POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Nusantara

Dampak Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) Terhadap Industri 

Ribuan Editor di Seluruh Dunia Terancam

Senin, 11 September 2023 | 11:24:10 WIB
Editor : Putrajaya | Penulis : Putra
 Ribuan Editor di Seluruh Dunia Terancam - Pekanbaruexpress
Ilustrasi

RIAU - Kekhawatiran akan dampak teknologi kecerdasan buatan (AI) terhadap lapangan kerja, khususnya di industri editorial, semakin mendalam. Baru-baru ini, seorang penulis dan editor berbagi pengalaman pahitnya yang terjadi di Gizmodo, sebuah blog teknologi yang telah beroperasi sejak 2002. Pengalaman ini menjadi sorotan ketika perusahaan media tersebut memutuskan untuk mengadopsi AI untuk melaksanakan tugas penerjemahan.

Dilansir oleh India Today pada Senin (11/9/2023), perubahan ini berdampak besar terhadap beberapa staf yang bekerja di Gizmodo en Español, cabang berbahasa Spanyol dari Gizmodo. Mereka dipecat dan digantikan oleh AI dalam menjalankan tugas penerjemahan. Sekarang, pengguna yang mengunjungi situs berbahasa Spanyol akan menemukan pesan di artikel yang menjelaskan bahwa konten tersebut telah diterjemahkan otomatis dari materi aslinya. Untuk versi asli, pengguna diminta untuk mengklik tautan terkait.

Salah satu karyawan yang terkena dampak, Matas S. Zavia, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya melalui media sosial X (sebelumnya Twitter). Dia menggambarkan perubahan ini sebagai pergeseran Gizmodo menjadi penerbit terjemahan mandiri, di mana AI telah mengambil alih peran editor manusia.
 
Pimpinan Gizmodo menjelaskan bahwa mereka telah memulai penggunaan layanan terjemahan tingkat lanjut yang dikelola oleh AI untuk menerjemahkan artikel berbahasa Inggris ke bahasa Spanyol. Mereka melihat ini sebagai langkah awal untuk menciptakan versi artikel mereka dalam berbagai bahasa, dengan harapan mendatangkan pembaca baru. Namun, perubahan penting yang mereka terapkan adalah dengan tidak lagi mencantumkan nama penulis manusia pada artikel terjemahan.
 
Kelompok yang mewakili para pekerja Gizmodo, GMG Union, mengeluarkan kritik tajam terhadap penggunaan AI ini. Mereka mengecam Gizmodo karena menggantikan jurnalis berpengalaman dengan AI, sambil menyoroti bahwa artikel yang diterjemahkan sering kali kurang berkualitas karena tidak adanya campur tangan penyuntingan manusia.
 
Kehilangan pekerjaan karena penggunaan AI bukanlah fenomena baru, dan banyak perusahaan telah mengadopsi teknologi ini untuk efisiensi dan penghematan biaya. Beberapa pemimpin perusahaan bahkan telah mengungkapkan rencana untuk menggantikan pekerja manusia dengan mesin.

Baca :

Namun, perlu dicatat bahwa keberhasilan penggunaan AI tidak selalu terjamin, dan beberapa perusahaan telah menghadapi masalah karena kurangnya pengawasan manusia yang memadai dalam mengimplementasikannya. Tantangan yang perlu diatasi adalah menemukan keseimbangan yang tepat antara memanfaatkan AI dan memastikan bahwa pekerja manusia tidak terancam kehilangan pekerjaan akibatnya.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
LOS ANGELES
Studi Ungkap Kendaraan Listrik Turunkan Polusi Udara dan Risiko Penyakit
Senin, 26 Januari 2026 | 11:56:27 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
Artikel Popular
2
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB