|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA -- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang merupakan penghargaan tertinggi untuk karya jurnalistik Indonesia. Kali ini bertema 'Merawat Kebangsaan dan Demokrasi' dengan hadiah masing-masing Rp35 juta.
Tema 'Merawat Kebangsaan dan Demokrasi' diangkat dari kutipan Adinegoro pada 1953.
Menurut Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, pada era 1950-an, pionir jurnalistik di Indonesia yang bernama lengkap Djamaluddin Gelar Datuk Maradjo Sutan sudah menulis pentingnya merawat Budaya dan Demokrasi. ''Tema tersebut sangat relevan dengan persoalan bangsa hingga kini," ujar Atal S Depari.
Namun, kata Atal, Merawat Kebangsaan dan Demokrasi jangan diartikan selalu berkaitan dengan politik. ''Seorang jurnalis bisa menjadikan tema besar tersebut dari segala sisi kehidupan. Bisa juga dikaitkan dengan bidang lain, termasuk juga budaya dan human interest," ujar Atal S Depari.
Gencatan Senjata Dilanggar, Israel Kembali Tewaskan Jurnalis dan Anak-anak di Gaza
30 Ribu Benda Bersejarah Akan Dikembalikan Belanda ke Indonesia!
Ia juga mengatakan, Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang diadakan setiap tahun oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini, sangat relevan untuk ikut menjaga kualitas karya jurnalistik.
Kategori
Terdapat tujuh (7) kategori Anugerah Jurnalistik Adinegoro: