, pertanian, perindustrian, pemberian jasa dan pembangunan. Harta kekayaan dari perusahaan daerah yang saat ini sudah bubar tersebut tidak memiliki kejelasan. Diduga ada perbuatan melawan hukum terkait dengan pendirian PT GCM dan penggunaan uang PT GCM melanggar ketentuan Undang-undang sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi APBD Inhil oleh PT GCM ini telah diusut kejaksaan sekitar 2011. Selama proses penyidikan umum, tim jaksa penyidik sudah memeriksa 40 orang saksi dan 2 orang ahli. Bahkan tim juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa dokumen terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal pada PT GCM.



Artikel Terbaru
hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.


Jul 2022
07

Pembelian Hewan Ternak Harus Kantongi Surat Sehat | 472 CJH Pekanbaru Akan Dites PCR Sebelum Keberangkatan | Perpres 64/2020 dan Utang Jatuh Tempo BPJS Kesehatan | PT IJA/JCI Siap Jadi Pilot Project Sistem Pengamanan Objek Vital | PT IJA/JCI Sukses Laksanakan Vaksinasi Tahap II | Dari Model, Dokter, ke Jubir Covid | Tampil Cantik di Hari Idul Fitri |

Direktur PT GCM, Zainul Ikhwan (bertopi ) mengenakan rompi tahanan, saat akan dibawa dengan mobil tahanan ke Lapas Tembilahan untuk dilakukan penahanan, Kamis (16/6/2022). (Foto:RO)

Dugaan Korupsi PT GCM, Eks Bupati Inhil Indra Mukhlis Adnan Jadi Tersangka

hukum | Jumat, 17 Juni 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/DL

PEKANBARU-- Eks Bupati Indragiri Hilir (Inhil) periode 2003-2013, Indra Mukhlis Adnan(IM), akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penyertaan modal Rp4,2 miliar pada PT Gemilang Citra Mandiri (GCM) tahun 2004 hingga 2006.

Selain Indra Mukhlis, jaksa penyidik Pidana Khusus Kejari Inhil juga menetapkan Direktur PT GCM, Zainul Ikhwan (ZI), sebagai tersangka. Zainul Ikhwan telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Tembilahan. Beda dengan Zainul Ikhwan,  di perkara ini Indra Mukhlis belum dilakukan penahanan. Dia mangkir dari panggilan jaksa penyidik. 

Indra Mukhlis dan Zainul Ikhwan ditetapkan sebagai tersangka setelah ekspos perkara pada Kamis (16/6/2022). Tim jaksa penyidik menemukan minimal dua alat bukti tindak pidana, hingga dikeluarkan surat penerapan tersangka.

"Penetapan kedua tersangka,  atas nama ZI selaku Direktur PT GCM dan IM selaku Bupati Inhil periode 2003 sampai 2013 telah merugikan negara Rp1.168.725.695. ," kata Kepala Kejari Inhil Rini Triningsih melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Inhil, Haza Putra, Kamis malam. 

PT GCM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dibentuk saat Indra Mukhlis menjabat sebagai Bupati Inhil. Pada perusahaan ini, Pemkab Inhil menyertakan modal awal Rp4,2 miliar yang dananya bersumber dari APBD Inhil.

PT GCM didirikan melalui akte Notaris No. 20 tanggal 27-12-2004 yang bergerak di bidang usaha perdagangan, pertanian, perindustrian, pemberian jasa dan pembangunan. Harta kekayaan dari perusahaan daerah yang saat ini sudah bubar tersebut tidak memiliki kejelasan. Diduga ada perbuatan melawan hukum terkait dengan pendirian PT GCM dan penggunaan uang PT GCM melanggar ketentuan Undang-undang sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi APBD Inhil oleh PT GCM ini telah diusut kejaksaan sekitar 2011. Selama proses penyidikan umum, tim jaksa penyidik sudah memeriksa 40 orang saksi dan 2 orang ahli. Bahkan tim juga telah melakukan penyitaan terhadap beberapa dokumen terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam penyertaan modal pada PT GCM.


Artikel Terbaru

hukum | Rabu, 6 Juli 2022

Majelis hakin Pengadilan Negeri Pekanbaru menghukum mati terdakwa Asmahdi alias Ayah dan Hasnah.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) saat ini telah menyelesaikan sebagian Jalan Tol.


riau | Rabu, 6 Juli 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan bahwa, pentingnya kerja sama dan sinergitas lintas.


olahraga | Rabu, 6 Juli 2022

Rapat koordinasi persiapan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2022 yang akan digelar di.


hukum | Rabu, 6 Juli 2022

usat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir 60 rekening keuangan milik.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir.


nusantara | Rabu, 6 Juli 2022

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta media-media anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Asosiasi futsal kabupaten (AFK)Pelalawan ikuti Kejurda Futsal U16  yang diadakan di.


pelalawan | Rabu, 6 Juli 2022

Bupati Pelalawan H Zukri Misran, mengukuhkan dan melantikan pengurus Karang Taruna Kabupaten.


nusantara | Selasa, 5 Juli 2022

Lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perhatian publik lantaran diduga.