|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU-- Aulia Rizqo tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya saat mendapat kabar dirinya menjadi salah satu penerima Program Beaiswa Prestasi Program Sarjana (S-1) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tahun 2023. Lulusan SMA Negeri 1 Rambah, Rokan Hulu (Rohul) ini menangis usai perjuangan panjangnya mendapatkan beasiswa berbuah manis.
“Saya bahagia dan terharu sekali. Saya dan ibu sempat menangis saat diberi tahu. Akhirnya perjuangan panjang tercapai,” kata Aulia.
Sang ibu, Yusnani tak kalah senang. Sebagai bentuk rasa syukur, keluarga menggelar acara syukuran di rumah. “Ibu langsung nazar buat acara syukuran undang karib kerabat ke rumah,” tuturnya.
Melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi melalui jalur beasiswa sudah menjadi tekad Aulia sejak awal. Aulia sadar, jika bergantung penuh pada orang tuanya yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil di sebuah Puskesmas bakal mengalami kesulitan bila harus kuliah di ibu kota dengan biaya sendiri.
Pasalnya, kedua orang tuanya masih harus berjuang memenuhi kebutuhan sang kakak yang saat ini menempuh pendidikan tinggi di Bandung, Jawa Barat. Belum lagi ia memiliki adik yang masih duduk di bangku sekolah menengah dan satunya lagi masih balita.
“Saya sangat bersyukur dapat lolos jadi penerima beasiswa. Sejak awal saya ingin sekali meringankan beban kedua orang tua,” tuturnya.
Aulia tidak ingin melewatkan kesempatan begitu mendapat informasi dari pihak sekolah tentang seleksi program beasiswa PHR. Persyaratan administrasi ia penuhi sembari mengulang-ulang pelajaran untuk persiapan tes potensi akademik (TPA).
Aulia sempat mengalami kesulitan mengikuti tes TPA karena tidak memiliki laptop untuk ikut ujian. “Saya harus pinjam sana-sini agar bisa ikut tes TPA,” ia bekisah.
Saat dinyatakan lolos tes TPA, Aulia harus mengikuti tahapan selanjutnya yakni proses wawancara tatap muka di Pekanbaru. Sementara rumahnya di Rambah, Rohul cukup jauh dari ibu kota Riau. “Orang tua harus cari pinjaman mobil agar saya bisa ikut tes wawancara,” tukasnya.
Semangat yang besar ketimbang rintangan yang ada membuat segala proses seleksi dilalui dengan baik. Meski harus bersaing dengan 1.786 peserta, Aulia optimis hingga akhirnya dinyatakan masuk dalam sepuluh penerima beasiswa PHR. *