|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Belakangan ini marak aplikasi pinjaman online (pinjol) yang mencekik leher masyarakat. Bahkan ada tiga warga yang kesulitan mencari kerja karena masih adanya sangkutan tagihan pinjol yang menunggak.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Budi Arie Setiadi mengatakan masyatakat yang terjerat pinjol didominasi ibu-ibu. Budi mengingatkan masyarakat Provinsi Riau agar tidak terjebak pinjol.
Itu disampaikan Budi saat audensi peningkatan kompetensi UMKM dan pemuda untuk inklusivitas digital, di Balai Serindit Gedung Daerah Riau, Jumat (25/8).
Bupati Siak Ingatkan OPD Komit Kinerja yang Terukur Berbasis Performa dan Terbuka
Kapal Induk AS Dikerahkan ke Timur Tengah, Iran Peringatkan Respons Keras
Budi menjelaskan, berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kebanyak ibu rumah tangga, guru dan anak muda yang tersering terjebak pinjaman online. Namun khusus di Riau, ibu-ibu yang terjebak pinjol hanya sedikit.
"Itu menurut data OJK yang dilaporin ke saya (ibu-ibu terjerat pinjol). Makanya kalau ibu-ibu di Riau ini tidak tertipu pinjol elektronik, itu bagus. Jangan ngutang kalau tidak ada perlunya, lebih baik minta ke suami," ujarnya.