10 Muharram 1444 H / Senin, 8 Agustus 2022
Mimi Tyana, Founder Pengajian "Komunitas Hamba Allah"
Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat
wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Lina

Mimi Tyana, Founder Perkumpulan Pengajian "Komunitas Hamba Allah"

MIMI Tyana, sosok dibalik kifrah dan keberadaan Komunitas Hamba Allah (KHA) di Pekanbaru. Sebuah pengajian rutin ibu-ibu yang memiliki tekad bersama, saling belajar menuju proses hijrah, sama-sama saling memotivasi untuk tetap istiqomah.

Ustadz Somad di tengah -tengah jamaah  Komunitas Hamba Allah dalam" Pengajian eklusif bersama UAS".

Sejak berdiri 5 Maret 2020, yang tanggalnya bertepatan dengan tanggal kelahiran Mimi Tyana, memang diawali keprihatinan melihat dampak wabah Covid-19. Situasi yang mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan, akibat PHK yang dilakukan perusahaan tempat mereka bekerja- yang berimbas semakin banyak perekonomian mereka yang terpuruk, terutama mereka yang hanya semata-mata bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Batin Mimi menjerit melihat kondisi saat itu. Rasa kepedulian dan prihatin membuat jiwanya seakan terpanggil. Alhamdulillah, apa yang dia rasakan, ternyata hal yang sama dirasakan oleh sahabat-sahabat dekatnya juga. Berkumpul setiap pekan dengan teman, bukan lagi dijadikan ajang sekadar ngopi-ngopi dan arisan, tapi mulai digerakan mereka menyisir orang-orang yang benar-benar perlu dibantu.

"Kami mencoba menyisihkan rezeki yang dimiliki untuk bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Jujur, ada rasa bahagia bisa melihat kebahagian diwajah orang-orang yang bisa kami bantu meringankan bebannya saat itu. Namun, kami juga sedih, dengan keterbatasan anggota, sebatas hanya teman-teman dekat saja, tentu upaya pengalangan dana yang kita lakukan akan terbatas, dan hanya bisa menyentuh segelintiran orang saja. Dasar ini pulalah memunculkan ide mendirikan Komunitas Hamba Allah dengan tekad sederhana, sekecil apapun bisa dilakukan. Jika bisa bermanfaat buat umat, asal mau," jelas Mimi.

Dengan Bismillah, dan optimis KHA didirikan, mulai mereka mengajak orang-orang dekat untuk sama-sama menuju proses hijrah, dan sama-sama saling memotivasi untuk tetap istiqomah, dan sama-sama mau bersedakah dalam wadah pengajian rutin. Sistemnya sederhana, teman yang satu mengajak teman yang lain begitu seterusnya. 

Diakui Mimi, keberadaan pengajian KHA memang tidak terlepas dari bimbingan Ustadz Somad dari Yayasan Tabung Wakaf Ummat. Dengan kerjasama Yayasan Tabung Wakaf Ummat, KHA bisa menyalurkan bantuan sedekah anggota KHA kepada tempat dan orang yang tepat, dan amanah.

"Alhamdulillah, semangat saling memotivasi istiqomah dengan anggota yang berjumlah ratusan orang, bukan hanya sebatas pengajian rutin setiap Kamis, dan tahsin setiap Selasa dengan ustadz dan ustadzah, tapi ada gerakan sedekah yang dikumpulkan, dan kita salurkan dalam bentuk kegiatan bansos, salah satunya berbagi sembako dan mendirikan ponpes, serta sekolah tahfiz. Bahkan tahun 2021 lalu, sedekah yang terkumpul, bisa membeli mobil ambulans yang diserahkan pengelolaannya kepada Yayasan Tabung Wakaf Ummat," tambahnya.

Pengajian rutin Komunitas Hamba Allah setiap hari Kamis.

"Semoga ini bisa dimanfaatkan secara gratis bagi ummat yang membutuhkan. Niat kita, semoga tidak ada lagi mendengar, ada keluarga yang kesulitan membawa mayat dan keluarganya yang sakit," jelas Mimi.

Cibiran Jadi Cambuk

Jika pengajian KHA bisa bertahan dengan anggota yang sama, bahkan makin bertambah setiap pekan mendengar pengajian ustadz dan ustadzah, bagi Mimi sebuah kebahagian. Namun mengumpulkan banyak orang, untuk sama-sama menuju proses hijrah- sementara pemahaman agama dirinya masih dangkal, tak urung diakui Mimi banyak juga yang memberikan cibiran.

Namun dirinya sadar, berhijrah memang dibutuhkan pengorbanan yang besar dalam prosesnya, apalagi juga mengajak banyak orang. Perlu niat yang bulat. Mimi sadar, berbagai hambatan, rintangan, dan godaan akan sering kali menghampiri dan menguji niat berhijrah. 

"Ini tentu bukanlah hal yang mudah, jujur ada teman yang mau dirangkul, ada teman yang menjauh, ada juga yang cuma melihat dari jauh. Ini butuh niat yang ikhlas untuk menjalankannya. Dan kekuatan saya dan teman-teman pendiri KHA lainnya, karena ada dukungan dan bimbingan terus menerus dari ustadz-ustadzah hebat, sekelas Ustadz Somad (UAS).

Niat semakin kuat. Kesadaran pribadi kalau ilmu agama masih sangat dangkal, membuat dirinya pribadi tak malu belajar. Apalagi dilakukan bersama-sama dengan sahabat-sahabat di komunitas, makin semangat belajar. Membuang rasa malu, sok tahu akan pemahaman agama. Malu, jika tak rutin datang kepengajian," ungkap Mimi.

Bicara dengan perempuan kelahiran 5 Maret 1979 ternyata mengasikan, selain cerdas, bicaranya juga sangat tegas. Kalau orang yang tak mengenalnya pasti sepintas menilai sifatnya pendiam dan dingin. Mimi hanya terbahak jika kesan orang begitu menilainya.

" Mungkin, di pengajian tidak bisa mengenal satu persatu jamaah KHA yang datang secara pribadi. Karena waktu yang pendek. Begitu pengajian usai, langsung banyak yang bubar. Tapi, Inshaa Allah saya membuka diri, untuk bisa mengenal lebih dekat teman-teman di KHA dengan saling silaturahmi di moment-moment penting anggota KHA, apakah itu menghadiri pesta pernikahan, kekah anak, maupun melihat anggota keluarga KHA yang sakit. Sama-sama berkeinginan, bahwa anggota KHA itu saling bersaudara," jelas Mimi.

Setelah KHA makin berkembang dalam dua tahun terakhir ini, pencapaiannya? Mimi tak menyebutkan muluk-muluk tentang pencapaian batin yang dirasakannya. Karena niat dirinya hanya ingin lebih baik dari dirinya yang dulu.  

"Semoga ini juga dirasakan oleh saudara -saudara jamaah KHA lainnya. Merasakan lebih baik dari yang dulu. Dulunya tidak tahu, menjadi tahu. Karena belajar agama itu ternyata memang tidak bisa sesaat,tapi harus rutin, biar nempel di otak. Belajar agama itu harus dengan orang yang ahli. Memang istiqomah itu berat, karena yang ringan namanya istirahat. Datangnya kematian tidak menunggu kita istiqomah. Namun, istiqomahlah kita sambil menunggu datangnya kematian," ujarnya sedikit guyon dengan tawa kecil.
 



Artikel Terbaru
hukum | Sabtu, 6 Agustus 2022

Peristiwa gantung diri seorang mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) mengegerkan warga di.


riau | Sabtu, 6 Agustus 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengaku permintaan yang disampaikan ke Plt Menteri Pendayagunaan.


pelalawan | Sabtu, 6 Agustus 2022

Perkumpulan Sambo Indonesia (PERSAMBI) Kabupaten Pelalawan resmi dikukuhkan  oleh Ketua.


riau | Sabtu, 6 Agustus 2022

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menggelar kegiatan bakti sosial sekaligus.


hukum | Jumat, 5 Agustus 2022

Tiga Jenderal Mabes Polri yang.


hukum | Jumat, 5 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap 15 personel terkait kasus.



hukum | Jumat, 5 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam dan.


wanita | Jumat, 5 Agustus 2022

MIMI Tyana, sosok dibalik kifrah dan keberadaan Komunitas Hamba Allah (KHA) di.


riau | Kamis, 4 Agustus 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menegaskan dan berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas.


Agu 2022
08


Mimi Tyana, Founder Perkumpulan Pengajian "Komunitas Hamba Allah"

Mimi Tyana, Founder Pengajian "Komunitas Hamba Allah"

Istiqomah Bersama dan Bermanfaat buat Umat

wanita | Jumat, 5 Agustus 2022
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : Lina

MIMI Tyana, sosok dibalik kifrah dan keberadaan Komunitas Hamba Allah (KHA) di Pekanbaru. Sebuah pengajian rutin ibu-ibu yang memiliki tekad bersama, saling belajar menuju proses hijrah, sama-sama saling memotivasi untuk tetap istiqomah.

Ustadz Somad di tengah -tengah jamaah  Komunitas Hamba Allah dalam" Pengajian eklusif bersama UAS".

Sejak berdiri 5 Maret 2020, yang tanggalnya bertepatan dengan tanggal kelahiran Mimi Tyana, memang diawali keprihatinan melihat dampak wabah Covid-19. Situasi yang mengakibatkan banyak orang kehilangan pekerjaan, akibat PHK yang dilakukan perusahaan tempat mereka bekerja- yang berimbas semakin banyak perekonomian mereka yang terpuruk, terutama mereka yang hanya semata-mata bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Batin Mimi menjerit melihat kondisi saat itu. Rasa kepedulian dan prihatin membuat jiwanya seakan terpanggil. Alhamdulillah, apa yang dia rasakan, ternyata hal yang sama dirasakan oleh sahabat-sahabat dekatnya juga. Berkumpul setiap pekan dengan teman, bukan lagi dijadikan ajang sekadar ngopi-ngopi dan arisan, tapi mulai digerakan mereka menyisir orang-orang yang benar-benar perlu dibantu.

"Kami mencoba menyisihkan rezeki yang dimiliki untuk bisa berbagi dengan mereka yang membutuhkan. Jujur, ada rasa bahagia bisa melihat kebahagian diwajah orang-orang yang bisa kami bantu meringankan bebannya saat itu. Namun, kami juga sedih, dengan keterbatasan anggota, sebatas hanya teman-teman dekat saja, tentu upaya pengalangan dana yang kita lakukan akan terbatas, dan hanya bisa menyentuh segelintiran orang saja. Dasar ini pulalah memunculkan ide mendirikan Komunitas Hamba Allah dengan tekad sederhana, sekecil apapun bisa dilakukan. Jika bisa bermanfaat buat umat, asal mau," jelas Mimi.

Dengan Bismillah, dan optimis KHA didirikan, mulai mereka mengajak orang-orang dekat untuk sama-sama menuju proses hijrah, dan sama-sama saling memotivasi untuk tetap istiqomah, dan sama-sama mau bersedakah dalam wadah pengajian rutin. Sistemnya sederhana, teman yang satu mengajak teman yang lain begitu seterusnya. 

Diakui Mimi, keberadaan pengajian KHA memang tidak terlepas dari bimbingan Ustadz Somad dari Yayasan Tabung Wakaf Ummat. Dengan kerjasama Yayasan Tabung Wakaf Ummat, KHA bisa menyalurkan bantuan sedekah anggota KHA kepada tempat dan orang yang tepat, dan amanah.

"Alhamdulillah, semangat saling memotivasi istiqomah dengan anggota yang berjumlah ratusan orang, bukan hanya sebatas pengajian rutin setiap Kamis, dan tahsin setiap Selasa dengan ustadz dan ustadzah, tapi ada gerakan sedekah yang dikumpulkan, dan kita salurkan dalam bentuk kegiatan bansos, salah satunya berbagi sembako dan mendirikan ponpes, serta sekolah tahfiz. Bahkan tahun 2021 lalu, sedekah yang terkumpul, bisa membeli mobil ambulans yang diserahkan pengelolaannya kepada Yayasan Tabung Wakaf Ummat," tambahnya.

Pengajian rutin Komunitas Hamba Allah setiap hari Kamis.

"Semoga ini bisa dimanfaatkan secara gratis bagi ummat yang membutuhkan. Niat kita, semoga tidak ada lagi mendengar, ada keluarga yang kesulitan membawa mayat dan keluarganya yang sakit," jelas Mimi.

Cibiran Jadi Cambuk

Jika pengajian KHA bisa bertahan dengan anggota yang sama, bahkan makin bertambah setiap pekan mendengar pengajian ustadz dan ustadzah, bagi Mimi sebuah kebahagian. Namun mengumpulkan banyak orang, untuk sama-sama menuju proses hijrah- sementara pemahaman agama dirinya masih dangkal, tak urung diakui Mimi banyak juga yang memberikan cibiran.

Namun dirinya sadar, berhijrah memang dibutuhkan pengorbanan yang besar dalam prosesnya, apalagi juga mengajak banyak orang. Perlu niat yang bulat. Mimi sadar, berbagai hambatan, rintangan, dan godaan akan sering kali menghampiri dan menguji niat berhijrah. 

"Ini tentu bukanlah hal yang mudah, jujur ada teman yang mau dirangkul, ada teman yang menjauh, ada juga yang cuma melihat dari jauh. Ini butuh niat yang ikhlas untuk menjalankannya. Dan kekuatan saya dan teman-teman pendiri KHA lainnya, karena ada dukungan dan bimbingan terus menerus dari ustadz-ustadzah hebat, sekelas Ustadz Somad (UAS).

Niat semakin kuat. Kesadaran pribadi kalau ilmu agama masih sangat dangkal, membuat dirinya pribadi tak malu belajar. Apalagi dilakukan bersama-sama dengan sahabat-sahabat di komunitas, makin semangat belajar. Membuang rasa malu, sok tahu akan pemahaman agama. Malu, jika tak rutin datang kepengajian," ungkap Mimi.

Bicara dengan perempuan kelahiran 5 Maret 1979 ternyata mengasikan, selain cerdas, bicaranya juga sangat tegas. Kalau orang yang tak mengenalnya pasti sepintas menilai sifatnya pendiam dan dingin. Mimi hanya terbahak jika kesan orang begitu menilainya.

" Mungkin, di pengajian tidak bisa mengenal satu persatu jamaah KHA yang datang secara pribadi. Karena waktu yang pendek. Begitu pengajian usai, langsung banyak yang bubar. Tapi, Inshaa Allah saya membuka diri, untuk bisa mengenal lebih dekat teman-teman di KHA dengan saling silaturahmi di moment-moment penting anggota KHA, apakah itu menghadiri pesta pernikahan, kekah anak, maupun melihat anggota keluarga KHA yang sakit. Sama-sama berkeinginan, bahwa anggota KHA itu saling bersaudara," jelas Mimi.

Setelah KHA makin berkembang dalam dua tahun terakhir ini, pencapaiannya? Mimi tak menyebutkan muluk-muluk tentang pencapaian batin yang dirasakannya. Karena niat dirinya hanya ingin lebih baik dari dirinya yang dulu.  

"Semoga ini juga dirasakan oleh saudara -saudara jamaah KHA lainnya. Merasakan lebih baik dari yang dulu. Dulunya tidak tahu, menjadi tahu. Karena belajar agama itu ternyata memang tidak bisa sesaat,tapi harus rutin, biar nempel di otak. Belajar agama itu harus dengan orang yang ahli. Memang istiqomah itu berat, karena yang ringan namanya istirahat. Datangnya kematian tidak menunggu kita istiqomah. Namun, istiqomahlah kita sambil menunggu datangnya kematian," ujarnya sedikit guyon dengan tawa kecil.
 


Artikel Terbaru

hukum | Sabtu, 6 Agustus 2022

Peristiwa gantung diri seorang mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) mengegerkan warga di.


riau | Sabtu, 6 Agustus 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengaku permintaan yang disampaikan ke Plt Menteri Pendayagunaan.


pelalawan | Sabtu, 6 Agustus 2022

Perkumpulan Sambo Indonesia (PERSAMBI) Kabupaten Pelalawan resmi dikukuhkan  oleh Ketua.


riau | Sabtu, 6 Agustus 2022

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menggelar kegiatan bakti sosial sekaligus.


hukum | Jumat, 5 Agustus 2022

Tiga Jenderal Mabes Polri yang.


hukum | Jumat, 5 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap 15 personel terkait kasus.



hukum | Jumat, 5 Agustus 2022

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam dan.


wanita | Jumat, 5 Agustus 2022

MIMI Tyana, sosok dibalik kifrah dan keberadaan Komunitas Hamba Allah (KHA) di.


riau | Kamis, 4 Agustus 2022

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menegaskan dan berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas.